Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penipuan
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penipuan Sertifikat Tanah dan E-KTP Palsu
2020-02-13 00:06:46

Konferensi pers pengungkapan kasus sindikat penipuan serta pemalsuan sertifikat tanah dan E-KTP Palsu.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit Harda (Harta Benda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Kementerian ATR/BPN berhasil membongkar sindikat pemalsuan dokumen sertifikat tanah dan KTP elektronik. Dari pengungkapan kasus itu, polisi telah mengamankan tujuh orang dari sepuluh tersangka terkait sindikat pemalsuan sertifikat tanah tersebut.

"Jadi tim telah mengamankan 7 orang tersangka terkait sindikat mafia (pemalsuan sertifikat) tanah tersebut," kata Nana, di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/2).

Ketujuh orang tersebut, lanjut Nana, antara lain; Raden Handi, Dedi Rusmanto, Arnold, Teguh, Hendry Primariady, Siti Dzubaedah, dan Bugi Martono.

Kejadian bermula ketika korban bernama Indra Hoesein akan berniat menjual rumah di Jalan Brawijaya III No.12 Jakarta Selatan. Akan tetapi korban justru ditipu oleh para tersangka. Nana menyebut dari kasus penipuan itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp 85 miliar.

"Jadi untuk kerugian diperkirakan Rp 85 miliar dengan rincian Rp 70 miliar dari pemilik sertifikat rumah dan Rp 11 miliar dari rentenir yang memberikan pinjaman," katanya.

Selain itu, pihaknya juga masih memburu tersangka lainnya bernama, Neneng Zakiah, Diah alias Ayu. Para tersangka itu juga sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke (1) KUHP dan atau Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 Pasal 3, 4, 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.(pmj/bh/amp)


 
Berita Terkait Penipuan
 
Modus PK Joko Tjandra Ternyata Sudah Dilakukan Dalton Tanonaka WN Amerika (USA)
 
Jack Boyd Lapian Laporkan Mantan Kliennya ke Polisi Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan
 
Dirut PT KCN dan Pengacaranya Dipolisikan oleh PT KBN
 
Presiden RI dan DPR Diminta Campur Tangan Soal Dugaan Penipuan Investasi PT MPIP
 
Koperasi Indosurya Dipolisikan Nasabah Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Murid-Murid Tak Punya Handphone Kepsek PAUD SAAJA Minta Kadisdik Turun Kelapangan
Sekjen GNPF: KAMI Punya Keprihatinan, Kegelisahan Dan Kemarahan Yang Sama Tentang Situasi Negeri
Ledakan Dahsyat Lebanon: Puluhan Meninggal, Ribuan Luka-luka, 'Seluruh Beirut Terhantam, Orang-orang Berlumur Darah'
Komisi X Akan Panggil Mendikbud Terkait Dana Kuota
Pemimpin Sejati Itu Memaafkan
Kejari Gunungkidul Tahan Lurah AG karena Dugaan Korupsi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Para Tokoh Bangsa Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI)
Besok!! Ganjil Genap Kembali Berlaku, Polda Metro: Penindakan atau Tilang Mulai 6 Agustus 2020
Buronan Djoko Tjandra Akhirnya Ditangkap Bareskrim Polri di Malaysia
Polri Berhasil Gagalkan Peredaran 200 Kg Sabu Jaringan Internasional
Anggota DPR Dukung Sikap NU, Muhammadiyah dan PGRI Mundur dari POP Kemendikbud
Kader Gus Dur Kecewa Jokowi Tak Adil pada Relawan Pilpres 2019
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]