Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Polisi Tangkap Inisiator Pembuat Laboratorium Clandestai Liquid Vape Narkotika
2018-11-08 20:39:27

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvin Simanjuntak bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (8/11).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polisi tangkap tersangka TY yang menjadi inisiator pembuatan laboratorium Clandestai Liquid Vape mengandung narkotika (THC, MDMA dan 5 Fluro ADB) di Jalan Janur Elok VII QH5, Kelapa Gading. Tersangka TY merupakan napi di Rutan Cipinang.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvin Simanjuntak menyampaikan uang hasil kejahatan TY diserahkan kepada istrinya DW.

"Istri tersangka TY telah 6 kali membayar bahan baku pembuatan tembakau gorilla dan liquid vafe mengandung 5 Fluoro ABD, THC dan MDMA melalui Bitcoin sekitar Rp 1.050.000.000," ujar Calvin di lokasi, Kamis (8/11).

Sedangkan untuk membuat liquid illusion tersangka TY dibantu tersangka VIN mencari 100 butir ekstasi. Tersangka TY sejak September 2016 sampai Oktober 2018 telah memproduksi 22 produk tembau gorilla dan liquid vafe.

Mereka menyewa rumah mewah di daerah Kelapa Gading dengan harga Rp 140 juta setahun. Dan mereka sudah 8 bulan memproduksi liquid vafe dan tembau gorilla mengadung narkotika.

"Aktivitas produksi sudah berjalan delapan bulan di sini (Kelapa Gading), sedangkan di apartemen Basura dan Paladian berkisar 2-3 bulan. Kita berhasil mengungkap siapa yang mengendalikan barang-barang ini. Empat orang tersangka ditangkap di Rutan Cipinang. Tersangka perempuan merupakan istri otak pelaku yang menyiapkan dana, menyiapkan hal-hal teknis lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan dari pengembangan 11 tersangka yang lebih dulu ditangkap, bertambah menjadi 18 tersangka. Hasil pengembangan terdapat tujuh tersangka termasuk seorang wanita, istri inisiator liquid vape mengandung narkotika.

"Kami sudah tangkap DPO-nya. Rumah yang dijadikan mini lab. Ini adalah rumah kontrakan seharga Rp 140 juta per tahun dan baru beroperasi delapan bulan," kata Argo.

Menurut Argo, para tetangga tidak mengetahui aktivitas di dalam rumah dua lantai itu, mereka hanya mendengar gonggongan anjing dari dalam.

"Para tetangga tidak mengetahui pembuatan narkoba di rumah ini. Vape elektrik ini operasinya sangat rapi. Kita dari Polda Metro Jaya meminta agar aturan vape elektrik masuk bebas ke Indonesia ditinjau kembali. Bila perlu tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia," tegas Argo.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Narkoba
Polda Metro dan Bea Cukai Tanjung Priok Mengungkap 30 Bungkus Teh Cina Berisi Sabu 31,7 Kg
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Kejari Samarinda Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Kosmetik, Obat-Obatan
BNN Menangkap 4 Tersangka Sabu 50 Kg dan Ekstasi 23 Ribu Butir dari Malaysia
Sat Narkoba Polres Jakbar Bersama Bea Cukai dan DEA AS Menangkap 4 Tersangka Narkoba WNA Cina
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Penggunanya
Utang Pemerintah yang Besar akan Menyulitkan Negara Menalangi Utang Swasta Seperti Krisis 97/08
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan Mahal, Menhub: Itu Bukan Urusan Saya
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]