Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Polri
Pengawasan Berlapis Paminal dan Itwasum, Korlantas Tegaskan Tender Pengadaan Barang Sesuai Ketentuan
2021-02-26 06:30:34

Ilustrasi. Korlantas Polri terima hibah mobil listrik Tesla model 3 dari IMI untuk jadi bagian armada Mobil Polisi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polri dalam hal ini Korps Lalu Lintas (Korlantas) menegaskan bahwa seluruh kegiatan tender pengadaan barang maupun jasa dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Kepala Sub Bagian Pengadaan, Bagian Perencanaan dan Administrasi, Korlantas, AKBP Satrio Wibowo, saat ditemui pewarta BeritaHUKUM di kantornya belum lama ini, menyampaikan beberapa capaian yang menunjukkan bahwa keterbukaan dan taat hukum menjadi pedoman utama Korlantas dalam melaksanakan tender pengadaan barang maupun jasa.

"Contoh, bila kita rasa ada hal yang kurang pas, kita panggil orang LKPP. Kita selalu koordinasi. Kalau misalnya juga enggak bisa, kita ke Slog Polri selaku pengampu kita. Slog bilang begini ya kita ikuti," ujar Satrio.

Satrio menuturkan, Korlantas juga selalu mematuhi tiap temuan, penilaian atau rekomendasi yang disampaikan oleh pihak pengawas.

"Kalau misalkan kita agak melenceng sedikit, Irwasum turun selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Inspektur Khusus (Irsus) turun, ngecek benar apa enggak ini (proses tender pengadaannya), toh kalau namanya dirasa kurang juga BPK turun," ucap Satrio.

Selain itu, lanjut dia, pejabat yang ditunjuk terkait suatu tender pengadaan dipastikan punya kemampuan teknis yang baik dan profesional juga pengalaman yang mumpuni.

"Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kita juga bukan PPK abal-abal. Mereka jadi PPK sudah punya sertifikasi dan sudah jadi PPK yang kesekian kali. Mungkin dari kesekian kali mereka sudah banyak belajar dari sebelum-sebelumnya," jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga tak mempermasalahkan jika ada pihak-pihak yang bernada negatif terhadap proses tender pengadaan barang atau jasa di Korlantas.

"Kalau kita ini melakukan tender bukan lewat LPSE kayak jaman dulu manual, orang menuduh dan mengada ada boleh silahkan, masuk akal. Tapi kita bisa di cek ada rekam jejaknya di LPSE. Kita terbuka, ada Paminal, Itwasum, BPK, Dittipikor," ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya pun menilai wajar jika ada pihak-pihak yang meminta paket tender pengadaan ke Korlantas. Meski begitu, mantan Kapolres Purworejo ini menekankan, harus tetap sesuai mekanisme yang ada.

"Toh kalau misalnya ada orang disini meminta-minta, 'sorry, tolonglah saya dikasih ini itu', menurut saya sih itu bagian dari pada berusaha. Usaha mereka untuk mendapatkan pekerjaan, wajar ya kan. Kalau misalnya saya dijadikan mereka, saya berusaha untuk mencarikan pekerjaan, saya juga akan bermohon-mohon kepada institusi. Tapi kan kita ada mekanismenya. Kalau mereka mau itu ya silahkan mereka submit aja di LPSE, kalau syarat-syarat terpenuhi ya silahkan submit saja. Kita tidak menutup pintu, kita terbuka ada LPSE," tandasnya.(bh/mos/amp)


 
Berita Terkait Polri
 
Kapolri Launching Aplikasi Propam Presisi
 
Audit Kinerja di STIK LEMDIKLAT Polri Digelar Tim Itwasum Wilayah IV
 
Kapolri Beri Kuota Tambahan Calon Peserta Didik SIP Tahun 2021 untuk Polda Papua dan Papua Barat
 
Pelayanan Pengaduan Bidpropam Polda Metro Sudah Baik dan Responsif
 
Pengadaan Makan Tahanan, Polres Metro Jakarta Barat Keluarkan Anggaran Senilai Rp 6,5 Miliar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim
AJI Desak Kepolisian Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis Nurhadi
Helene Sienca Ternyata Pernah Ditipu, Beli Tas Online Malah di PHP
Azis Syamsuddin: 17 Produk Dibuat di Dalam Negeri, APBN Bisa Hemat Rp225 Triliun
Vaksin Nusantara Sangat Diminati
Rudy Kurniawan, Pemalsu Wine Mahal yang Heboh di AS Dideportasi ke Indonesia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim
Aplikasi SINAR Resmi Diluncurkan, Polri: Pembuatan dan Perpanjangan SIM Cukup Lewat Online
Beda dengan Kapolri, Pengamat Terorisme Sebut Teroris ZA Bukan 'Lone Wolf'
Habib Salim Segaf Aljufri: Tugas Parpol Melakukan Pendidikan Politik Etika
Bocor Lagi, 533 Juta Nomor Ponsel dan Informasi Data Pengguna Facebook Dicuri
Polri-Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42 Kg Sabu dan 85 Ribu Butir Ekstasi Jaringan Malaysia-Batam-Medan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]