Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Amerika Serikat
Penutupan Pemerintah AS: Mengapa Presiden Trump Mengalah
2019-01-27 19:16:33

Dampak serius dari penutupan pemerintah mulai terlihat.(Foto: REUTERS)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Keputusan Presiden Donald Trump untuk mendukung kesepakatan untuk membuka kembali pemerintah federal selama tiga minggu ke depan pada hari Jumat (25/1) terjadi di tengah-tengah tekanan yang meningkat untuk mengakhiri kebuntuan tersebut.

Berikut adalah empat alasan dari dunia bisnis mengapa Gedung Putih mengalah.

1. Industri pariwisata tertekan.

Keterlambatan di bandara utama pada hari Jumat adalah masalah utama yang telah mempengaruhi bandara-bandara selama berminggu-minggu.

Akar masalah itu adalah kekurangan staf, karena pengontrol lalu lintas udara dan petugas pemeriksaan - yang telah bekerja tanpa upah sejak dimulainya penutupan pada bulan Desember - absen bertugas.

Di antara petugas Administrasi Keamanan Transportasi, absen mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu, menjadi lebih dari 7%, banyak yang beralasan "keterbatasan keuangan", menurut badan itu.

Sementara itu, eksekutif maskapai telah memperingatkan bahwa penurunan bisnis pemerintah, serta kekhawatiran yang lebih luas tentang sektor pariwisata, telah mempengaruhi pemesanan tiket.

Maskapai Southwest, misalnya, memperkirakan bahwa penutupan menimbulkan kerugian sebesar $10 juta - $15 juta (Rp150- Rp225 miliar) di bulan Januari. Dikatakan juga pihaknya terpaksa menunda layanan baru ke Hawaii.

2. Washington terguncang.

800.000 pekerja federal yang terkena dampak penutupan mungkin bisa memaklumi satu bulan gaji terlewat.

Coast Guard families pick up groceries at a food pantryHak atas fotoREUTERS
Image captionKeluarga para penjaga pantau mengambil bahan makanan di sebuah bank makanan.

Tetapi lewatnya gaji yang kedua mulai terasa sakit - terutama di negara di mana sekitar 40% orang dewasa tidak memiliki dana untuk menutupi biaya tak terduga sebesar $400 (Rp6 juta).

Di wilayah Washington, di mana diperkirakan satu dari enam pekerja terkena dampaknya, penutupan itu bisa menggerus 2,5% dari pertumbuhan ekonomi di kawasan itu dalam kuartal ini jika berlangsung hingga Maret, menurut Frederick Treyz, kepala ekonom untuk Regional Economic Models Inc.

Padahal area ini tumbuh 2,1% pada 2017.

Pemerintah juga secara luas dikritik karena tidak simpatik dan masalah ini mulai menggerus tingkat persetujuan (approval rating) presiden.

Komentar Sekretaris Departemen Perdagangan Wilbur Ross pada hari Kamis, mendapat banyak kritikan, mengatakan bahwa keluarga yang kekurangan uang sebaiknya mengambil pinjaman.

3. The Fed dan yang lainnya 'buta'.

Penutupan ini bertepatan dengan waktu kritis bagi ekonomi, karena sinyal ekonomi yang saling bertentangan memperburuk perdebatan tentang seberapa tinggi Federal Reserve seharusnya menaikkan suku bunga tahun ini.

Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell speaks at the Economic Club of Washington January 10, 2019 in Washington, DC.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPimpinan Federal Reserve Jerome "Jay" Powell memperingati dampak penutupan pemerintah AS.

Trump berulang kali mengkritik The Fed, memperingatkan akan kesalahan langkah.

Tetapi kekhawatiran yang lebih luas dari kebijakan yang salah meningkat, karena kebuntuan itu menghentikan rilis statistik yang diawasi dengan ketat, termasuk produk domestik bruto (PDB), penjualan ritel dan pembangunan perumahan baru.

