Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pilpres
Ratusan Aktivis 98 akan Rayakan 20 TH Reformasi dan Mendukung Rizal Ramli Nyapres
2018-05-20 21:11:38

Ilustrasi. Rizal Ramli.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan aktivis lintas generasi rencananya akan menggelar perayaan 20 tahun reformasi bertajuk "Tuntaskan Reformasi Bersama Rizal Ramli" di Gedung Juang 45, Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat. Senin (21/5) besok pukul 16.00 Wib.

Presidium Pergerakan, Andrianto menegaskan, jika spirit reformasi harus tetap dijaga agar tujuannya dapat tercapai.

"Penegasan reformasi harus dituntaskan," kata Presidium Pergerakan, Andrianto melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/5) kemarin.

Menurut Andrianto, sosok Dr. Rizal Ramli seorang mantan tokoh mahasiswa, pakar ekonomi dan politikus Indonesia sebagai figur sipil yang memiliki track record sejak menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Saat itu Rizal bersama Dewan Mahasiswa ITB juga menolak Soeharto melanjutkan jabatan Presiden dalam SI MPR 1978. Akibatnya Rizal bersama kawan-kawan di DM ITB harus meringkuk di LP Sukamiskin lebih kurang 2 tahun lamanya," ucapnya.

Selain itu, lanjut Andrianto, Rizal muda selalu mengggelorakan wajib belajar kepada puluhan juta anak Indonesia yang kemudian diadopsi negara menjadi program wajib belajar sembilan tahun.

"Daya juang Rizal Ramli yang kokoh sejak bangku kuliah membuat sosoknya punya daya kritis fenomenal alias urat takutnya sudah putus dalam membela kepentingan rakyat," tandasnya.

Daya juang itu kata dia tak surut bahkan setelah Rizal dipercaya menduduki jabatan pemerintah sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"RR tidak pernah korupsi selama pemerintahan Gus Dur maupun Jokowi. Sosok RR yang penganut Ekonomi konstitusi sangat dibutuhkan bangsa ini tuk bangkit kembali menjadi Macan Asia. RR pasti bisa majukan ekonomi yang berlandaskan konstitusi," papar Direktur Humanika ini.

Andrianto menilai sosok RR sangat berkomitmen kepada kepentingan Rakyat, dan tidak lemah kepada kepentingan Asing.

"Utamanya lepas dari jeratan IMF dan WB," jelasnya.

"Seandainya RR dapat peluang untuk ikut pilpres, maka kita berharap angin perubahan akan melanda Indonesia yang kita songsong dengan harapan optimisme," tutup Andrianto.(tw/aktual/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Pilpres
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik
Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu
PAN: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Aktor Intelektual Rusuh 22 Mei
Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana
Dompet Dhuafa Benarkan 3 Tim Medis Serta 2 Mobil Diamuk Oknum Polisi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik
Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu
Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog
AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil
Brexit: PM Inggris Theresa May akan Mundur karena Tak Mampu Bawa Inggris Keluar dari Uni Eropa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]