Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
#2019GantiPresiden
Rachmawati Soekarnoputri: Jokowi Jauh dari Trisakti, 2019 Harus Ganti Presiden!
2018-06-21 19:47:33

Ilustrasi. Rachmawati Soekarnoputri saat memeberikan pernyataan kepada pers.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah menyimpang jauh dari ajaran-ajaran pendiri bangsa ini, Soekarno.

Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri bahkan menilai ajaran trisakti yang digembar-gemborkan Jokowi sebatas lips service. Sebab fakta di lapangan, kebijakan yang diambil Jokowi tidak mencerminkan apa yang diajarkan oleh Bung Karno.

Contoh konkretnya, sambung dia, pemerintahan Jokowi terus menerus memperbanyak utang luar negeri hingga mencapai lebih dari Rp 5 ribu triliun.

"Saya kira lepas dari pemikiran Soekarno tentang trisakti, yaitu bagaimana kita berdaulat dalam bidang politik, ekonomi, dan kita harus mempunyai kepribadian dalam bidang kebudayaan. Jauh sekali. Jauh panggang dari pada api," tegas Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Kamis (21/6).

Karenanya, sebagai politisi Gerindra yang notabene merupakan partai yang paling ingin mengalahkan Jokowi di Pilpres tahun 2019 nanti, Mbak Rachma pun menegaskan bahwa dirinya sepakat ajang pesta rakyat lima tahunan itu harus berujung pada pergantian presiden.

"Apapun juga harus tegas mengatakan bahwa ini suatu keharusan. Karena alasan untuk ganti presiden bukan sekadar ganti presiden, tapi memang kondisi yang saya nilai dan sebagai ketua umum juga Pak Prabowo sudah berkali-kali mengatakan, bahkan beliau sempat membuat buku yang namanya 'Paradoks Indonesia', mengingatkan bagaimana keadaan sejujurnya Indonesia ini," tegasnya.(ian/rmol/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait #2019GantiPresiden
Gerakan Emak Emak Peduli Rakyat 'GEMPUR' Unjukrasa di Mabes Polri
Agus Riewanto: Gerakan #2019GantiPresiden Merupakan Gejala Makar
Tagar #2019GantiPresiden, Propaganda Politik dan Kurang Mendidik
Mikrofon Pesawat Jadi Soal Utama, Soal Kebebasan Berpendapat Tenggelam
Konstitusi Jamin Kebebasan Berpendapat
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SBY dan Zulkifli Hasan Kecewa dan WO Acara Deklarasi Damai karena Pendukung Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan
Lomba Melukis di Kodam Jaya Raih Rekor MURI
KPU Sebarkan 'Virus' Kampanye Damai, Aman, Tertib
Kedua Pasangan Capres dan Cawapres Indonesia 2019 Mengikuti Deklarasi Kampanye Damai
Tragedi di Danau Victoria, Setidaknya 200 Orang Meninggal Dunia
Din Syamsuddin Mengundurkan Diri dari Posisi Utusan Presiden
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SBY dan Zulkifli Hasan Kecewa dan WO Acara Deklarasi Damai karena Pendukung Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan
KPU Sebarkan 'Virus' Kampanye Damai, Aman, Tertib
Gerindra dan Nitizen Kritik Sikap Hormat Jokowi Saat Lagu Indonesia Raya
Rizal Ramli: Impor Beras Dikelola Kartel
KPU Loloskan dan Tetapkan Dua Pasangan Capres-Cawapres Indonesia Peserta Pilpres 2019
Rapimnas KBPP Polri, Bima Arya: Tugas Besar Kita Jaga Stabilitas Politik Jelang Pemilu 2019
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]