"Ekonomi AS benar-benar buta," Robert Shapiro, ketua Sonecon LLC, yang menulis untuk Brookings Institution minggu ini.

"Fakta bahwa tidak tersedianya pengukuran yang dapat diandalkan dari PDB terkini dan komponen-komponennya hanya dapat menghasilkan lebih banyak ketidakpastian ekonomi serta keputusan bisnis yang salah."

Sementara itu, data yang masuk terkait penutupan tidak membantu.

Bulan ini, survei sentimen konsumen Universitas Michigan jatuh ke titik terendah sejak Presiden AS Donald Trump terpilih, sebagian karena penutupan.

Seorang penasihat Gedung Putih mengatakan minggu ini bahwa penutupan dapat menyebabkan tidak ada pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini.

Dan para ekonom telah memperingatkan bahwa perselisihan yang berkepanjangan dapat mengirim AS ke dalam resesi.

4. Lebih banyak penderitaan akan segera muncul.

Administrasi Trump bekerja keras untuk melindungi masyarakat luas dari dampak penutupan, meminta staf untuk memproses hal-hal seperti pengembalian pajak.

Brewer Mike O'Neal adds hops to a batch of Daymark at Rising Tide Brewing Company in Portland on Tuesday, January 8, 2019.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPentupan pemerintah membuat perizinan bisnis menjadi tertunda.

Tetapi ketika pertikaian berlanjut, dampaknya menjadi lebih sulit untuk diabaikan.

Sistem pengadilan federal memperingatkan bahwa dananya akan habis bulan ini. Subsidi makanan untuk keluarga berpenghasilan rendah diperkirakan akan habis pada bulan Februari.

Semakin banyak bisnis berada di limbo, karena penutupan pemerintah menyebabkan penghentian izin perikanan, persetujuan untuk label bir dan anggur, dan pendaftaran di bursa saham.

Dan kontraktor yang menyediakan layanan kepada agen-agen yang terkena dampak kehilangan lebih dari $200 juta sehari karena penutupan, menurut perkiraan Bloomberg News.

Greg Fitzgerald adalah presiden dari Koalisi Teknologi Informasi, kontraktor yang berpusat di Virginia.

Pada sebuah acara Kamar Dagang pada hari Jumat, dia mengatakan perusahaannya belum dibayar untuk pekerjaan yang diselesaikan pada bulan Desember untuk pemerintah dan dia harus meliburkan 200 dari 350 staf perusahaannya.

"Ini nyata," katanya. "Ada keluarga di luar sana yang akan membuat pengorbanan yang signifikan untuk sesuatu yang bukan kesalahan mereka."(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Amerika Serikat
Penutupan Pemerintah AS: Mengapa Presiden Trump Mengalah
Berkunjung ke Perbatasan AS-Meksiko, Trump Perkeras Ancaman Soal Tembok
Legislator Minta RI Waspadai AS Bangun Pangkalan di Papua Nugini
Donald Trump Minta Mahkamah Agung Larang Transgender Jadi Tentara AS
Perang Dagang: AS Terapkan Bea Masuk Produk Cina Bernilai Hampir Rp3.000 Triliun
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sandiaga Uno Akan Bentuk Unikop
Anggota DPRD Kaur Partai Golkar Akhirnya Dibebaskan, Tidak Terbukti Narkoba
Bawaslu Putuskan Deklarasi Gubernur Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan
Wacana Pembentukan Pansus Freeport Mulai Mengemuka
Pesan Istri Sandiaga Uno untuk Milenial: Jangan Golput
Insinyur dan Sarjana Teknik ATN/STTN/ISTN Dukung Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Bawaslu Putuskan Deklarasi Gubernur Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan
Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis
Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi
Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan Shabu 30 Kg dalam Lampu Downlight Asal Malaysia
PMJ Memusnahkan Shabu 127 Kg, Ekstasi 92 Ribu Butir dengan 15 Tersangka Ditangkap
Pandangan Dr Rizal Ramli Pasca Debat Capres Kedua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]