Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Opini Hukum    
 
Kemenkes
Perlawanan Siti Fadilah Terhadap Konspirasi Vaksin Flu Burung
Sunday 24 Mar 2013 03:34:05

Ilustrasi
Oleh: @5rigala2012

Sudah ada yang pernah baca buku "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan Di Balik Virus Flu Burung." ??? Buku Tentang Flu Burung Itu Ditulis Siti Fadilah Supari, Kader Muhammadiyah yang jadi menteri Kesehatan kala itu. Banyak yang menduga, karena keberaniannya mengungkap tentang flu burung itu, Siti Fadilah di-bully Amerika via Pemerintahan SBY!. Siti Fadilah dipaksa mundur dari wantimpres lalu dipenjara via rekayasa kasus korupsi.

Amerika sangat geram dengan buku Siti Fadilah tentang flu burung Sehingga Lewat Kaki Tangan & Berbagai Cara Menekannya. Siti Fadilah Tahu Amerika dan Antek-antek Kapitalisnya Manipulasi Virus-virus Flu Burung dari Negara-negara berkembang & direrkayasa jadi vaksin.

Vaksin-vaksin Tersebut Dijual Dengan Harga Selangit. Tamiflu Namanya! Satu-satunya obat yang dipercaya bisa sembuhkan Flu Burung di Dunia.

Lucunya, Tamiflu diborong negara-negara maju & kaya yang justru tak terkena wabah flu burung barang langka harga naik selangit! jika saja dulu indonesia tak dibantu thailand & india, wabah flu burung akan sangat parah gegara langkanya vaksin tamiflu! kasus serupa pada virus cacar, kemenkes indonesia harus bayar ratusan milyar untuk dapatkan vaksinnya.

Nah, Siti Fadilah sangat paham bahwa virus bisa dilemahkan untuk jadi anti virus atau dikuatkan jadi senjata biologis. Dugaan Menguat Saat Sampel Virus Flu Burung Indonesia Ada di Los Alamos Laboratory AS; Tempat Meracik Bom Hiroshima-Nagasaki & Anthrax.

Siti Fadilah Berani Gugat GISN (Global Influenza Surveillance Network) Yang Monopoli Sampel Virus FluBurung & WHO Hanya Diam!. GISN berkuasa paksa negara-negara berkembang kirim sampel-sampel virus, termasuk Flu Burung & WHO tak bertindak apapun terhadap monopoli ini.

Siti Fadilah nekad melawan! walau terpaksa kirim virus flu burung ke GISN, Dia juga kirim ke Gene Bank yang terbuka untuk semua ilmuwan. Oleh Ilmuwan Dunia, langkah revolusioner Siti Fadilah diacungi jempol tapi di tanah air Dia jadi pesakitan!. Usaha Siti Fadilah tercapai, GISN dibubarkan Kongres Kesehatan 5 Tahun Lalu & WHO setujui mekanisme "Virus Sharing".

Sejak itu kemenkes berhak negosiasi dengan industri farmasi besar dunia; Baxter & Lokal; Biofarma Untuk Vaksin Flu Burung Murah. Namun, Sejak Era (Alm) Endang Rahayu kerjasama dengan Amerika dan antek-antek kapitalisnya bangkit lagi. Upaya Siti Fadilah sia-sia.

Tiada tempat untuk orang jujur di Indonesia. Siti Fadilah, Anda Hebat!



Share : |

 
Berita Terkait Kemenkes
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
BNNK Balikpapan Amankan Suami Istri Kurir Sabu dengan Barbuk Sabu 2 Kg
Presiden Prancis Emmanuel Macron: 'Jangan Memberi Cap Buruk kepada Muslim dan Pemakai Hijab'
KPK Tetapkan 3 Tersangka dari OTT Kasus Proyek Jalan Rp 155,5 Milyar di Kaltim
Vonis 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Milyar untuk Trisona Putra Pemilik 499,4 Gram Sabu
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
Beroposisi, Itu Baru High Politics?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]