Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemindahan Ibu Kota
Politikus Demokrat Beberkan Masalah di Ibukota Baru, Termasuk Ahok?
2020-03-09 09:59:10

Tampak tweet akun Roy Suryo @KRMRoySuryo2.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rencana pemindahan ibukota baru tampaknya terus menuai polemik. Dari mulai kondisi lahan yang juga rawan bencana, hingga terakhir penunjukkan para kandidat pemimpin di wilayah ibukota baru nantinya.

Seperti yang diuraikan politikus Partai Demokrat, Roy Suryo, dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (8/3). Ada sejumlah masalah ibukota baru yang dicanangkan pembangunannya di wilayah Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu.

Dalam cuitannya di akun @KRMRoySuryo2 dengan follower 12.576 akun, ahli telematika ini menyampaikan bahwa daerah ibukota baru tidak bebas bencana.

"Terbukti tidak bebas bencana," ucap Roy Suryo.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLBanten, mantan Menpora ini juga memperlihatkan beberapa potongan pemberitaan yang ternyata rencana pembangunan ibukota Baru ditolak oleh penduduk asli.

Selain itu, lanjut Roy Suroyo, anggaran pembangunan ibukota baru tidak masuk akal. Kemudian, dia juga menyentil calon pemimpin otoritas di wilayah ibukota baru.

"Ada rencana ditunjuk langsung si HoaK yang jelas-jelas Mantan Napi, Tidak Santun, Potensi Banyak bermasalah Hukum," ujar Roy.

Roy Suryo tidak menegaskan apakah yang dimaksud 'HoaK' itu adalah Ahok, panggilan Basuki Tjahaja Purnama yang pernah menjabat Gubernur DKI dan sekarang menjadi Komisaris Utama Pertamina.

"Memang di luar logika akal sehat. Melamar pekerjaan saja perlu SKCK, ini untuk Rencana IBUKOTA NEGARA (bukan sekadar Kampung), bisa-bisanya ada Mantan NAPI? Come on, Penduduk +62 ini 267 juta, kok masih saja hanya nama si HoaK yang muncul. Kemarin jadi Komut Pertamina saja NOTHING," sebut Roy sambil memperlihatkan beberapa potongan berita yang berkaitan dengan Ahok.

Diketahui, Presiden Joko Widodo sudah mengajukan empat calon Kepala Otoritas Ibukota Negara (IKN). Yaitu Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, CEO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyono, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.(ad/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Pemindahan Ibu Kota
 
Pemerintah Perlu Kaji Ulang Rencana Pindah Ibu Kota di Tengah Pandemi
 
Legislator Pertanyakan Draf Resmi RUU IKN Pemerintah
 
Faisal Basri Sindir Proyek Ibu Kota Jalan Terus di Tengah Pandemi Covid-19
 
Politikus Demokrat Beberkan Masalah di Ibukota Baru, Termasuk Ahok?
 
Aneh, Calon Pemimpin Ibukota Baru Sudah Dirilis Sementara UU-nya Entah Dimana
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus Djoko Tjandra, Benny Harman: Sebaiknya Menko Polhukam Tidak Main Ci Luk Ba, Bosan Kita!
Pemerintah Tetap Jalankan Tapera, Legislator Beri Masukan
Fadli Zon: Hati-Hati Utang BUMN Bisa Picu Krisis Lebih Besar
Lapor JAGA Bansos, Data Pelapor Dijamin Aman
KPK Monitor Implementasi Bansos Covid-19 di DKI Jakarta dan Kemendes PDTT
Pemerintah dan DPR Perlu Duduk Bersama Batalkan RUU HIP
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Penyelidikan Kasus Dugaan Suap THR Rektor UNJ Distop, Polda Metro: Tidak Memenuhi Unsur Tindak Pidana Korupsi
Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra
Ongkosi Anak Buahnya Serang Nus Kei, John Kei Juga Sebut Penghianat Itu Hukumannya Harus Mati
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK
Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!
Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]