Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembunuhan
Polisi Menangkap Dosen UNM Makassar Pembunuh Teman Sekantornya dalam Mobil
2019-03-24 10:34:41

Korban pembunuhan di dalam Mobil.(Foto: Istimewa)
MAKASSAR, Berita HUKUM - Kepolisian Reskrim Polres Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya menangkap Dr. Wahyu Jayadi, Spd seorang Dosen pada Perguruan Tinggi Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai pelaku pembunuh wanita berjilbab dalam mobil yang bernama Sulaiha Djafar, W yang merupakan teman sekantor korban yang juga dosen Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kapolres Kabupaten Gowa melalui Humas Polres Gowa AKP Tambunan yang diminta keterangannya oleh pewarta BeritaHUKUM.com pada, Sabtu (23/3) mengatakan tim gabungan dari Polres Gowa, di-back up Resmob Polda Sulsel, telah mengamankan pelaku WJ (Wahyu Jayadi) di RS Bayangkara, Sabtu (23/3).

"Kami telah amankan adalah WJ atau Wahyu Jayadi di RS Bayakara, dia datang berpura pura melihat jenaza korban bersama teman temannya UNM di Rumah Sakit, dia dosen di UNM," ujar AKP Tambunan.

Jenazah Sulaiha ditemukan warga Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, dalam sebuah mobil berwarna biru, nomor polisi DD 2742 NM Jumat (22/3), sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat ditemukan di leher korban yang sudah tidak bernyawa tersebut tersangkut sabuk pengaman. Almahruma Sulaiha Djafar yang diketahui sebagai istri pejabat Dinas Kehutanan Pemkab Barru dan memiliki 3 orang anak.

Penyebab kematian tidak wajar dugaannya pembunuhan, dan dari hasil penyelidikan dan interogasi yang dilakukan Polusi, pelaku mengatakan ini hanya masalah pekerjaan di kantor, terang Ipda Sunardi Panit Resmob Polda Sulsel, Sabtu (23/3).

Sunardi mengungkapkan korban Sulaiha Jafar diketahui sebagai teman sekantor pelaku. Mereka sebelumnya berada di dalam mobil yang sama dari Jalan Sultan Alauddin, Makassar, menuju Kabupaten Gowa untuk menyelesaikan masalah cekcok mereka di kantornya. Bukannya membaik, dalam perjalanan tersebut keduanya justru semakin terlibat perselisihan hebat, hingga akhirnya pelaku naik pitam dan memutuskan menghabisi nyawa Sulaiha.

"Yang bersangkutan pada saat di perjalanan menghentikan mobilnya di (Jalan) Macanda, Kabupaten Gowa. Korban tiba-tiba mendorong kepala pelaku, pada saat itu juga pelaku langsung kalut merespons mencekik korban dua kali. Saat itu pelaku merasa korban melawan hingga pelaku mencekik korban sampai mengembuskan napas terakhirnya," tegas Ipda Sunardi.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Pembunuhan
Polisi Menangkap Dosen UNM Makassar Pembunuh Teman Sekantornya dalam Mobil
Penyanyi Rap Gay, Kevin Fret, Ditembak Mati di Puerto Rico
Chiko Terbukti Membunuh di THM, Hakim Vonis 15 Tahun Penjara
Chatingan Facebook Membawa Maut, Suami Bunuh Mantan Pacar Istrinya di Samarinda
Dua Pelaku Pembunuhan Pemandu Karoke Tiba di Polres Metro Jakarta Selatan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Pemerintah Diminta Lebih Peka Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pasca Perpres 125/2016
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Ketua MPR: Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan
Komite I DPD RI Desak Pemerintah untuk Percepat Pembentukan DOB
Terkait UU KPK, BEM Uhamka Usul Adakan Diskusi di Lingkungan Kampus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Ninoy Kena Pukulan Amuk Massa, Ketum PA 212 Minta Ustadz Bernard dan Aktivis Al Falah Dibebaskan
Soal Jatah Kursi Menteri, Pemuda Muhammadiyah Dorong dari Profesional
Jokowi Tetap Dilantik
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]