Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Hong Kong
Protes Hong Kong: Aktivis Muda Pro Demokrasi Terkenal Joshua Wong Ditangkap Lagi
2019-08-31 00:23:12

Joshua Wong adalah aktivis pro-demokrasi terkemuka di Hong Kong.(Foto: Istimewa)
HONG KONG, Berita HUKUM - Aktivis pro-demokrasi terkemuka Hong Kong, Joshua Wong telah ditangkap di Hong Kong, menurut pernyataan partai politik yang ia dirikan.

Partai Demosisto mengatakan dia "didorong paksa ke dalam mobil pribadi di jalan" saat berjalan ke stasiun kereta sekitar pukul Jumat (30/8) 07:30 waktu setempat," kata partainya.

Aktivis terkemuka lainnya, Agnes Chow, juga ditangkap pagi tadi.

Keduanya ditangkap karena dicurigai "menghasut orang lain untuk berpartisipasi dalam pertemuan uang tidak sah" dan "dengan sengaja mengambil bagian dalam pertemuan yang tidak sah ".

Wong menghadapi satu tuduhan lebih lanjut karena dituding "mengorganisir pertemuan yang tidak sah".

Kedua penangkapan mereka terkait dengan protes pada 21 Juni yang menyebabkan para demonstran memblokade markas polisi selama 15 jam.

Penangkapannya terjadi satu hari sebelum demonstrasi yang rencananya akan digelar akhir pekan ini -yang akan menjadi pekan ke-13 aksi demonstrasi di Hong Kong.

Polisi menolak izin aksi demonstrasi, menyebut bahwa keamanan warga menjadi perhatian mereka - bagaimana pun, pendemo akan melakukan aksi.

Agnes ChowHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionAktivis terkemuka lainnya Agnes Chow, juga ditangkap

Juru kampanye kemerdekaan terkenal, Andy Chan mengatakan dia juga ditahan oleh polisi, ketika mencoba naik pesawat dari Hong Kong ke Jepang pada Kamis malam.

Polisi mengatakan dia ditangkap karena dicurigai melakukan kerusuhan dan menyerang seorang petugas polisi, menurut media setempat HKFP.

Sekitar 900 orang telah ditangkap sejak aksi demonstrasi dimulai pada awal Juni, dipicu oleh RUU ekstradisi yang kontroversial.

Dengan rancangan undang-undang yang sekarang ditangguhkan, aksi unjuk rasa telah berkembang menjadi gerakan pro-demokrasi yang lebih luas menuntut reformasi demokrasi dan penyelidikan atas dugaan kebrutalan polisi.

Hong Kong China.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPolisi dituduh bersikap represif pada aksi demonstrasi di Hong Kong, pada 12 Juni lalu.

Aksi demonstrasi tersebut acap kali menjadi kericuhan antara polisi dan aktivis, dengan beberapa korban jatuh di kedua pihak.

Ada juga kekhawatiran bahwa China akan mengintervensi aksi demonstrasi dengan mendatangkan pasukan dari China daratan.

Pada hari Kamis, kekhawatiran ini dipicu setelah militer Cina mendatangkann sejumlah pasukan baru ke Hong Kong. Media pemerintah China menggambarkannya sebagai rotasi tahunan rutin.

Aksi demonstrasi di Hong Kong ditandai sebagai demonstrasi tanpa pemimpin, namun Joshua Wong dianggap memiliki peran penting karena perannya dalam demonstrasi besar pada 2014, yang dikenal sebagai "gerakan payung".

Occupy Movement in 2014Hak atas fotoANTHONY WALLACE
Image captionGerakan Payung melumpuhkan sebagian Hong Kong pada 2014.

Penangkapan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah dia dibebaskan dari penjara pada Juni, setelah menjalani hukumannya akibat demonstrasi 2014.

Pada 2014 silam, aktivis ini menjadi simbol perlawanan kota, ketika ribuan orang berbaris menuntut Hong Kong untuk memilih pemimpinnya sendiri.

Disebut gerakan payung karena para pendemo sering menggunakan payung untuk melindungi diri dari semprotan merica yang ditembakkan oleh polisi.

Di jantung gerakan Payung dan protes saat ini adalah kekhawatiran tentang apa yang dianggap sebagai pengaruh Cina yang meningkat di Hong Kong.

Beijing sangat sensitif tentang wilayah tersebut - yang merupakan bagian dari China di bawah model "satu negara, dua sistem".

Hong Kong memiliki sistem dan batas hukumnya sendiri, dan hak-hak termasuk kebebasan berkumpul dan kebebasan berbicara dilindungi.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Hong Kong
Hong Kong: Pemerintah akan Menarik RUU Ekstradisi yang Menjadi Sumber Kerusuhan
Protes Hong Kong: Pengunjukrasa Blokade Kereta dan Jalan-jalan Menuju Bandara
Protes Hong Kong: Aktivis Muda Pro Demokrasi Terkenal Joshua Wong Ditangkap Lagi
Protes Hong Kong: Apakah China Bisa Campur Tangan Militer dan Politik?
Pengunjuk Rasa dan Polisi Hong Kong terlibat Bentrokan di Sejumlah Lokasi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
KPK Salah Jalan
DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU MD3
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Festival Budaya Bahari Internasional Bakal Digelar di Pulau Tidung
Gubernur Anies Gowes Sepeda Temui Anak Yatim di Ancol
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Wakil Ketua DPR: UU Otsus Papua Perlu Direvisi
DPR RI Pilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK Baru Periode 2019-2023
BJ Habibie Wafat, Pemerintah Ajak Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang
Tenaga Kerja Asing (TKA) Semakin Dipermudah, Masa Depan Rakyat Indonesia Semakin Suram
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]