Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Virus Corona
Pesan WNI Yang Ada di Kapal Diamond Princess untuk Jokowi: Kami Juga Indonesia, Pak Presiden
2020-02-24 10:21:21

JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia adalah satu-satunya yang sampai saat ini belum ada kepastian soal penjemputan WNI yang ada di dalam kapal pesiar Diamond Princess. Hal itu disampaikan oleh para WNI yang ada di kapal tersebut melalui unggahan sebuah video

Ketidakpastian itu mereka dapatkan lewat keterangan dari kapten kapal. "Sementara kru lainnya seperti dari India dan Filipina sudah terkonfirmasi akan dijemput Senin (24/2) dan Selasa (25/2)," keluh para WNI itu.

Mereka pun meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera memulangkan mereka. Melalui tayangan sebuah video, para WNI itu menunjukkan kertas bertuliskan: "Kami ingin pulang secepatnya, Jangan biarkan kami terpapar virus covid-19, dan jemput kami pak presiden secepatnya'.

Suara seorang wanita dalam video itu terdengar berkata tidak ingin lama-lama berada di sana dan meminta dijemput menggunakan pesawat.

"Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat. Kami yang berada dalam Princess di Yokohama sudah sangat takut ibaratnya dibunuh secara pelan-pelan. Kami di sini untuk menghidupi keluarga yang ada di Indonesia. Jangan biarkan kami sakit dan mati perlahan-lahan karena kelamaan dievakuasi," ujar seorang wanita dalam video tersebut.

Video tersebut diunggah melalui akun @abcaustralia_id dan ditujukan kepada akun @jokowi.

"Kami mohon jangan dijemput dengan menggunakan kapal yang memakan waktu selama 2 minggu perjalanan sampai ke Jepang. Jemput kami sekarang, Pak. Dengan pesawat. Kami juga Indonesia, Pak Presiden," suara seorang pria terdengar menimpali.

Dituliskan oleh @abcaustralia_id, bahwa para WNI kru kapal Diamond Princess mengaku ini belum dikarantina sejak kapal bersandar di Yokohama, 4 Feb lalu. Mereka sampai kemarin masih bekerja dengan normal melayani penumpang yang dikarantina.

Kini setelah penumpang kapal pulang, nasib mereka masih belum jelas.

Kru WNI kapal baru diperiksa kesehatannya dengan metode swab lendir di tenggorokan pada Kamis (20/2) dan Jumat (21/2) lalu.

Selain opsi dievakuasi dengan KRI Dr Soeharso, sempat dikabarkan opsi 14 hari karantina di atas Diamond Princess. Tetapi mereka minta dijemput secepatnya.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa segera dilakukan penjemputan dalam waktu seceparnya.

"Segera kita evakuasi. Saat ini proses penjemputan sedang dipersiapkan oleh kementerian dan lembaga terkait. Ini telah kta lakukan secara intensif," ujar Judha, ketika dihubungi oleh Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/2).

Kapal Diamond Princess tiba di Pelabuhan Yokohama di selatan Tokyo dengan membawa sekitar 3.700 penumpang dan awak. 78 di antara awak itu adalah WNI. Virus corona menyerang penumpang kapal, hingga pada Jumat lalu ada 630 penumpang terinfeksi virus corona. Empat di antara WNI itu positif tertular.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan akan secepatnya memutuskan evakuasi untuk para 74 warga negara Indonesia (WNI) di Kapal Pesiar Diamond Princess yang negatif terinfeksi virus Corona. Tidak hanya cara evakuasi, dia akan mempersiapkan penempatan rumah sakit yang akan diputuskan.(re/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Virus Corona
 
Status PSBB Covid-19 DKI Jakarta Mulai Diberlakukan 10 April 2020
 
Aturan yang Dikeluarkan Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Terlalu Banyak
 
Komisi I Minta Arus Masuk-Keluar Indonesia Diperketat
 
Virus Corona: 'Lockdown' di Wuhan Berakhir, Warga Bisa Keluar Kota Pertama Kali Sejak Januari
 
Anies Di Pusaran Fitnah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Jaksa Tuntut Hukuman Mati Kepada 4 Terdakwa Jaringan 41 Kg Sabu
BNN Bersama Ormas, Aktivis Anti Narkoba Bagikan Paket Sembako: Aksi Peduli Kemanusiaan Wabah Covid-19
Nasir Djamil Minta Manajemen Apartemen Sudirman Mansion Jangan Sewenang-Wenang kepada 6 Pekerjanya
RI Negara Pertama Asia Jual Surat Utang Global Rp 69 T dan Terbesar dalam Sejarah Indonesia
WALHI Layangkan Surat Terbuka Agar DPR RI Mencabut Omnibus Law CILAKA
Ojek Online Minta Jam Operasional dan Lokasi Gerai Toko Tani Kementan Ditambah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Status PSBB Covid-19 DKI Jakarta Mulai Diberlakukan 10 April 2020
Polri Siap Tangani Kejahatan Potensial Selama PSBB
KPK Tegaskan Tolak Pembebasan Koruptor Karena COVID-19
Muhammad Syarifuddin Resmi Jabat Ketua Mahkamah Agung yang ke 14
Surat Terbuka Sohibul Iman Presiden PKS Kepada Presiden RI Joko Widodo
Ditengah Pandemi Covid-19 Peredaran Narkotika 'Gorila' Makin Merajalela, 12 Tersangka Dibekuk Polisi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]