Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Amerika Serikat
Para Selebrity dan Ratusan Ribu Demonstran Tuntut Pengetatan Senjata Api
2018-03-26 06:53:59

Ratusan ribu orang, dari Washington DC, New York, hingga Los Angeles, turut dalam 'Pawai untuk Hidup Kami' yang menuntut pengetatan kepemilikan senjata api.(Foto: twitter)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Para selebrity dan ratusan ribu demonstran tumpah ruah ke jalan-jalan utama sejumlah kota di Amerika Serikat guna menyerukan pengetatan kepemilikan senjata api.

Gerakan bertajuk 'The March For Our Lives' atau Pawai untuk Hidup Kami bermunculan di pesisir timur AS dan menyebar hingga pesisir barat.

Di Washington DC, kerumunan massa yang sebagian besar merupakan remaja dan anak-anak, berkumpul di sepanjang Pennsylvania Avenue sembari membawa beragam poster bertuliskan "Lindungi anak-anak, bukan senjata api' serta 'Apakah saya berikutnya?'

Demonstrasi diisi dengan orasi yang diselingi penampilan beberapa penyanyi, seperti Ariana Grande dan Miley Cyrus. Orasi pemimpin pelajar sekaligus penyintas penembakan di Parkland, Emma Gonzalez, mendorong para hadirin berlinang air mata.

Setelah menyebutkan nama-nama korban penembakan, dia berdiam diri di panggung yang didirikan di depan gedung Kongres AS selama enam menit dan 20 detik-durasi penembakan di Parkland.

Emma Gonzalez dHak atas fotoREUTERS
Image captionEmma Gonzalez, pemimpin gerakan pelajar sekaligus penyintas penembakan di Parkland, berdiam diri selama enam menit dan 20 detik untuk mengenang para korban tewas dalam penembakan.

"Kami akan terus berjuang demi teman-teman kami yang meninggal dunia," kata Delaney Tarr, pelajar SMA di Parkland yang turut berorasi.

Aksi itu diikuti anak-anak sekolah. Di antaranya adalah Naomi Wadler, pelajar berusia 11 tahun dari Virginia. Dia mengaku ikut demonstrasi "untuk mewakili para bocah Afrika-Amerika yang kisahnya tidak masuk tajuk utama surat kabar."

Jennifer HudsonHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionJennifer Hudson - yang kehilangan ibu, kakak, dan keponakan dalam kekerasan bersenjata - menyumbangkan suara dengan menyanyikan lagu The Times They Are a-Changin.

Bagaimana protes bermula?

Aksi protes ini mengemuka setelah 17 orang tewas dalam penembakan di sebuah sekolah menengah atas di Parkland, Florida, bulan lalu

Setelah kejadian, para penyintas menggelar demonstrasi menuntut pengetatan kepemilikan senjata api yang kemudian memicu gelombang aksi serupa di kota-kota lain.

Pada 14 Maret lalu, misalnya, sejumlah pelajar dan karyawan sekolah di berbagai kota di Amerika Serikat menghentikan sementara kegiatan belajar-mengajar untuk menuntut reformasi kepemilikan senjata api.

Akhir pekan ini lebih dari 800 demonstrasi sejenis akan diadakan di Amerika Serikat dan kota-kota lain di dunia, termasuk Edinburgh, London, Jenewa, Sydney, dan Tokyo.

asHak atas fotoAFP/GETY IMAGES
Image captionSeorang ayah memeluk putri ciliknya dalam pawai menuntut pengetatan senjata api di AS.

Seberapa besar sokongan kepada para demonstran?

Meskipun demonstrasi reformasi kepemilikan senjata api mampu mendatangkan ratusan ribu simpatisan, topik ini masih membelah AS.

Hak memiliki senjata dilindungi Amandemen Kedua Konstitusi AS dan kelompok lobi prosenjata National Rifle Association (NRA) masih snagat berpengaruh.

Pada Sabtu (24/3) sore Gedung Putih merilis pernyataan yang memuji "banyak anak muda pemberani AS menggunakan hak Amandemen Pertama hari ini".

Gedung Putih juga menegaskan telah melakukan sejumlah langkah untuk menangani kekerasan bersenjata:

- Melarang penggunaan bump stock (perangkat yang meningkatkan kemampuan senapan semiotomatis)

- Membentuk Kesepakatan STOP Kekerasan di Sekolah.

- Meningkatkan pelatuhan untuk pelajar, sekolah, dan aparat keamanan setempat.

- Memperbaiki arsip latar belakang kriminal sehingga calon pembeli senjata diperiksa secara patut sebelum membeli.

Meski demikian para demonstran kecewa bahwa Presiden Donald Trump, yang berada di resor Mar-a-Lago di Florida selama akhir pekan ini, tidak merilis satu cuitan pun yang mendukung demonstrasi.

Chart showing Americans unhappy with US gun laws want stricter rules

Ada langkah lain setelah insiden di Parkland?

Negara Bagian Florida meloloskan undang-undang pengendalian senjata yang meningkatkan batas usia calon pembeli senjata. UU itu juga memberi wewenang kepada staf sekolah untuk membawa senjata api.

NRA menuntut negara bagian dengan dalih UU itu tidak konstitusional.

Setelah insiden di Parkland, sejumlah perusahaan besar memutus hubungan dengan NRA di tengah kemunculan tagar #BoycottNRA di media sosial. Kemudian Walmart dan Dick's Sporting Goods mengumumkan batas-batas baru bagi pembelian senjata api.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Associated Press dan the NORC Center for Public Affairs Research, sebanyak 69% warga Amerika menghendaki undang-undang yang mengatur senjata api harus diperketat. Persentase itu meningkat dari Oktober 2016, sebanyak 61%.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Amerika Serikat
'Serangan Sinar Laser' atas Pilot AS, Pentagon Menuduh Cina
3 Milisi AS Dinyatakan Bersalah Berencana Ngebom Masjid di Amerika
Perang Dagang AS-China Bisa Berlangsung Lama
Para Selebrity dan Ratusan Ribu Demonstran Tuntut Pengetatan Senjata Api
Penembakan di Sekolah Kentucky, 2 Remaja Tewas dan 17 Cedera
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sengsara Kalau Jokowi 2 Periode
Mulai dari Sembako Sampai THR, Pencitraan Jokowi Menguras Keuangan Negara
Rencana Urun Rembug Alumni UI Mencari Solusi dan Menyelamatkan NKRI
Puluhan Warga Keracunan Keong Sawah, Pemkot Bogor Tetapkan Status KLB
Relawan Bali Kita AS Deklarasikan Abraham Samad Capres 2019
Ditlantas PMJ Meluncurkan Program SIM Keliling di Beberapa Masjid
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mulai dari Sembako Sampai THR, Pencitraan Jokowi Menguras Keuangan Negara
Ditlantas PMJ Meluncurkan Program SIM Keliling di Beberapa Masjid
Landasan Tidak Jelas, Impor Beras 500 Ton Lagi Harus Dibatalkan
RUU Antiterorisme Disahkan Paripurna DPR
4 Pelaku Pembobol Kantor Pegadaian 3 kali Ditangkap, 1 Tewas Ditembak
Kasus Video Viral Dugaan Penghinaan ke Presiden oleh Anak RJ Tetap Berproses
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]