Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Persekusi
Psikolog: Bijaklah Gunakan Media Sosial, Hindari Persekusi
2018-10-31 03:55:37

Psikolog, Lita Gading M.Soc.Sc, M.Psi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Persekusi acapkali terdengar, tak pelak ramai dipergunjingkan khalayak masyarakat umum akhir akhir ini. Terlebih, perkembangan media yang pesat, selain berdampak positif, patut diakui pula berdampak negatif tentunya.

Disamping itu, ujaran kebencian dapat ditandai dengan bentuk-bentuk ujaran merendahkan kelompok lain yang dianggap berbeda. Dalam prosesnya, menguat sentimen konservatisme agama di masyarakat bukan hanya ekspresi kultural dan ideologi saja.

Namun rentan pula dimanfaatkan oleh aktor-aktor tertentu upaya mendapatkan sumber daya ekonomi maupun politik.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya ialah apa arti dan makna persekusi itu ?
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), persekusi/per-se-ku-si/persekusi/v berarti pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Sementara memersekusi/ me-mer-se-ku-siv berarti menyiksa, menganiaya : tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka-lawan politiknya bagai iblis.

Lebih jauh, menurut Lita Gading M.Soc.Sc, M.Psi, Sebagai Psikolog menjelaskan, "persekusi menurut psikologi adalah perlakuan buruk atau penganiayaan yang dilakukan secara sistematis oleh individu atau kelompok tertentu terhadap individu atau kelompok lain, dengan alasan perbedaan pandangan seperti agama, suku/ras atau pandangan politik yang berbeda, jelas Lita, Selasa (30/10).

Faktor penyebabnya, menurut Lita yakni keadaan yang dipersepsi tidak adil, perasaan frustasi, ideologi yang ekstrim atau radikal, disinilah yang dapat mendorong aksi persekusi terhadap kelompok lain yang dinilai berbeda atau dianggap menodai, bahkan mengancam ideologi tersebut.

Dirinya yang keseharian merupakan Psikolog Klinis dan Forensik itu menyarankan, "bersikaplah dewasa dalam segala tindakan, baik ucapan langsung ataupun melalui media sosial, serta perlu meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan bagi generasi milenial serta warganet," demikian tuturnya.

Lanjut Lita, beberapa tips atau cara menghindari persekusi, yaitu untuk menghindar dari aksi persekusi semacam ini, mesti bijak menggunakan media sosial.

Selain itu, sebelum posting atau unggah sesuatu di media sosial pertimbangkanlah sebelum posting atau unggah sesuatu di media sosial pertimbangkan untuk ada baiknya men cross check, serta mencari informasi terkait kebenarannya, guna memahami dan mengolah informasi tersebut

Kemudian, bolehkah persekusi semacam ini dilakukan ?
Tindakan persekusi tentu saja tidak boleh dilakukan, dengan melakukan persekusi, pelaku bisa dinilai melanggar hukum.(bh/mnd)

Share : |

 
Berita Terkait Persekusi
Psikolog: Bijaklah Gunakan Media Sosial, Hindari Persekusi
Maraknya Persekusi terhadap Jurnalis, Dampak Kinerja Dewan Pers yang Salah Arah
Istilah Persekusi Diharapkan Tidak Digunakan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dosen UI: Jika Sebar Hoaks, Tokoh Agama Paling Berdosa
Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
HMPI: Hoaks Buat Netizen Lebih Hebat dari Quraish Shihab
Guntur Romli: Hoaks Sebabkan Kualitas Demokrasi Turun
Abdul Basyid Has: Pemkot Batam Harus Tunjukan Komitmen Berantas Korupsi, Bukan Sebaliknya.
Sumdaling PMJ Menangkap 6 Tersangka 'dokter' Penyunting Gas Oplosan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi
Inilah Deretan Penghargaan Diraih Pemrov DKI Jakarta Dibawah Kepemimpinan Anies Baswedan
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar Acara Millennial Road Safety Festival 2019
LIPI: Ada 3 Provinsi di Indonesia Rawan Hoaks
Polri Siap Meluncurkan Gebrakan Milenial Road Safety Festival Guna Menekan Angka Kecelakaan
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]