Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 

Polda Metro Tangkap WN Haiti
Wednesday 24 Aug 2011 21:58:25

Kasubdit Cyber Crime Polda Metro, AKBP Hermawan saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: BeritaHUKUM.com/IRW)
*Diduga lakukan penipuan investasi fiktif via internet

JAKARTA-Tim khusus cyber crime Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan melalui internet dengan modus investasi fiktif. Dalam kasus tersebut, petugas meringkus seorang warga negara Haiti. Ia ditangkap di sebuah hotel di Jakarta, bersama barang bukti uang tunai 1.500 dolar AS.

Pelaku bernama Brolline Egypt ditangkap pada Senin (22/8) lalu, di Hotel Formula One, saat setelah menerima uang tunai dalam bentuk dolar AS dari salah satu korbannya berinisial AS. Ketika ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap petugas.

Kasubdit cyber crime Polda Metro, AKBP Hermawan mengatakan, modus penipuan yang dilakukan tersangka dengan menawarkan kerja sama investasi untuk mendirikan perumahan dan rumah sakit di Indonesia.

“Penipuan yang dilakukan tersangka melalui layanan internet. Tersangka tidak sendiri, tapi bersama dua tersangka lainnya, yakni Hajia Amshow Yusuf dan James Mark yang berdomisili di Haiti,” kata dia kepada wartawan di Mapolda Metro, Jakarta, Rabu (24/8).

Hermawan menjelaskan, dalam aksinya sindikat penipuan ini mengirimkan proposal kerjasama ke email milik sejumlah perusahan di Indonesia dengan nilai investasi sebesar 6 juta dolar AS. Untuk membuat korban tergiur, sindikat ini menjanjikan korbannya keuntungan sebesar 30 persen dari nilai proyek.

Kasus ini dapat terungkap, setelah korban yang merupakan seorang karyawan di perusahaan perminyakan, curiga setelah menyerahkan uang sebesar 2.000 dolar AS kepada tersangka Brolline sebagai uang permulaan bisnis. Korban pun langsung melaporkannya kepada pihak berwajib.

Saat ini, ujar Hermawan, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan korban dalam aksi penipuan sindikat ini lebih dari satu orang. Polisi pun akan bekerja sama dengan pihak interpol untuk memburu dua pelaku lainnya yang diduga berada di Haiti.

“Terhadap tersangka Brolline, kami telah menjeratnya dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan serta UU ITE. Dia dapat terancam penjara lebih dari enam tahun,” tandasnya.(irw)

Share : |

 
Berita Terkait
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua DPRD Kaltim: Jembatan Kelay dan Sambaliung di Berau Terancam Roboh
Pandangan KPU, Bawaslu, DKPP, dan Ahli MK tentang Pemilu 'Serentak'
Sedulur Jokowi Apresiasi Sikap Tegas Presiden Jokowi akan Copot Menteri Jika Tidak Serius Kerja
Legislator Kritisi Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia
Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor
Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP
Jaksa Agung Harus Non Partisan, Pengamat: Yang Penting Jangan Terafiliasi dengan Parpol
Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]