Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Polisi Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Barang Bukti 59 kg
2020-02-12 13:39:40

Konferensi pers pengungkapan kasus peredaran sabu jaringan Malaysia-Indonesia.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran gelap narkoba jenis Sabu jaringan Internasional Malaysia-Indonesia. Adapun barang bukti yang diamankan total seberat 59 kilogram.

"Ini sindikat Malaysia ke Bengkalis, Dumai, Pekanbaru, Jambi, Medan," ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (12/2).

Krisno menjelaskan, kronologi pengungkapan pada awal Januari 2020, Tim 1 Satgas NIC Direktorat Narkoba Polri mendapat info dari warga bahwa di wilayah Pekanbaru ada jaringan pengedar yang hendak menyelundupkan narkoba jenis Sabu dan Ekstasi, dari Malaysia melalui laut Pekanbaru.

Bersama Polres Dumai dan Polda Riau, Satgas NIC Bareskrim Polri pada Selasa, (21/1) sekitar pukul 09.30 WIB membuntuti 1 mobil avanza menuju penginapan Rainbow Pekanbaru.

"Mereka diduga akan melakukan transaksi Sabu. Kemudian dilakukan pengejaran sampai jalan Hang Tuah kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, mereka berhasil ditangkap," paparnya.

Kemudian polisi kembali melakukan penyelidikan di wilayah Dumai dan Bengkalis. Juga melakukan profiling terhadap sindikat yang akan melakukan transaksi narkoba.

"Pada Selasa, 4 Februari di Simpang Bangko, Bukit Kapur, Bengkalis. Dua tersangka ditangkap atas nama MBO dan Panjul (PJ), berikut dua karung narkotika jenis Sabu berisi 25 bungkus seberat 25 kg," bebernya.

"Dari interogasi tersangka, diketahui Narkoba keseluruhan sebanyak 30 bungkus dan sudah dibagi dua. Setelah dibagi, masih ada 5 kg yang masih disimpan oleh seseorang," jelas Krisno.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan pada 5 Februari 2020 di kecamatan Dumai Timur, polisi menciduk seseorang bernama Tulang (TL) membawa Sabu 5 kg yang ditanam di ladang.

"Lima hari kemudian, di SPBU Teluk Binjai, Dumai Timur berhasil ditangkap tersangka Riki (RI) dan SI membawa barang bukti sabu sebanyak 14 kg," tambahnya.(bh/amp)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Positif Gunakan Narkoba, Polisi: Lucinta Luna Ditahan di Sel Khusus
 
Polisi Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Barang Bukti 59 kg
 
Polres Gorut Gagalkan Penyeludupan Narkoba Seberat 35 Gram
 
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pengedar Kokain, Pelaku Artis dan Pengacara
 
Ditresnarkoba PMJ Ringkus Pembuat dan Pengedar Ganja Sintesis Jaringan Surabaya-Jakarta
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap Mantan Wakil Bupati Sarmi Papua Yosina Troce Insyaf
Kronologi Meninggalnya Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Sempat Minta Mie Instan
MUI Desak Aparat Segera Tangkap Perusak Rumah Ketua PA 212
WALHI: Konyol! Pasal Penjerat Pembakar Hutan Dihapus Jokowi di Omnibus Law
Komisi VIII Komitmen Kawal Pengelolaan Keuangan Haji
Kelangkaan Gula Pasir Diindikasi Akibat Permainan Mafia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
MUI Desak Aparat Segera Tangkap Perusak Rumah Ketua PA 212
Kelangkaan Gula Pasir Diindikasi Akibat Permainan Mafia
Legislator Minta 'Omnibus Law' Jangan Rusak Lingkungan
Dinilai Hancurkan Kehidupan Buruh Indonesia, KSPI Tegas Menolak Draft RUU Omnibus Law
Indonesia Sangat Subur, Impor Harus Dikurangi
Pemerintah Dinilai Tidak Transparan Soal Perumusan Undang-Undang Omnibus Law
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]