Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Polri Tangkap 6 Tersangka Pengedar Shabu Jaringan Internasional Malaysia-Indonesia
2019-02-05 04:04:01

Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto bersama jajarannya saat memberikan penjelasan pengungkapan peredaran narkoba jaringan internasional.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Tipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap dan menangkap 6 tersangka pengedar narkotika jenis methaphetamine alias shabu-shabu jaringan internasional Malaysia-Indonesia sindikat Malaysia-Aceh-Medan. Keenam inisial tersangka yakni Aps, Ef, Jnd, Syl, Hs, dan Ah. Polisi juga memasukkan inisial Abg dan Rhm sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO)

Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, kronologi pengungkapan berdasarkan hasil analisa tim satgas NIC (Narcotic Investigation Center) Direktorat Tipidnarkoba Bareskrim Polri yang mendapatkan informasi adanya peredaran narkotika jenis shabu jaringan internasional jalur Malaysia-Aceh-Medan.

"Pada hari Jum'at tanggal 18 januari 2019 sekira pukul 16.00 wib, Tim NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap tersangka Aps di Dusun Cilacap No. 112, Kelurahan Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Adapun tersangka Aps yang berperan sebagai pencari orang untuk memuat shabu dari Malaysia ke Indonesia atas perintah Ah," papar Eko di kantor Direktorat Tipidnarkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta, Senin (4/2).

Kemudian, lanjut Eko, pada tanggal 19 januari 2019 sekira pukul 11.50 Wib tim melakukan pengembangan dan menangkap tersangka an. Ei di rumah yang terletak di Desa Matang Glumpang Il Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi NAD yang berperan memerintahkan Abg (DPO) dan Rhm (DPO) untuk mengambil sabu di laut perbatasan Malaysia-Indonesia, namun boat Abg dan Rhm mogok di laut dengan jarak sekitar 80 mil dari kuala idi, aceh timur, selanjutnya Ei dan Jnd menjemput Abg dan Rhm, kemudian shabu sebanyak 16 kg diserahterimakan kepada Ei dan Jnd kemudian disimpan di rumah Ei yang beralamat di Desa Matang Glumpang Il Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi NAD.

"Pada tanggal 19 januari 2019 sekira pukul 15.50 Wib tim menangkap tersangka Jnd di halaman Masjid Raya Lama Idi Rayeuk, jalan Raya Medan-Banda Aceh Kec. Idi Rayeuk, Kab. Aceh Timur, Provinsi NAD yang berperan menghubungi Ei untuk mencari boat dan orang untuk mengarnbil shabu di laut perbatasan Malaysia-Indonesia dan Ei melaporkan kepada Jnd boat sudah ada dan orang yang menjemput bernama Abg dan Rhm," kata Eko.

Selanjutnya, pada tanggal 20 januari 2019 sekira pukul 14.53 tim menangkap tersangka Syl di jalan Raya Medan-Banda Aceh desa Seunebuk Muku, Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur, Nangroe Aceh Darussalam, yang diperintah oleh Aps untuk mencari boat dan orang untuk mengambil shabu dari malaysia ke indonesia, kemudian Syl memerintahkan Jnd untuk mencari boat dan orang untuk ambil barang haram tersebut (shabu).

"Pada tanggal 20 Januari 2019 sekira pukul 16.38 Wib, tim menangkap tersangka Ah di rumah yang terletak di dusun damai desa seuriget, kecamatan Langsa, provinsi NAD, yang berperan sebagai pemesan shabu," jelasnya.

Adapun modus operandi sindikat pengedar narkoba jaringan internasional tersebut, yakni dengan melakukan pengiriman barang narkotika melalui jalur laut dengan menggunakan boat dari malaysia ke aceh.

"Daerah peredaran sindikat ini adalah Aceh dan Medan," ujar Eko.

Atas perbuatan 6 tersangka tersebut, Polri mempersangkakan mereka dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan pasal subsidair yakni pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.(bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait Narkoba
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Tingkatkan Ekspor Hortikuktura
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]