Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Residivis Nenek Rika kembali Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu
2019-08-27 10:11:54

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Sebrang Iptu Teguh Wibowo, saat memberikan keterangan kepada Wartawan.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Tersangka Rika Rosday seorang nenek satu cucu di Samarinda Kalimantan Tinur (Kaltim) seorang residivis kembali harus berurusan dengan Kepolisian akibat mengedarkan barang haram narkotika jenis Sabu.

Nenek Rika Rosday, warga Jalan Cipto Mangunkusumo, Loa Janan Ilir, Samarinda diamankan petugas Kepolisian pada, Kamis (22/8) lalu, di kostnya sekitar pukul 02.30 Wita, saat dirinya sedang makan malam.

Ketika dilakukan penangkapan tanpa ada perlawanan dari nenek Rika Rosday, saat dilakukan penggeledahan petugas mendapatkan sejumlah barang bukti narkotiks jenis sabu. Tersangka langsung diamankan Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang.

Barang bukti yang diamankan sebanyak 9 poket seberat 3,68 gram, serta sendok penakar dan sejumlah uang tunai.

Dari pengakuan nenek Rika Rosday, sabu tersebut merupakan milik suami sirinya yang dititipkan kepadanya untuk dijual kembali.

"Saya hanya jualkan saja, tidak dibayar, hanya dikasih sabu untuk dipakai, saya sudah menjual tiga paketan, diantaranya seharga Rp 150 Ribu, Rp 300 Ribu dan Rp 600 Ribu," ujar Rija kepada petugas.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang, Iptu Teguh Wibowo menjelaskan, saat ini pihaknya masih mencari suami pelaku yang telah Buron dan ditetapkan dalam daftar pencarian orang.

"Tersangka Rika Rosday sendiri pada tahun 2014 sudah pernah menjalani masa pidana dengan vonis pengadilan selama 5 tahun 6 bulan, jadi pelaku ini residivis, kali ini kembali berurusan dengan Kepolisian. Masih kita kembangkan lagi guna ungkap jaringannya," pungkas Iptu Teguh Wibowo.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Narkoba
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
PMJ Sita 18 Kg Sabu, 4.132 Butir Ekstasi dan Menangkap 12 Tersangka
Terbukti Nyabu, Okmum Lurah di Samarinda Divonis 5,5 Tahun Penjara
Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika
Residivis Nenek Rika kembali Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi dan Asistennya sebagai Tersangka
Ridwan Hisjam: Golkar Perlu Reformasi Jilid II
Badiklat Kejaksaan Gembleng Ratusan CPNS Menuju SDM Unggul
Korupsi Berkomplot Anggota DPRD Kaltim, KPADK Minta Jaksa Agung Periksa Kembali 6 Tersangka
Legislator Anggap Karhutla Sebagai Bentuk Kegagalan Pemerintah
Tolak Bantuan DKI Jakarta Atasi Karhutla, Warga Riau Sebut Pemprov Riau Sombong
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]