Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kasus Pemalsuan
Pengacara Terdakwa Dugaan Pemalsuan Surat Gun Ingan, Desak Kepolisian Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Jaksa
Thursday 26 Jun 2014 21:50:13

Jaksa Agus, Usai Sidang Dipukul dan Diinjak.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Penasihat hukum terdakwa Gun Ingan dalam kasus dugaan pemalsuan surat, Hamzah Dahlan, mendesak aparat Kepolisian Polres Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk segera mengungkap dan menindak dengan tegas pelaku penganiayaan terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriyatna, dari Kejaksaan Tinggi Kaltim usai sidang di Pengadilan Negeri Samarinda, Selasa (24/6) kemarin yang membuat Jaksa Agus mengalami cidera yang cukup serius dibagian kaki kanannya.

Pengacara senoir Hamzah Dahlan menilai tindakan para pelaku penganiayaan terhadap Jaksa yang sedang menjalankan tugas itu sangat tidak baik dan termasuk tindakan barbar, terang Hamzah kepada wartawan Rabu kemarin.

“Tindakan pelaku yang menganiaya jaksa usai sidang merupakan tindakan barbar, oleh karena itu kami meminta kepada aprat kepolisian menindak tegas para pelaku yang terlibat penganiayaan terhadap jaksa,” tegas Hamzah.

Tindakan pelaku yang mengikuti sidang kliennya Gun Ingan diduga sudah direncanakan sejak awal, sebab selesai sidang sebagian pelaku sudah bersiap-siap menunggu diluar sidang, terang Hamzah.

Hamzah Dahlan juga meminta kepada penyidik agar betul-betul menyelidiki motif dibalik penganiayaan terhadap Jaksa. Hamzah juga mengancam akan mengundurkan diri dari Penasihat Hukum terdakwa Gun Ingan apabila hasil penyelidikan Polisi, kejadian onar seperti itu memang dianjutkan oleh terdakwa Gun Ingan, tegas Hamzah.

“Kami minta kepada aparat kepolisian agar betul-betul menyelidiki motif dibalik penganiayaan terhadap jaksa, dan apabila onar itu dianjurkan oleh terdakwa Gun Ingan, maka saya langsung mengundurkan diri,” ujar Hamzah.

Kapolres Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta kepada wartawan, Kamis (26/6) mengatakan, setelah menerima laporan tentang adanya kejadian penganiayaan terhadap Jaksa di Pengadilan Negeri Samarinda Selasa lalu, pihaknya telah memeriksa 8 orang Saksi yang ada di TKP saat kejadian, ujar Wisnu.

Untuk diketahui bahwa, Jaksa Penuntut Umum Agus Supriyatna yang menangani sidang kasus dugaan pemalsuan surat dengan terdakwa Gun Ingat, usai sidang pada, selasa (24/6) saat hendak keluar sidang langsung ditarik dan sekelompok orang langsung melakukan penganiayaan hingga terjatuh dan diinjak-injak hingga tak berdaya. Jaksa Agus dilarikan ke RSU. A. W Syahrani untuk mendapatkan pertolongan, Jaksa Agus diketahui mengalami luka lebam di bagian muka dan kaki kanannya patah, pada malam harinya Jaksa Agus di perbolehkan pulang dengan menggunakan kursi roda dan rawat jalan.(bhc/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Kasus Pemalsuan
Mantan Lurah Gunung Lingai Tak Terbukti Bersalah, Majelis Hakim Vonis Bebas
Polda Metro Jaya Ungkap Onderdil Motor Palsu
Pengacara Terdakwa Dugaan Pemalsuan Surat Gun Ingan, Desak Kepolisian Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Jaksa
Majelis Hakim PN Langsa Ganjar Terdakwa Pemalsuan Data Bess CPNS-K1 dengan Hukuman Percobaan
Polisi Ciduk Sugiarto Dosen Kopertis Pembuat Ijazah Aspal
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
BNNK Balikpapan Amankan Suami Istri Kurir Sabu dengan Barbuk Sabu 2 Kg
Presiden Prancis Emmanuel Macron: 'Jangan Memberi Cap Buruk kepada Muslim dan Pemakai Hijab'
KPK Tetapkan 3 Tersangka dari OTT Kasus Proyek Jalan Rp 155,5 Milyar di Kaltim
Vonis 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Milyar untuk Trisona Putra Pemilik 499,4 Gram Sabu
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
Beroposisi, Itu Baru High Politics?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]