Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Prabowo: Jika Kita Difitnah, Balas dengan Budi Pekerti
2019-03-27 04:33:07

DENPASAR, Berita HUKUM - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta semua pendukungnya jangan pernah membalas jika difitnah. Jikapun harus dibalas, Prabowo mengatakan, maka balaslah dengan kebaikan, bukan dilawan dengan fitnah atau keburukan lagi.

"Kalau kita disakiti, kita kesatria, kita tegar, kita tabah, kita membalas dengan budi pekerti kita. Dicaci maki balas dengan senyum," kata Prabowo saat menyapa ribuan warga Bali di Lapangan Kapten Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Selasa (26/3).

Selama untuk membela rakyat dan masa depan bangsa, Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan, ia bersama pendukungya tidak akan gentar oleh fitnah dan cacian. Menurutnya, hal tersebut bagian dari perjuangan.

"Kita tidak takut difitnah, kita tidak takut diintimidasi, karena kita berada di jalan yang benar. Membela rakyat sendiri adalah sebuah kebenaran," tegasnya.

Pasangan Cawapres Sandiaga Uno di Pilpres 2019 ini mengatakan, cita-citanya ingin agar rakyat Indonesia mendapatkan kehidupan yang adil dan makmur, bukan tantangan. Bahkan untuk mewujudkan cita-cita tersebut, fitnah dan cacian sering didapatkannya.

"Memberantas kemiskinan, memberantas kelaparan adalah jalan yang mulia, kita tidak khawatir. Kalaupun kita hancur itu mulia," kata Prabowo.

Sementara, Calon Presiden Prabowo Subianto juga membuktikan omongannya agar tidak menyerang pribadi lawan politiknya.

Saat ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh berbohong, massa meneriakkan, "Itu Jokowi." Prabowo langsung menegur dan meminta agar pendukungnya bersikap santun.

"Tolong kepada semua pendukung saya, jangan menyerang pribadi seseorang," pinta Prabowo disambut tepuk tangan.

Capres nomor urut 02 ini menegaskan, sesama rakyat Indonesia harus saling menghormati, harus saling merangkul dan tidak membenci satu sama lain.

"Kita berpolitik secara santun, kita kampanye santun. Kita harus saling menghormati," tegas Prabowo.

Pasangan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno ini menyatakan, perjuangannya selama ini bukan untuk dirinya dan Sandi. Ketua Umum Partai Gerindra ini menambahkan, perjuangannya tidak lain hanya untuk masa depan bangsa Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

"Kami hanya ingin membela rakyat kami, kami ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang menang, adil makmur untuk semua," kata Prabowo.(ps/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Pilpres
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Kementan dan Polri Tingkatkan Sinergitas Guna Perketat Pengawasan
Sejumlah Fakta Keanehan Terungkap di Sidang Kasus PT Hosion Sejati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]