Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Penipuan
Pengusaha Batubara Melapor ke Propam, Diduga Diperas Oknum Penyidik Polri
2017-10-19 17:57:02

Pengusaha Batubara Henry Daniel Setya didampingi kuasa hukum Darmain Hutapea dan Iwan Mita.(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengusaha Batubara Henry Daniel Setya didampingi kuasa hukum Darmain Hutapea dan Iwan Mita, melaporkan oknum penyidik Unit III Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ke Propam Mabes Polri pada, Kamis (19/10).

Diawali dari laporan Daniel terkait hilanganya uang sebesar 19 miliar lebih di Bank Bukopin. Atas hilang uang tersebut, korban melapor ke SPKT Polda Metro Jaya LP/5952/XII/2016/PMJ/Dit Reskrimsus, Tanggal 4 Desember 2016.

Lalu laporan ini ditangani oleh penyidik Unit III Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Laporan ditangani penyidik Fismondev.

Proses berjalan oknum penyidik pemeriksa diduga meminta sejumlah uang untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

"Korban pertama kali memberi uang bergaining sebesar USD 50 ribu kepada oknum pada bulan Februari 2017 di Hotel Pullman, Jakarta Barat," ujar Daniel di Polda Metro Jaya, Kamis (19/10).

Pemintaan kedua oleh oknum yang sama sebesar USD 50 ribu pada Bulan April 2017 diserahkan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat.

Setelah permintaan kedua, okmun penyidik meminta korban memakai pengacara dari yang ditunjuk oknum tersebut.

"Pada permintaan ketiga, oknum dan pengacara yang ditunjuk mendatangi rumah ibu korban dan meminta uang USD 100 ribu pada Bulan Agustus 2017," ucap Daniel.

Oknum tersebut mengatakan kepada korban, sudah ada tersangka atas nama SA berdasarkan dua alat bukti.

Lalu pada Tanggal 29 Agustus 2017 oknum penyidik tersebut meminta korban biaya Cyber yang di handle Kanit dan mencari keberadaan tersangka. Oknum meminta uang melalui transfer ke rekening pengacara yang ditunjuk.

"Saya memberi uang sebesar Rp 5.000.000. Lalu Tanggal 2 Oktober 2017 penyidik pesan lewat WA sudah ada 5 tersangka atas gelar perkara pada 19 September 2017," kata Daniel.

Lalu Tanggal 3 Oktober 2017, oknum meminta biaya untuk Kanit untuk melakukan penangkapan dan penahanan sebesar USD 50 ribu.

Namun, kuasa hukum korban mengklarifikasi dengan pihak Kanit, ternyata belum ada tersangka.

Oleh karena hal itu, maka korban melapor ke Propam Mabes Polri Nomor:SPSP2/3416/X/2017/BAGYANDUAN, tanggal 19 Oktober 2017.

Sementara itu Dirkrimsus Kombes Adi Deriyan saat dihubungi mengatakan korban sudah tepat mengadukan kasus ini kepada Propam untuk segera ditindak lanjuti.

Atas pemberian uang yang diminta oknum penyidik, korban memiliki cukup bukti.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Penipuan
Polisi Menangkap WN Nigeria Mengaku Tentara Amerika Menipu via Facebook
Polisi Menangkap 3 Pelaku Penipuan Mengaku Kapolsek Papua yang Pindah
Kasus Pemalsuan Dokumen Klaim Asuransi Allianz Life Terus Diproses, Polisi Tahan 3 Tersangka
Asuransi Alliaz Life Menduga 4 Nasabah dan 1 Pengacara Jadi Tersangka karena Motif Ekonomi
Alamaak, Mengaku Cucu Prof Moeslim Taher, Pramugari Cantik Menipu
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polda Metro Jaya Gelar Hasil Razia Miras Oplosan di 147 TKP
PSI Urutan Teratas Partai yang tak Akan Dipilih
Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing
DPR Gelar 'Lomba Kritik DPR 2018'
Memaknai Isra Mi'raj dalam Perjalanan Hidup
Dewan Pers Digugat ke Pengadilan atas Perbuatan Melawan Hukum
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing
Dewan Pers Digugat ke Pengadilan atas Perbuatan Melawan Hukum
Banyak Proyek Infrastruktur Runtuh, Jokowi Pura-Pura Tidak Tahu
Fahri Hamzah: Pemerintah Harus Segera Mencabut Perpres TKA
Amien Rais Disebut 'Politikus Comberan', PAN Kesal dan Angkat Bicara
Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Menangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]