Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Pertanahan
RUU Pertanahan Diharapkan Dapat Menyelesaikan Kasus Agraria
Thursday 25 Apr 2013 02:35:38

Budiman Sudjatmiko Komisi II DPR RI, Sosialisa RUUP diadakan di kantor Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) di Pancoran Indah Jakarta Selatan, Rabu (24/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Diskusi Publik Draft Rancangan Undang Undang Pertanahan (RUUP), dimana saat ini Panitia Kerja, Panja sedang di godok di Komisi II DPR RI, sosialisa RUUP diadakan di kantor Konsorsium Pembaharuan Argraria (KPA) di Pancoran Indah Jakarta Selatan, Rabu (24/4).

Hadir dalam diskusi ini Budiman Sudjatmiko Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan yang sekaligus anggota Panja RUU. Budiman ingin menghimpunan masukan dari element sosial masyarakat , LSM, kalangan akademisi, terkait RUU Pertanahan ini.

Budiman mengatakan RUUP ini nantinya akan berbeda dengan UU Sektoral lainya. Dan ini bertentangan dengan UU Pokok Agraria, ini wujud dari Respon kami terhadap amanat TAP MPR No: IX 2001, jadi RUUP adalah anak kandung dari TAP MPR No: IX.

Kami memahami bahwa (RUUP) ini, terbatas waktu, dan kami menyadari secara politis (RUUP) ini nantinya menjadi jembatan antara UU Pokok Argraria dan TAP MPR No: IX.

Fungsi Negara sebagai organisasi rakyat paling tertinggi, dimana Negara memiliki wewenang mengatur rakyatnya, dan dalam pasal 3 UUD sudah diataur. Draft yang belum pasti, dan tidak eksplisit di tetapkan dalam RUUP ini.

RUUP ini nantinya tidak berlalu surut, mengenai Hak Guna Usaha (HGU) yang telah habis masanya itu, nanti tidak bisa diberlakukan surut lagi, dan dalam waktu 5 tahun Pemerintah harus bisa menyelesaikan sengketa tanah di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun kedepan.

"RUUP inilah yang nantinya diharapkan dapat menuntaskan permasalahan dalam sektor Argaraia, kami anggap ini UU paling dekat dengan sektor tersebut. Harus selesai RUUP ini dalam periode kami saat ini. Semangat anggota Panja progresif dan kami yakin RUUP ini selesai dalam 2013," ujar Budiman.

Iwan Nurdin dari KPA mengungkapkan, RUUP ini harus digunakan untuk melindungi masyarakat lemah terkaita kasus sengketa lahan di seluruh daerah, dimana hak Adat, hak Petani gurem, dan wanita akan diatur dalam RUUP ini.

"Hak penguasaan lahan oleh Negara diturunkan bahasanya dengan hak pengelolaan, dan Hak ini relatif sama dengan hak pengelolaan di zaman Kolonial Belanda, saya minta ini dapat di tinjau ulang," ujar Iwan.

Dijelaskanya juga, hal ini sering akan menghasilkan kerancuaan hukum. Hak Pengelolaan langsung di delegasikan dalam hak adat.

Adanya konflik di sektor Reformasi Argraria karena adanya ketidakadilan, yang mengakibatkan konflik berkelanjutan. Bagian dari penyelesain konflik adalah Reforma Argraria, jadi penyelesaian hukum itu tidak akan pernah bertemu dengan RUUP ini, yang merupakan jelman dari UUD pasal 33.(bhc/put)


 
Berita Terkait Pertanahan
 
Kental Nuansa Kolonial, Muhammadiyah Tolak Pengesahan RUU Pertanahan
 
RUU Pertanahan Harus Segera Dituntaskan
 
DPR Harap RUU Pertanahan Atasi Sengketa Tanah
 
DPR: RUU Pertanahan Bukan Pengganti UU Pokok Agraria
 
RUU Pertanahan Diharapkan Dapat Menyelesaikan Kasus Agraria
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pesan WNI Yang Ada di Kapal Diamond Princess untuk Jokowi: Kami Juga Indonesia, Pak Presiden
Virus Corona: Industri Penerbangan Internasional Merugi Rp 415 Triliun, Kerugian Terbesar Sejak Satu Dekade Terakhir
Penembakan Massal di Jerman: 'Kami Takut akan Keselamatan Kami. Di Mana Perlindungan" Kata Aktivis Anti-Rasisme
Sambut PON XX 2020 Papua, Polda Metro Jaya Serukan 'Narkoba NO!! Prestasi YES!!
PKS Tolak Rencana Kenaikan Tarif Cukai Pemanis Minuman
Aksi 212, Sobri Lubis: Sesuai Hukum Islam, Potong Tangan Koruptor di Bawah 1 Miliar, Diatasnya Potong Leher Saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Aksi 212, Sobri Lubis: Sesuai Hukum Islam, Potong Tangan Koruptor di Bawah 1 Miliar, Diatasnya Potong Leher Saja
Polisi: Artis Sinetron Aulia Farhan Ngaku Sudah 6 Bulan Gunakan Sabu dan Pelaku DK Masih Didalami
Uighur China: Ditahan karena Memelihara Janggut, Berjilbab, dan Menjelajah Internet
Polda Metro Jaya Musnahkan Barbuk Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba Senilai Total 1,5 Triliun
Mahfud MD Anggap Keliru Sudah Biasa dalam Susun Rancangan UU, PKS: Bahaya
BNN Temukan 1 Ton Ganja Siap Edar di Pool Mobil Truck
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]