Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penembakan
Penembak Letkol TNI Dono Telah Menyerahkan Diri, Pelaku Diduga Mabuk
2018-12-26 06:31:40

Tampak suasana saat di lokasi tempat kejadian perkara di Jatinegara Barat, Jakarta Timur.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pelaku penembakan Letnan Kolonel (Letkol) Dono Kuspriyanto di Jatinegara Barat, telah menyerahkan diri beserta barang buktinya. Pelaku dikabarkan dari anggota TNI juga bernama Jhoni Risdianto (39) yang diduga sedang mabuk.

Dihimpun pada akun media sosial Instagram Letjen (Purn) TNI Suryo Prabowo @suryoprabowo2011 dengan followers sebanyak 233.800 orang menuliskan : "Pelakunya TNI juga (lain angkatan) mudusnya mabok, lalu emosi saat mengendarai sepeda motor, dia tersenggol mobil korban, semoga dapat ditangani dengan benar oleh para penegak hukum," tulisnya, Rabu (26/12).

Sementara, sebagaimana pemberitaan sebelumnya bahwa seorang anggota Polisi Milter TNI Angkatan Darat (Puspomad) menjadi korban penembakan hingga tewas saat didalam mobil dinas TNI Toyota Kijang dengan Noreg 2334-34 yang dikendarainya di Jatinegara, tepatnya di depan RS Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur pada, Selasa (25/12) pukul 23.20 WIB.

"Pelaku dalam penyelidikan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (25/12).

Penembakan terjadi pada pukul 22.30 WIB di kawasan Jatinegara Barat. Dedi mengatakan saksi sempat mendengar 4 kali letusan sebelum Letko Dono ditemukan tewas di dalam mobilnya. Korban meninggal dunia akibat luka tembak di pelipis dan punggung.

"Dari saksi di TKP sekitar pukul 23.00 WIB, terdengar bunyi tembakan sebanyak 4 kali," ujar Dedi.

Ia menyebut pelaku datang mengunakan sepeda motor. Setelah menembak Letkol Dono pelaku kemudian kabur.

"Kemudian pelaku meninggalkan motor yang dikendarai bergerak menjauhi TKP," tuturnya.

Informasi sementara yang didapat, kejadian berawal dari depan IGD RS Hermina Jatinegara. Ketika itu Mobil Dinas TNI yang dikendarai korban ditembak dua kali di belakang mobilnya oleh orang tidak dikenal. Karena kendaraan masih bisa melaju, pelaku kemudian mengejar korban. Korban ditembak kembali satu kali dari pintu samping sebelah kiri tepat di depan Toko Karpet Jatinegara. Diduga Letkol Dono ditembak dari belakang dan samping mobilnya.

Petugas kepolisian terjun di lokasi untuk melakukan olah TKP, terdapat 8 butir peluru yang ditemukan di lokasi kejadian. Selain itu, sebuah motor NMax plat No B 4619 TSA warna hitam juga ditemukan dilokasi yang ditinggalkan oleh pelaku.(dbs/jor/dtk/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Penembakan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Akan Tuntut Balik Polda Jateng dan PT Katama Surya Bumi
Sambangi Komnas HAM, LKBHMI Minta Dalang Kerusuhan 21-22 Mei di Ungkap
Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
Mahasiswa Hukum UBK Lakukan Penelitian di PPWI terkait UKW
Pukul Hakim di Persidangan, Tomy Winata Himbau DA Agar Patuh dan Taat Hukum
Pos Indonesia Tak Boleh Ditutup
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]