Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Venezuela
Puluhan Hewan di Kebun Binatang Venezuela Mati Kelaparan
2016-07-30 08:07:37

Kebun binatang Paraguana mengatakan mereka membutuhkan 16 kg makanan untuk enam ekor beruang setiap hari.
VENEZUELA, Berita HUKUM - Sekitar 50 hewan di salah satu kebun binatang utama Venezuela dilaporkan mati karena kelaparan. Dalam enam bulan terakhir, mereka mengalami kekurangan makanan kronis.

Seorang pemimpin serikat karyawan di taman negara itu, Marlene Sifontes mengatakan kepada kantor berita Reuters beberapa hewan menghabiskan waktu dua pekan tanpa makanan sebelum mereka tewas.

Dia mengatakan singa dan harimau di kebun binatang di Caracas diberi makanan mangga dan labu untuk mengganti jatah daging mereka.

Pejabat pemerintah telah membantah kematian akibat kekurangan makanan. Di kota-kota lain kebun binatang dilaporkan berada dalam kondisi lebih buruk.

Mereka bahkan meminta sumbangan buah, sayuran dan daging dari para pebisnis setempat.

Marlene Sifontes, pimpinan serikat karyawan taman nasional, mengatakan, "Cerita tentang hewan di Caricuao adalah sebuah metafora atas penderitaan Venezuela."

Venezuela telah berada dalam cengkeraman krisis ekonomi parah yang telah menyebabkan kekurangan pangan dan penjarahan secara periodik.

Presiden Nicolas Maduro menyalahkan masalah-masalah negara pada apa yang dia katakan "perang ekonomi" yang dilancarkan oleh para pengusaha dan lawan-lawan pemerintah.

Sementara lawan-lawannya menyalahkan krisis pada pemerintah yang dianggap salah urus ekonomi dan terlalu bergantung pada minyak, yang harganya telah jatuh.

Jatah daging untuk makanan singa dan harimau di kebun binatang Caricuao di Caracas dikurangi. Beberapa hewan di kebun binatang Caracas dilaporkan tidak makan selama berminggu-minggu. Direktur kebun binatang di kota Paraguana mengatakan tiga hewan mati di kebun binatang itu pada bulan Mei. Krisis ekonomi berimbas pada kelangsungan hidup binatang.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Venezuela
Belasan Politikus Oposisi Venezuela Dituduh Makar, Beberapa Berlindung di Kedutaan Asing
Juan Guaido Kembali ke Venezuela Meski Berisiko Ditangkap Pemerintah
Presiden Maduro Peringatkan Soal Perang Saudara di Venezuela
Bagaimana Krisis Dalam Negeri Venezuela Dapat Menjadi Masalah Global
Maduro Tuduh AS Ingin Membunuhnya dan Gulingkan Pemerintah Venezuela
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemboikotan Sawit Indonesia Oleh Uni Eropa Tidak Bisa Diabaikan
Bencana Asap Karhutla Coreng Diplomasi Sawit Indonesia
Tafsir 6A dan Tekanan Politik
Dr Jan Maringka: Penegakan Hukum Tidak Sama dengan Industri
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
Kejari Gunung Mas Tangkap Kontraktor Terduga Korupsi Dana Desa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]