Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Pemasok Sabu Politikus Golkar Indra J Piliang Ternyata Karyawan Karaoke Diamond
2017-09-16 21:03:42

JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya menangkap pemasok narkoba jenis sabu ke politikus Golkar Indra Jaya Piliang. Pemasok merupakan karyawan karaoke Diamond Taman Sari Jakarta Barat.

Polisi juga sedang memeriksa oknum karyawan Diamond karaoke yang menyediakan sabu-sabu satu gram, alat hisap narkoba, kamar, dan LC. Sebab, Indra dan temannya hanya datang dan siap mengonsumsi barang haram itu

"Sudah diamankan. Kami masih cari bandar besarnya," tegas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya Jakarta.

Selain Politisi Golkar Indra J Piliang dan kedua temannya, polisi juga membenarkan adanya perempuan pemandu lagu yang biasa disebut Ladies companion (LC) pada saat penggerebekan di Diamond Karaoke and Lounge, Jakarta Barat.

"Memang ada, itu sedang kami cek. Saya tidak tahu namanya siapa," ujar Kombes Argo Yuwono.

Sebelumnya, politikus Partai Golkar Indra J Piliang berpesta narkoba di tempat hiburan malam Diamond, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (13/9). Dua rekan yang ditangkap bersama Indra adalah Romi Fernando dan M Ismail Jamani.

Kombes Argo juga menuturkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan keberadaan LC tersebut saat Indra dan dua rekannya RF dan MIJ berpesta narkoba. Apakah LC ikut mengonsumsi atau kehadiran LC sesudah barang haram itu habis dipakai.

"Tentunya nanti akan menjadi bagian dari pengembangan," jelas Kombes Argo Yuwono.

Kader muda Partai Golkar Indra J Piliang (45) langsung memutuskan langkah politik menyusul statusnya sebagai tersangka kasus narkoba. Pria asal Pariaman, Sumatera Barat itu memilih mundur dari Golkar yang selama ini menaunginya sebagai politikus.

Indra menuliskan keputusannya mundur dari Golkar melalui surat pernyataan bertanggal 16 September 2017. Bahkan, Indra juga mundur dari posisi-posisi lain.

"Setelah mempertimbangkan saksama, terutama demi kepentingan keluarga dan masa depan anak dan keponakan saya, dengan ini menyatakan pengunduran diri dari keanggotaan dan seluruh jabatan saya," ucap Indra seperti di kutip surat tersebut, Sabtu (16/9).

Setidaknya, Indra mundur dari empat posisi. Yang pertama mundur dari posisinya sebagai kader Golkar.

Kedua, Indra mundur dari jabatan anggota dewan pakar di partai berlambang beringin hitam itu. Ketiga, Indra mundur dari posisi panglima dan pendiri Praja Muda Beringin. Terakhir, dia mundur dari anggota Tim Quality Assurance Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Sementara, Politisi Partai Golkar, Indra J Piliang, setelah selesai menjalani assessment atau penilaian di Badan Narkotika Nasional pada Sabtu, (16/9).

Kini, Indra menunggu hasil assessment itu, apakah nantinya akan menjalani rawat jalan atau rehabilitasi. Usai menjalani assessment selama satu jam di BNN, Indra keluar ruangan bersama keluarga, dan kuasa hukum. Menurut politisi Partai Golkar ini, dirinya akan kooperatif mengikuti proses assessment. Kini, Indra Jaya Piliang dibolehkan pulang ke rumah, hingga ada hasil dari BNN.(dbs/Tribratanews/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Narkoba
Berkas Kasus Narkoba Artis Pretty Asmara Telah Dinyatakan P-21 oleh Kejati DKI Jakarta
Polri dan Ditjen Bea Cukai Menangkap 4 Anggota Sindikat Sabu Jaringan Malaysia - Aceh - Medan
Polda Metro Jaya Berhasil Tangkap Kurir 252,5 Kg Ganja di Karawang
BNN dan Bea Cukai Amankan 137 Kg Sabu dan 42.500 Butir Ekstasi di Laut
Peredaran PCC, Pemerintah Kecolongan Lagi, Aktor Intelektual Pengedar PCC Harus Diungkap
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
3 Tahun Pemerintahan Jokowi, Ini Penilaian Faisal Basri
Serangan Bom Bunuh Diri di Dua Masjid Afghanistan, Sudah 60 Orang Tewas
Bakamla RI Jaga Keutuhan NKRI Bersama Rakyat
Demo Mahasiswa di Depan Istana Berakhir Ricuh, 9 Orang Diamankan
Sejarawan A B Kusuma Sayangkan Sulit Mengakses Arsip Otentik di Arsip Nasional/ ANRI
Pemerintah Jangan Gegabah Mewajibkan E-Toll
Untitled Document

  Berita Utama >
   
3 Tahun Pemerintahan Jokowi, Ini Penilaian Faisal Basri
Ahmad Dhani Resmi Jadi Kader Partai Gerindra dan Siap Antar Prabowo Jadi RI 1
Waspadai Gagal Bayar Pembangunan Infrastruktur dengan Utang
Pengusaha Batubara Melapor ke Propam, Diduga Diperas Oknum Penyidik Polri
Pidato Anies Baswedan, Luhut Binsar Panjaitan dan Nasib Reklamasi
Polri dan Ditjen Bea Cukai Menangkap 4 Anggota Sindikat Sabu Jaringan Malaysia - Aceh - Medan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]