Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Perampokan
Pengusaha di Begal dan Dibacok Setelah Keluar dari Bank, Uang Rp 600 Juta Dibawa Kabur
2019-01-24 09:19:10

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Setelah keluar dari sebuah Bank di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) seorang Pengusaha yang membawa uang tunai sejumlah Rp 600 juta yang mengendarai mobil di begal dan korban di Bacok oleh kawanan perampok, uang yang baru diitarik dari bank di bawa kabur. Saat ini Polisi langsung melakukan pengejaran.

Korbannya adalah seorang pengusaha yang diketahui bernama Misyanto, korban di bacok dengan senjata tajam oleh sekawanan perampok yang menegendarai motor di Jl Panglima Batur Selasa (22/1) sesaat setelah Nisab kaka ipar Misyanto kekuar dari mobil untuk membeli obat di salah satu apotik.

Saat itulah kawanan rampok yang berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor langsung melukai korban Misyanto dengan senjata tajam dan merampas membawa kabur uang sejumlah Rp 600 juta. Kawanan rampok yang diduga telah mengikuti korban ketika keluar dari bank BCA Cabang Samarunda yang terletak di jalan Sudirman Samarinda

Wakasat Reskrim Polresta Samarinda, Triyanto, kepada Wartawan mengatakan pihaknya langsung membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus pembegalan itu, sebab tidak hanya sekali, kasus serupa kerap terjadi dan pelaku mengincar para nasabah bank yang baru mengambil uang ratusan juta dari bank.

"Kita langsung bentuk tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Samarinda, Polda Kaltim dan jajaran Polsek se kota Samarinda langsung melakukan pengejaran untuk ungkap kasus ini," ujar Triyanto Sekasa (22/1).

Menurut keterangan sejumlah saksi di TKP, kejadian perampokan itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita, Selasa (22/1) pagi, di jalan Panglima Batur.

Pembegalan terjadi saat Nisab turun dari mobil menuju sebuah apotek untuk membeli obat. Korban Misyanto yang masih berada di dalam mobil, didatangi dua orang yang langsung membacok korban hingga terdapat luka di kepala, tangan dan kaki lalu merampas tas berisi uang Rp 600 juta dan pembegal langsung kabur, terang Haris salah seorang saksi mata di TKP.

"Setahu saya ada dua orang yang melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam ke korban," ujar Haris.

Korban Misyanto yang luka parah langsung dilarikan ke rumah sakit AW Syahranie untuk mendapatkan pertolongan medis.(nh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Perampokan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Kementan dan Polri Tingkatkan Sinergitas Guna Perketat Pengawasan
Sejumlah Fakta Keanehan Terungkap di Sidang Kasus PT Hosion Sejati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]