Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Sampah
Pengelolaan Sampah di Indonesia dalam Kondisi Kritis
2019-09-05 05:37:47

Anggota Komisi VII DPR RI Tjatur Sapto Edy (Foto: Kresno/mr)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengelolaan lingkungan terutama mengenai persoalan sampah di Indonesia bukan lagi hanya sebatas perlu untuk dilakukan, tetapi sudah dalam kondisi kritis. Karena di semua tempat pemrosesan akhir sampah yang ada, kondisinya sudah penuh dan sudah tidak sehat.

"Walaupun ada undang-undang yang sudah dibuat, tetapi sudah tidak bisa mengejar laju generalisasi sampah yang ada saat ini," ujar Anggota Komisi VII DPR RI Tjatur Sapto Edy saat menjadi pembicara pada diskusi panel kegiatan Parlemen Remaja Tingkat SMA/SMK/MA tahun 2019 di Wisma Griya Sabha Kopo DPR RI, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/9).

Menurut politisi F-PAN itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang ada perlu direvisi. Karena sudah selama 11 tahun berlaku, UU itu belum pernah direvisi. Ia menilai ada beberapa ayat tentang pengelolaan sampah plastik yang harus dimasukkan.

"Karena kondisi sampah plastik sudah dalam tahap emergency. Undang-undang tersebut bukannya tidak relevan, tetapi mungkin perlu dilakukan beberapa revisi untuk menyelaraskan dengan kondisi kekinian dengan isu yang berkembang," jelas Tjatur.

Terkait kegiatan Parlemen Remaja 2019 yang mengangkat tema isu tentang lingkungan, Tjatur menilai hal itu sudah sangat tepat dan bijak. Menurutnya, hal itu nantinya bisa menjadikan para peserta Parlemen Remaja 2019 sebagai penyelamat bumi Indonesia.

"Kita ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjadi anak Indonesia, dan kita harus bersyukur. Caranya bersyukur adalah dengan mencintai, mengelola dan melindungi alam Indonesia dengan sebaik-baiknya, supaya nanti bisa diwariskan ke anak cucu dengan kondisi yang lebih baik," tuturnya.

Tjatur menegaskan, masa depan negara Indonesia ditentukan hari ini oleh anak-anak generasi penerus bangsa. Dengan kegiatan Parlemen Remaja maka diharapkan akan semakin banyak anak remaja yang tahu bagaimana cara mengelola negara ini. "Dan yang penting adalah mempunyai jiwa untuk mencintai lingkungan dan alam ini, supaya kehidupan kita ke depan juga lebih baik daripada sekarang," tandas Tjatur.

Di negara-negara maju, sambungnya, banyak anak-anak remaja yang punya cita-cita untuk menjadi anggota parlemen, tetapi di Indonesia sendiri memang masih belum banyak. Selain itu, banyak negara lain yang telah menggalakkan wisata parlemen, sehingga masyarakat mempunyai sense of belonging terhadap parlemen.

"Oleh karenanya, dengan ajang Parlemen Remaja ini mungkin akan banyak anak-anak remaja Indonesia yang bercita-cita untuk menjadi anggota parlemen. Saya berharap, kualitas parlemen Indonesia ke depan harus jauh lebih bagus dari yang sekarang," pungkas legislator dapil Jawa Tengah VI itu.(dep/sf/DPR/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Sampah
Pengelolaan Sampah di Indonesia dalam Kondisi Kritis
Penjelajah Alam PDI-P dan Komunitas Antara Meditation Gelar Aksi 'Bebas Sampah Bebas Resah'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Shanghai Terapkan Aturan Baru Soal Sampah, Pelanggar 'Bisa Didenda Rp102 Juta'
Anies Groundbreaking Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah ITF Sunter
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi dan Asistennya sebagai Tersangka
Ridwan Hisjam: Golkar Perlu Reformasi Jilid II
Badiklat Kejaksaan Gembleng Ratusan CPNS Menuju SDM Unggul
Korupsi Berkomplot Anggota DPRD Kaltim, KPADK Minta Jaksa Agung Periksa Kembali 6 Tersangka
Legislator Anggap Karhutla Sebagai Bentuk Kegagalan Pemerintah
Tolak Bantuan DKI Jakarta Atasi Karhutla, Warga Riau Sebut Pemprov Riau Sombong
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]