Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penipuan
Polisi Menangkap Pasutri Lyana dan George Kasus Penipuan Penukaran Valas
2019-02-11 16:13:38

Team Subdit II Fismondev Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya saat jumpa pers dengan 2 tersangka penipuan Valas di Polda Metro Jaya (Senin (11/2).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit II Fismondev Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya menangkap 2 tersangka pasangan suami istri (Pasutri), Lyana alias LW dan George alias GRH kasus penipuan. Tersangka menipu korban penukaran valas, dengan selisih yang menggiurkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan tersangka suami istri ini dengan bujuk rayu menawarkan dan menjual valas dengan mata uang asing ke para korban, kemudian uang setelah diterima lalu mata uang asing tersebut tidak diberikan tersangka kepada korban.

"Tersangka membujuk kepada korbannya, dengan penukaran selisih valas yang menggiurkan dan memberi kemudahan pelayanan di money changer yang mereka miliki," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Senin (11/2).

Akibat aksinya, menurut Argo, ketika nilai valas mengalami penurunan tersangka tidak dapat mengembalikan. Alasan tersangka menggunakan uang valas untuk kebutuhan pribadi dengan alasan untuk membayar hutang nasabah sebelumnya (gali lubang tutup lubang).

"Selama melakukan aksi penipuan valas terhadap korban, tersangka meraup puluhan miliar," tutur Argo.

Barang bukti yang disita berupa beberapa lembar aplikasi setoran/transfer/kliring/inkaso ke beberapa rekening Bank; beberapa lembar bukti setoran tunai ke beberapa rekening Bank; beberapa lembar konfirmasi Transaksi ke rekening beberapa Bank; beberapa lembar tanda bukti penyetoran ke rekening beberapa Bank; satu lembar fotocopy tanda buktipenyetoran ke rekening beberapa Bank; satu bundle print out percakapan melalui WhatsApp antara Tersangka LW dengan beberapa korban; enam lembar print out percakapan WhatsApp antara Money Changer dengan tersanga LW.

Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP jo Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf b UU RI No. 7 tahun 1992 tentang Tindak Pidana Perbankan, dan Pasal 3 UU RI No.8 tahun 2010 tentang TPPU.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Penipuan
FBI Memburu 'Ratu Penipu Hollywood' yang Mengirim dan Memperdaya Korban ke Jakarta
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
JPU Tuntut Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda 4 Tahun Penjara
Cyber Crime Ditreskrimsus PMJ Tangkap 4 Pelaku Order Fiktif Gojek
Polisi Menangkap Pasutri Lyana dan George Kasus Penipuan Penukaran Valas
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Tingkatkan Ekspor Hortikuktura
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]