Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pengacara
Pengacara Diadili Karena Membela Kaum Petani
Friday 30 Dec 2011 01:22:17

Ni Yulan, pembela hak asasi manusia yang diadili pemerintah Cina (Foto: Globalpost.com)
BEIJING (BeritaHUKUM.com) Pengacara pembela kaum petani Cina, Ni Yulan, dan suaminya, Dong Jiqin mulai diadili di Beijing atas tuduhan menciptakan kerusuhan umum. Yulan yang juga dikenal sebagai aktivis dengan perjuangannya melawan tindakan pemerintah merampas tanah rakyat.

Yulan, sebelumnya juga pernah dipenjarakan, karena kegiatannya membela petani Cina yang dipaksa keluar dari tanah mereka tanpa ganti rugi yang memadai. Hal itu berlangsung ketika tanah mereka diambil alih untuk proyek pembangunan.

Atas pembelaannya terhadap rakyat kecil itu, Yulan disiksa saat dalam penjara dan harus menggunakan kursi roda. Dia selama ini tinggal dalam kemah, setelah digusur dari rumahnya dan dilarang bekerja sebagai pengacara hukum.

Peradilan terhadap Yulan itu, dilangsungkan sehari setelah Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mendesak para pejabat pemerintah untuk melindungi hak petani atas tanah dan memberi mereka ganti-rugi yang lebih baik, ketika tanah mereka diambil alih untuk pembangunan.

Jiabao menyatakan demikian, setelah pihak berwenang di provinsi Guangdong, Cina bagian selatan, mengalah kepada penduduk desa yang memrotes apa yang mereka sebut perampasan tanah secara tidak sah.

Dalam beberapa bulan ini, beberapa perkampungan setempat telah melancarkan protes menentang rencana pemerintah untuk mengubah lahan pertanian menjadi kawasan pabrik yang mengepulkan polusi. Hal itu huga mengakibatkan petani tidak lagi memiliki sumber penghasilan yang memadai.(voa/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Pengacara
Advokat Sujiono Kembali Raih Penghargaan Outstanding Lawyer And Trusted Law Office
Pengacara Sujiono Masuk Daftar 50 Pengacara Terbaik di Indonesia
KPU Ingatkan Yusril Tak Boleh Bertugas sebagai Pengacara Jika Berstatus Caleg
Wow, 9 Tahun Mengabdi Sang Pengacara Tidak Pernah Dibayar Upah
Pengacara Gugat Ibu Kandung di PN Medan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Pemerintah Diminta Lebih Peka Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pasca Perpres 125/2016
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Ketua MPR: Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan
Komite I DPD RI Desak Pemerintah untuk Percepat Pembentukan DOB
Terkait UU KPK, BEM Uhamka Usul Adakan Diskusi di Lingkungan Kampus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Ninoy Kena Pukulan Amuk Massa, Ketum PA 212 Minta Ustadz Bernard dan Aktivis Al Falah Dibebaskan
Soal Jatah Kursi Menteri, Pemuda Muhammadiyah Dorong dari Profesional
Jokowi Tetap Dilantik
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]