Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kejahatan Seksual terhadap Anak
Pastor-Pastor di Jerman Lecehkan 'Ribuan Anak' Selama Puluhan Tahun
2018-09-14 08:23:23

Sebuah kajian yang ditugaskan Gereja Katolik di Jerman menyebutkan sejumlah pastor melecehkan ribuan anak selama 70 tahun.(Foto: Istimewa)
JERMAN, Berita HUKUM - Lebih dari 3.600 anak di Jerman dilecehkan secara seksual oleh sejumlah pastor Katolik Roma antara 1946 hingga 2014, menurut sebuah bocoran laporan.

Berdasarkan laporan yang bakal dirilis pada 25 September itu, sebanyak 1.670 pemuka gereja Katolik di Jerman telah melakukan beragam jenis serangan seksual terhadap 3.677 anak.

Pihak gereja sejatinya meminta penyusunan laporan itu dari tiga universitas Jerman, namun situs berita Spiegel Online membocorkannya sebelum dirilis.

Para penyusunnya mengatakan skala pelecehan mungkin jauh lebih besar karena beberapa catatan "dihancurkan atau dimanipulasi".

Laporan tersebut dibuat menggunakan 38.000 dokumen dari 27 paroki.

Dari dokumen-dokumen itu diketahui bahwa hanya 38% dari terduga pelaku yang dibawa ke ranah hukum, itupun dengan hukuman disiplin ringan. Padahal, satu dari enam kasus melibatkan pemerkosaan.

Para pemuka gereja yang diduga melakukan aksi pelecehan kerap dipindahkan ke paroki baru, tanpa diberi peringatan.

Adapun kebanyakan korban pelecehan adalah anak laki-laki, lebih dari setengahnya berusia 13 tahun atau lebih muda.

Bagaimana reaksi Gereja Katolik?

"Kami mengetahui cakupan pelecehan seksual yang ditunjukkan kajian itu. Kami malu dan prihatin olehnya," kata Stephan Ackermann, juru bicara Konferensi Uskup Jerman yang meminta penyusunan laporan tersebut.

Dia mengatakan tujuan kajian itu adalah menyoroti "sisi gelap gereja kami demi mereka yang terdampak, tapi juga bagi kami untuk melihat kesalahan dan melakukan segalanya agar tidak terulang".

"Saya tekankan kajian ini adalah utang kami bukan hanya kepada gereja tapi juga yang terpenting, kepada mereka yang terdampak," imbuh Ackermann.

Dia mengakui laporan itu dibocorkan ke pers sebelum pihak gereja menelisiknya. Menurutnya, pihak gereja berencana menyediakan konseling guna membantu orang-orang yang terdampak oleh isi kajian.

Paus FransiskusHak atas fotoREUTERS
Image captionSurat Paus Fransiskus mengangkat keperihan yang dirasakan para korban pelecehan seksual.

Apa yang dilakukan pihak gereja?

Takhta Suci Vatikan tidak serta-merta merespons isi laporan yang dibocorkan Spiegel.

Namun, pada Rabu (12/9), Paus Fransiskus memanggil uskup-uskup ke Vatikan untuk acara diskusi bagaimana melindungi anak-anak pada Februari 2019.

Kajian tiga universitas Jerman ini adalah temuan terakhir yang mengemukakan tuduhan terhadap Gereja Katolik Roma.

Sejumlah laporan di berbagai belahan dunia sebelumnya mengungkap dugaan pelecehan seksual yang ditutupi pihak gereja.

Bulan lalu, Paus Fransiskus tersangkut skandal setelah seorang mantan diplomat Vatikan menuduhnya mengabaikan tuduhan terhadap seorang cardinal AS selama lima tahun.<

Para pendukung Paus mempertanyakan kredibilitas tuduhan itu, namun Paus Fransiskus menolak menanggapi.

Pada Agustus, dalam surat kepada 1,2 miliar umat Katolik, Paus mengecam "kekejian" pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Pernyataan itu mengemuka setelah panel juri merilis laporan mengenai dugaan pelecehan selama 70 tahun di negara bagian Pennsylvania, AS.

Laporan investigasi itu menemukan lebih dari 1.000 anak diduga dilecehkan 300 pastor. Lebih jauh, penyelidikan itu menemukan bukti adanya upaya pihak gereja untuk menutupi kasus-kasus tersebut.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Kejahatan Seksual terhadap Anak
Pastor-Pastor di Jerman Lecehkan 'Ribuan Anak' Selama Puluhan Tahun
Komnas Perlindungan Anak Mendesak Polres Lampung Utara Menangkap Pelaku Sodomi
Mantan Uskup Agung Katolik Ditahan karena Kasus Pelecehan anak
Mantan Diplomat Vatikan Ditahan dalam Kasus Dugaan 'Pornografi Anak'
Puluhan Ribu Anak Dirundung-Seksual di Gereja, Sekolah dan Klub Olahraga Australia
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Mengedepankan WBK dan WBBM, Ditjen AHU Kemenkumham Siap Laksanakan OSS
Direktorat Hukum Bakamla RI Tingkatkan Kapasitas Personel di Bidang Perundang-Undangan
Museum Basoeki Abdullah akan Gelar Pameran Lukisan dari 19 Perupa
Polisi Menangkap 2 Tersangka Penjual Obat Keras Berbagai Merk 15.367 Butir
Perang Dagang: AS Terapkan Bea Masuk Produk Cina Bernilai Hampir Rp3.000 Triliun
Tommy Soeharto: KIBLAT Harus Lebih Menyapa Masyarakat Bawah dengan Bakti Sosialnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mengedepankan WBK dan WBBM, Ditjen AHU Kemenkumham Siap Laksanakan OSS
Perang Dagang: AS Terapkan Bea Masuk Produk Cina Bernilai Hampir Rp3.000 Triliun
Terkait Laporan NasDem, Otto Hasibuan Bersama 720 Pengacara Bergabung Mendukung Rizal Ramli
Ada 17 Poin Pakta Integritas Ijtima Ulama II Ditandatangani Prabowo Subianto
Pemuda Muhammadiyah Tantang Sandiaga Uno Hadirkan Perubahan Ekonomi
Babak Baru Politik Kardus, Pengamat: Untuk Menjerat Mahar Politik, UU Harus Punya Pasal Serius
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]