Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Lapas
Petugas Lapas Bontang Seperti 'Algojo', Napi Dipukul Diduga Hingga Bocor Kepala
2019-01-07 08:54:49

Ilustrasi. Gedung Lapas Kelas III Bontang.(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berira HUKUM - Satu Napi dari warga binaan Lapas Kelas III Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) yang merupakan pengalihan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sempaja Samarinda pada, Sabtu (5/1) diduga kuat dipukul oleh petugas Lapas sampai babak belur hingga kepalanya mengeluarkan darah.

Napi Narkoba pengalihan dari Rutan Sempaja Samarinda yang diketahui bernama H. Amir warga Samarinda Seberang, mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari petugas Lapas Bontang dihari pertama setelah tiba dari Samarinda. Dia dipukul oleh petugas hingga babak belur dan sampai kepalanya mengeluarkan darah, terang orang tuang Napi H. Amir kepada pewarta BeritaHUKUM.com pada, Minggu (6/1) sekitar pukul 20.00 Wita.

"Anak saya yang di penjara kasus narkoba di Rutan Sempaja Samarinda, Sabtu (5/1) di pindahkan ke Lapas Bontang. Sampai disana dia dipukul petugas sampai babak belur hingga kepalanya mengeluarkan darah," ujar orang tua H. Amir.

Kepada pewarta orang tua Amir mengatakan bahwa, menerima informasi dari anaknya tentang penganiayaan hingga kepalanya berdarah, dan mengancam akan menggerakkan keluarga dan sahabatnya untuk mendatangi Lapas Bontang mempertanyakan dan meminta pertanggungjawaban dari Lapas Bontang terhadap pemukulan anaknya tersebut.

"Kami keluarga di Samarinda dan Rantau Pulung di Kutai Timur (Kutim) sudah siapkan masa dengan beberapa mobil untuk siap serbu Lapas Bontang. Besok pagi kami utus keluarga ke Bontang untuk besuk dan melihat dulu, kalau benar anak saya dipukul hingga kepala mengeluarkan darah maka keluarga saya baik dari Samarinda dan Rantau Pulung siap datangin Lapas Bontang," tegas orang tua H. Amir.

Menanggapi kasus pemukulan warga binaan yang diduga dilakukan oleh Petugas Lapas Bontang, Heru Kepala Lapas Kls III Bontang ketika dikonfirmasi Pewarta pada, Minggu (6/1) malam mengatakan dengan singkat bahwa yang bersangkutan mungkin melawan petugas dan mengaku dirinya masih dalam perjalanan menuju Lapas jadi nanti saya sampaikan lagi.

"Tidak apa-apa itu, saya masih di jalan nanti saya sampai saya cek lagi, iya seperti itu mungkin H. Amir kemarin dia melawan petugas, namun nanti saya sampaikan lagi," ujar Heru singkat.

Disinggung mengenai adanya ancaman dari keluarga korban yang akan menggerakkan keluarga baik dari Samarinda dan Rantau Pulung Kutim mendatangi Lapas Bontang, Kepala Lapas Bontang Heru meminta agar mohon di tahan dulu jangan sampai mendatangin Lapas, pintah, Heru.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Lapas Bontang pada, Minggu (6/1) malam dari Warga Binaan bahwa Haji Amir warga binaan yang baru dikirim dari Samarinda Sabtu (5/1) yang tiba di Lapas Bontang sekitar pukul 11.00 siang.

Mereka sekitar 4 orang di periksa atau di introgasi oleh petugas didalam ruangan tertutup setelah di pukul dimasukkan dalam tahanan kandang macan berukuran kecil yang gelap dan sempit hanya duduk jongkok tidak bisa berdiri.

"Informasi yang kami terima, mereka ada 4 orang yang dipukul oleh petugas Lapas namun kami tidak tau petugas siapa yang pukul karena dalam ruangan tertutup. Habis dipukul ditahan di kandang macam, namun tidak tau bahwa kepala H Amir terluka dan mengeluarkan darah," pungkas sumber yang minta namanya tidak ditulis.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Lapas
Amalan Rakyat Aksi di Depan Lapas Cipinang Menuntut Klarifikasi Pemberitaan Media
Kericuhan di Dalam Lapas Kls 1 Surakarta, Massa Vs Penghuni Lapas
Petugas Lapas Bontang Seperti 'Algojo', Napi Dipukul Diduga Hingga Bocor Kepala
10 Hari Pasca Gempa Tsunami, Lapas Rutan Masih Proses Pemulihan Fasilitas Layanan
BNN dan Ditjen PAS Komit Bangun Sistem Keterbukaan Lapas
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kornas Anak Republik Berharap Capres Jokowi dan Prabowo Bertemu Langsung Tanpa Utusan
Muffest 2019, Gaungkan Identitas Busana Muslim Indonesia
Ini Kata KPK Soal Pengakuan Tersangka Bowo Terima Uang dari Mendag Enggartiasto
Caleg PDIP Jadi Tersangka Pembakaran Kotak Suara di Jambi
Sembuh, Sandiaga Perintahkan Semua Pendukung Kawal C1
Data C1 Tak Seluruhnya Benar, C Plano Adalah Kunci
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ini Kata KPK Soal Pengakuan Tersangka Bowo Terima Uang dari Mendag Enggartiasto
Data C1 Tak Seluruhnya Benar, C Plano Adalah Kunci
Cegah Konflik Usai Pemilu, MUI Keluarkan Tausiyah Kebangsaan
DKPP Mesti Periksa Komisioner KPU Yang Coba Curangi Perhitungan Suara Pilpres
Sebut Ada Kecurangan Massif, Fahri Hamzah: Kita Harus Serius dan Bersatu
Prabowo: Saya Akan Jadi Presiden Untuk Semua Rakyat, Termasuk Pendukung Jokowi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]