Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
Pertama Sejak 1953: Pemimpin Korea Utara Melintas Masuk Korea Selatan
2018-04-27 16:12:35

Kim Jong-un mengagetkan banyak orang dengan mengajak sejawatnya dari Selatan. Presiden Moon Jae-in, untuk melangkah melintasi garis demarkasi, memasuki wilayah utara.(Foto: twitter)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Kim Jong-un, menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menginjakkan kaki di Korea Selatan sejak berakhirnya perang pada 1953, dengan melintasi garis militer yang membelah semenanjung Korea.

Lawatan yang dimulai Jumat (27/4) ini sekaligus menandai pertemuan puncak pertama kedua negara selama kurun lebih dari satu dekade terakhir.

Kim Jong-un berjalan melewati garis demarkasi di zona demiliterisasi (DMZ) untuk menemui Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in.

Pada momentum simbolik itu, di perbatasan, pemimpin Korea Selatan Moon Jae-in berjabat tangan erat dengan Kim Jong-un.

Tak lama kemudian kedua pemimpin negara, yang secara teknis masih dalam keadaan berperang karena tidak ada perjanjian yang mengakhiri perang Korea, menggelar pembicaraan.

Dalam perjumpaan pembuka yang hangat itu Kim jong-un mengatakan dia berharap terjadinya diskusi-diskusi 'blak-blakan' di antara mereka.

Kim Jong-un and Moon Jae-in walk through the DMZHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionKim Jong-un dan Moon Jae-in, disambut pasukan kehormatan dalam busana tradisional.

Beberapa bulan yang lalu Korea Utara selalu dalam retorika perang, tetapi sekarang mereka mungkin akan membahas perjanjian damai dan kesepakatan senjata nuklir.

Sebagian besar fokus KTT telah disepakati sebelumnya, tetapi banyak pengamat tetap sangat skeptis tentang tawaran Korea Utara untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.

Betapa pun, seluruh Korea Selatan terpaku saat pemimpin kedua Korea berjabat tangan di kedua sisi perbatasan di zona demiliterisasi yang membagi kedua negara.

Peta kunjungan Kim Korut Korsel

Publik kemudian dikejutkan pemandangan lain: Kim Jong-un mengajak sejawatnya presiden Korea Selatan untuk melangkahkan kaki sebentar ke belakang, melintasi garis demarkasi ke Korea Utara, sebelum keduanya berbalik kembali ke Korea Selatan - sambil berpegangan tangan.

Itu adalah momen yang tampaknya tidak dirancang dalam peristiwa yang susunan acaranya direncanakan sangat rinci itu.

Kim Jong-un and Moon Jae-in walk in the DMZHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionKedua pemimpin kembali ke wilayah Korea Selatan setelah brjalan sedikit memasuki wilayah Utara, sambil berpegangan tangan.

Sesi pertama telah selesai dan keduanya makan siang secara terpisah. Kim Yong-un kembali ke Korea Utara dengan limusin hitam yang dijaga ketat untuk makan siang. Dia akan menyeberang kembali ke perbatasan di sore hari untuk melanjutkan diskusi.

Sejarah baru di mulai

Kedua pemimpin disambut oleh pasukan penghormatan dalam kostum tradisional di sisi Korea Selatan. Keduanya kemudian berjalan ke Wisma Perdamaian di Panmunjom, sebuah kompleks militer di zona demiliterisasi (DMZ) antara kedua negara.

"Sebuah sejarah baru sekarang dimulai - di titik awal sejarah dan era perdamaian," demikian pesan yang ditulis Kim Jong-un di buku tamu di Wisma Perdamaian.

Kim Jong-un dan Moon Jae-in bersalaman di kawasan DMZ.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionKim Jong-un dan Moon Jae-in bersalaman di kawasan DMZ.

Pertemuan pertama di antara para pemimpin kedua Korea dalam lebih dari satu dekade itu juga diselingi oleh momen-momen yang lebih ringan. Kim Jong-un bergurau bahwa ia membawa sejumlah mie dingin Korea Utara yang terkenal itu untuk KTT ini.

"Saya harap Anda benar-benar akan menikmati mie yang kami bawa," katanya santai kepada pemimpin Korea Selatan Moon Jae-in.

Gedung Putih mengatakan pembicaraan itu memunculkan harapan akan terjadinya kemajuan menuju perdamaian dan kesejahteraan. KTT Korea dipandang sebagai pendahuluan untuk pertemuan yang diagendakan antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump, langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya: tidak pernah ada presiden AS yang masih menjabat yang bertemu dengan pemimpin Korea Utara.(BBC/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Korea Utara
KTT Trump-Kim: Jabat Tangan Kim dan Trump Bersejarah dalam Rentetan Gambar
Pertemuan Puncak Trump-Kim: Rakyat Korea Utara 'Tak Tahu Banyak'
AS dan Korut Persiapkan Pertemuan Puncak Trump-Kim, Setelah Sempat Dibatalkan
Donald Trump Sebut Pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura Mungkin Batal
Pertama Sejak 1953: Pemimpin Korea Utara Melintas Masuk Korea Selatan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sepasang Kekasih Dibegal di Jembatan 3 Pintu Masuk Pertamina Kelapa Gading
Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera
Pemerintah Diharapkan Tidak Impor Beras Lagi
Kapolri Resmi Melantik Komjen Pol Ari Dono Sukmanto Menjadi Wakapolri
Ketua MPR: Stabilitas Ekonomi Harus Terjaga
Ketua DPR Ajak Sambut Pemilu dengan Damai
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera
Yusril Ihza Mahendra: PBB Tidak Akan Netral di Pilpres 2019
Desa Air Long Membangun Gudang Desa dari Program Dana Desa
Komjen Pol Syafruddin Dilantik Menjadi Menteri PAN-RB Gantikan Asman Abnur
PB HMI akan Berperan Aktif Dukung Bawaslu dan Polri Sukseskan Pemilu Damai 2019
Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup 7 Ruas Tol Selama Asian Games 2018
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]