Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Samarinda
Resmikan Bandara APT Pranoto Samarinda, Jokowi Perintahkan 2 Minggu Sudah Ada Penerbangan Ke Jakarta
2018-10-25 20:20:59

Presiden Jokowi saat acara peresmian Bandara APT Pranoto Samarinda serta Bandara Maratua di Pulau Kakaban Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada, Kamis (25/10).(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Penantian panjang oleh masyarakat Kalimantan Timur terkhusus Kota Tepian Samarinda untuk memiliki Bandara yang bagus dan megah akhirnya dapat terwujud, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan Bandara International Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda serta Bandara Maratua di Pulau Kakaban Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada, Kamis (25/10).

Dalam acara peresmuan tersebut Presiden Joko Widodo juga langsung menugaskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dapat segera membuka rute baru di bandara APT Pranoto Samarinda, dalam dua minggu kedepan harus sudah ada penerbangan keluar dari Kaltim yakni ke Jakarta.

"Dua bulan itu kelamaan, saya minta maksimal dua minggu sudah ada penerbangan dari Samarinda ke Jakarta atau sebaliknya. Terserah pesawatnya apa, yang penting ada penerbangan, karena memang ini dibutuhkan masyarakat Samarinda dan sekitarnya," ucap Presiden Joko Widodo, Kamis (25/10).

Presiden Jokowi juga meminta untuk segera dilakukan pengembangan terminal bandara, yang saat ini berukuran 12 ribu meter persegi menjadi 36 ribu meter persegi, guna dapat menampung mencapai 5 juta orang per tahun, karena saat ini baru dapat 1,5 juta penumpang.

"Kalau dilihat dari potensinya, dengan terminal saat ini tidak mungkin cukup menampung penumpang sampai 5 juta orang, dan harus dilakukan pengembangan," terang Jokowi.

Selain itu, dengan adanya bandara di kepulauan Derawan, yakni bandara Maratua, diharapkan potensi wisata yang ada semakin berkembang, dengan banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang.

"Dengan adanya bandara Maratua, yang dibangun penuh oleh Kemenhub, hal ini bisa menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru," ucap pria yang akrab disapa Jokowi itu.

"Konektivitas antar daerah berupa pembangunan bandara, jalan tol, pelabuhan dan jalur kereta api ini penting untuk mobilisasi barang dan orang, tapi bukan hanya untuk urusan ekonomi, tapi konektivitas untuk mempersatukan bangsa kita yang besar ini," terang Jokowi.

Kalimantan Timur, bakal dibawa oleh Presiden sebagai contoh, agar daerah lain juga dapat melakukan pembangunan jalur transportasi, Kaltim akan saya bawa sebagai contoh daerah lain, bandara ini inisiatif daerah, pusat hanya dorong sedikit anggaran," pungkas Presiden Joko Widodo.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Samarinda
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia
FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Bawaslu Diimbau Beri Laporan Evaluasi
Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'
Komisi III Tolak Keempat Calon Hakim Agung
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]