Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kejari Buntok
Proyek Peningkatan Jalan Bankuang - MTU Diduga Dikorupsi, Kejari Barsel Periksa 4 Pejabat
2018-10-23 04:34:50

Bayu Fermady, SH. MH, Kasi Pidsus Kejari Buntok, Barsel.(Foto: BH /gaj)
BUNTOK, Berita HUKUM - Paket proyek peningkatan jalan dan jembatan ruas jalan Bankuang - MTU, dari dana APBD kabupaten Barito Selatan (Barsel) Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan pembiayaan sistem multi year sebesar Rp 54 miliar diduga dikorupsi dan merugikan negara milyaran rupiah.

Hal tersebut membuat tim jajaran tindak pidana korupsi pada Kejaksaan Negeri kota Buntok, Barito Selatan mengambil langkah untuk melakukan pengusutan terhadap dugaan kasus tersebut, dengan memeriksa 4 pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten Barsel.

"Benar terkait dugaan penyimpangan dalam proyek peningkatan jalan dan jembatan Bankuang - MTU, Kejaksaan telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 4 pejabat, mereka adalah Sekretaris Daerah Barsel berinisial EK, Sekretaris Dewan Barsel JW, Kepala Bappeda Barsel RH dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Barsel HF," ujar Bayu Fermady, SH. MH sebagai Kasi Pidsus Kejari Buntok, Barsel mewakili Kajari Douglas Oscar Berlian Riwor, SH kepada pewarta BeritaHUKUM.com pada, Senin (22/10).

Keempatnya orang pejabat tampak hadir di kantor Kejari Barsel secara berurutan, yang datang pertama kali adalah EK bersamaan dengan RH sekitar pukul 10.00 WIB, disusul kemudian sekitar pukul 10.37 WIB oleh JW dan terakhir hadir sekitar pukul 11.10 WIB adalah Hf.

Lanjut Kasi Pidsus Bayu Fermady mengatakan bahwa, pemanggilan keempatnya adalah untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan kasus suap dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ), tujuh paket proyek tahun jamak di Kabupaten Barsel yang diduga merugikan keuangan negara tersebut.

"Mereka dipanggil terkait adanya dugaan kasus suap dalam salah satu dari tujuh paket proyek multiyears. Pemanggilan terhadap keempatnya merupakan pengembangan dari mencuatnya pemberitaan mengenai adanya dugaan aliran dana kepada sejumlah pejabat dilingkup Pemkab Barsel, yang disertai dengan adanya bukti kwitansi," jelas Bayu.

Ditambahkan bahwa, terhadap Hf di periksa selaku Kepala Bidang Bina Marga & PUPR, karena tahun 2017 yang bersangkutan menjabat disana, demikian juga dengan RH merupakan Plt Kepala DPUPR tahun 2017 yang merupakan Penguasa Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam perencanaan ketujuh paket proyek tahun jamak tersebut. Keduanya saat ini menjabat sebagai Kepala Bappeda dan Sekretaris DPUPR, tapi waktu itu tahun 2017 keduanya adalah PA dan KPA, karena itu keterangan keduanya sangat penting, pungkas Bayu.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Kejari Buntok
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pos Indonesia Tak Boleh Ditutup
Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Tingkatkan Ekspor Hortikuktura
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]