Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Malaysia
Ratusan Jam, Tas dan Ribuan Perhiasaan Triliunan Rupiah Disita dari Rumah Mantan PM Malaysia
2018-06-28 14:07:26

Istri mantan PM Malaysia, Rosmah Mansor dan suaminya akan ditanyai terkait berbagai barang sitaan tersebut.(Foto: Istimewa)
MALAYSIA, Berita HUKUM - Polisi Malaysia menyita barang mewah dari tempat tinggal mantan perdana menteri Najib Razak senilai lebih US$270 juta atau Rp3,8 triliun.

Para pejabat menggambarkan operasi ini sebagai penyitaan terbesar dalam sejarah Malaysia.

Petugas menghabiskan waktu satu bulan untuk menghitung nilai berbagai barang tersebut. Polisi negara itu akan segera memanggil Najib dan istrinya Rosmah Mansor untuk ditanyai.

"Kami akan segera memanggil mereka (Najib dan Rosmah). Kami harus memastikan apakah ini hadiah dari orang lain, dan jika memang begitu, dari siapa hadiah ini berasal," kata pejabat polisi kejahatan niaga Amar Singh seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Dalam daftar barang sitaan di antaranya terdapat lebih 400 jam, 567 tas tangan dan 12.000 perhiasaan termasuk sebuah kalung senilai lebih US$1.000.000 atau Rp14 miliar.

Lewat sebuah wawancara dengan Reuters, Najib mengatakan sebagian besar barang yang disita dari sejumlah rumahnya adalah hadiah yang diberikan kepada istri dan anak perempuannya, jadi tidak ada hubungannya dengan 1MDB.

Najib menyangkal tuduhan korupsi triliunan rupiah dana penanaman modal pemerintah, 1MDB.

Lembaga 1MDB dibentuk Najib Razak pada tahun 2009 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia.Hak atas fotoREUTERS
Image captionLembaga 1MDB dibentuk Najib Razak pada tahun 2009 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Menantu laki-lakinya, Daniyar Nazarbayev, yang adalah keponakan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, juga menghadiahkan sejumlah tas kepada Rosmah.

Sementara uang kontan yang ditemukan di kediamannya adalah milik partai politiknya.

Lembaga 1MDB atau 1Malaysia Development Berhard, dibentuk oleh pemerintah pimpinan PM Najib Razak pada tahun 2009 dengan tujuan utama mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Diduga Najib, keluarganya dan kroni-kroninya menyalahgunakan dana di badan ini.

Aparat penegak hukum di Amerika Serikat menduga dana senilai US$4,5 miliar, setara dengan Rp63,8 triliun dicuri dari 1MDB dan dikirim ke Amerika, antara lain untuk membiayai film Hollywood dan membeli karya-karya seni, termasuk lukisan Monet dan Van Gogh.

Diduga pula ada aliran dana sebesar US$681 juta, atau sekitar Rp9,6 triliun, ke rekening pribadi Najib Razak menjelang pemilihan umum tahun 2013 lalu.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Malaysia
Pejabat Malaysia Klaim 'Proyek Cuci Uang' Mantan PM Najib Razak Melibatkan Cina
Ratusan Jam, Tas dan Ribuan Perhiasaan Triliunan Rupiah Disita dari Rumah Mantan PM Malaysia
Rakyat Malaysia Gotong royong Menyumbang untuk Bayar Utang Negara
Polisi Malaysia 'Sita Puluhan Koper Uang Tunai dan Perhiasan' dari Rumah Mantan PM Najib Razak
Anwar Ibrahim Dijadwalkan Bebas dari Penjara, Kapan Ia Bisa Menjabat Perdana Menteri Malaysia?
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bertarung di Dapil Sumut 1, Camel Petir Optimis Dapat Melenggang ke Senayan
KPN-GP 2019 Gelar Deklarasi 'Kami Mau Prabowo Presiden 2019'
Kalapas Sukamiskin Wahid Husen dan Suami Inneke Koesherawati Kena OTT KPK
Tsunami Media Maya, Kekerasan Bentuk Baru Tersembunyi
Demo Karyawan Pertamina: Copot Menteri BUMN dan Hentikan Jual Aset Pertamina
Fahri Hamzah: Cara Pemerintah Mengelola BUMN Mengkhawatirkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPN-GP 2019 Gelar Deklarasi 'Kami Mau Prabowo Presiden 2019'
Demo Karyawan Pertamina: Copot Menteri BUMN dan Hentikan Jual Aset Pertamina
Fahri Hamzah: Cara Pemerintah Mengelola BUMN Mengkhawatirkan
Mobil Neno Warisman Terbakar Saat Terparkir di Depan Rumahnya
Anggota DPR RI: Utang BUMN Sudah Lampu Merah
Presiden PKS Sohibul Iman Dijadwalkan Diperiksa Kembali terkait Laporan Fahri
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]