Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Batam
Presiden Jokowi akan Buka Kantor Khusus untuk Kembangkan Batam, Bintan, dan Karimun
Tuesday 28 Jul 2015 17:14:24

Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Liong melakukan konperensi pers bersama, di Istana Kepresidenan Singapura, Selasa (28/7)
SINGAPURA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, pemerintah ingin serius menyelesaikan masalah free trade zone, industrial zone, yang ada di Batam, Bintan, dan Karimun. Karena itu, untuk menyelesaikan masalah-masalah regulasi, masalah kewenangan di daerah, pemerintah akan membuat satu kantor khusus yang akan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Batam, Bintan, dan Karimun.

“Kami ingin sekali lagi mengundang lagi investor dr Singapura sebanyak-banyaknya untuk menanamkan investasinya di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun, dan sekitarnya,” kata Presiden Jokowi dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Liong, di Istana Kepresidenan Singapura, Selasa (28/7).

Presiden juga mengemukakan, bahwa Singapura dan Indonesia telah sepakat untuk bersama-sama melakukan kerjasama promosi untuk pariwisata menjadi sebuah paket destinasi bersama. Diharapkan dengan kerja sama promosi ini turis yang datang ke Singapura dan Indonesia menjadi lebih banyak dan naik dari tahun sebelumnya.

Adapun terkait masalah kemananan, menurut Presiden Jokowi, Indonesia dan Singapura sepakat akan saling tukar-menukar informasi, saling tukar-menukar hal-hal yang berkaitan dengan terorisme dan ISIS, yang menjadi tantangan hampir di semua negara.

“Singapura dan Indonesia sangat concern mengenai masalah ini,” ujar Jokowi.

Sementara terkait masalah investasi, Presiden Jokowi mengemukakan, sore ini ia akan mengundang sebanyak-banyaknya investor dari Singapura, yang merupakan investor terbesar di Indonesia. Diharapkan ke depan akan lebih banyak lagi investor dari Singapura yang menanamkan investasinya di Indonesia.

Sambut Baik

Sebelumnya PM Singapura Lee Hsien Liong dalam konperensi pers bersama itu menyambut baik kedatangan Presiden Jokowi dalam kunjungan kenegaraan pertamanya sejak menjadi presiden terpilih di Indonesia.

Lee juga mengaku senang menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kedua negara karena menambah dimensi ikatan kerjasama, dan lebih mempererat hubungan kedua negara.

“Kami tadi telah membahas tentang bagaimana meningkatkan kerjasama ekonomi yang sudah kuat antara kedua negara dimana Singapura telah menjada investor nomor satu di Indonesia,” jelas Lee.

Selain itu, lanjut Lee, dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi itu, juga dibahas membahas masalah perbatasn kedua negara, dan tantangan dalam menghadapi perkembangan ASEAN.

Sebelum dilakukan pernyataan pers bersama terlebih dahulu dilakukan Penandatanganan Dokumen Kerja Sama (MoU), yaitu:

1. Memorandum of Understanding antara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan The Ministry of Communications and Information of The Republic of Singapore on Electronic Government Collaboration.

2. Memorandum of Understanding antara Menpora Imam Nachrawi dan The Government of Republic of Singapore Minister of Culture Common Youth

3. Kerjasama Strategis yang ditandatangani Ketua Kadin Indonesia Suryo Sulistyo dan Ketua Singapore Business Federation.(SLN/RAH/ES/setkab/bh/sya)


 
Berita Terkait Batam
 
Rencana Pemerintah Amandeman PP 46 Tahun 2007 Kurang Tepat
 
Abdul Basyid Has: Pemkot Batam Harus Tunjukan Komitmen Berantas Korupsi, Bukan Sebaliknya.
 
Peleburan BP Batam Berpotensi Langgar Sejumlah Aturan
 
Presiden Jokowi akan Buka Kantor Khusus untuk Kembangkan Batam, Bintan, dan Karimun
 
Komisi VI Dorong Batam Jadi Pintu Masuk Asean
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Tak Kantongi Izin Kemenkumham
Jelang Penerapan 'New Normal', Pemerintah Perketat PSBB di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota
Amien Rais Sebut New Normal Itu Pengelabuan dan Menyesatkan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Mulai Diadili dalam Kasus Dugaan Korupsi
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Data Jutaan WNI Diduga Dibobol Peretas dari KPU, 'Bisa Disalahgunakan untuk Kejahatan Siber'
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Covid-19
Netty Prasetiyani: 'Indonesia Terserah' Muncul karena Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]