Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Proxy War
Panglima TNI Ajak Seluruh Komponen Bangsa Waspadai Ancaman Global
2016-11-08 06:02:12

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan dihadapan ratusan Pati dan Pamen TNI i Aula AH. Nasution Mabesad di Jl. Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (7/11).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menghadapi perkembangan ancaman global saat ini, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh komponen bangsa agar memahami situasi dan mewaspadai ancaman global. Demikian disampaikannya saat memberikan pengarahan dihadapan ratusan Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) TNI, di Aula AH. Nasution Mabesad, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (7/11).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, sekarang ini kita hidup dalam kompetisi global, dimana hal tersebut akan berdampak terhadap negara Indonesia dikarenakan memiliki sumber daya alam yang melimpah dan merupakan tempat harapan hidup masa depan semua bangsa, sehingga membuat iri negara-negara asing.

Panglima TNI kembali menekankan bahwa, ancaman nyata bangsa Indonesia saat ini, dalam bentuk proxy war salah satunya bahaya terorisme yang berpotensi tumbuh subur di Indonesia. "Hal ini dikarenakan landasan hukum yang menjeratnya masih merupakan tindak pidana, dimana penindakan baru dapat dilakukan setelah aksi terorisme terjadi," jelasnya.

Menyikapi pemberantasan aksi terorisme di Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa diperlukan landasan konstitusional yang menjadi dasar dalam mengambil langkah preventif untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara dari bahaya terorisme. "Di Indonesia Undang-Undang terorisme saat ini definisinya adalah kejahatan tindak pidana, seharusnya merupakan kejahatan terhadap negara," katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan dalam pengarahannya, Ingat! Bung Karno pernah mengatakan, perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. "Seluruh komponen bangsa harus mengerti dan memahami terhadap situasi ancaman global serta bersatu mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan terimakasih kepada personel TNI dan Polri yang telah membantu mengamankan aksi damai tanggal 4 November 2016, sehingga berjalan tertib dan aman.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo telah memberikan apresiasi atas soliditas TNI-Polri dalam melaksanakan tugas negara menjaga keamanan Jakarta dan tanah air dengan cara-cara yang persuasif, sehingga aksi damai yang digelar beberapa waktu lalu dapat berjalan dengan tertib dan aman.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, Wakasal Laksdya TNI Arie Hendrycus Sembiring, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Kabasarnas Marsdya TNI F.H. Bambang Soelistyo, S.Sos., para Asisten Panglima TNI dan Angkatan, para Pangkotama, sertaKapolda Metro Jaya Irjen Polisi Mochammad Iriawan.(TNI/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Proxy War
Cengkraman Proxy War Selimuti Konfigurasi Pilres 2019
Ancaman Nyata Ke Depan Bersifat Asimetris, Proxy dan Hibrida
Panglima TNI: Proxy War Bisa Hancurkan Negara Tanpa Peluru
Panglima TNI Ajak Seluruh Anak Bangsa Berjuang Demi NKRI
Panglima TNI Ajak Komponen Bangsa Doa Bersama untuk Nusantara Bersatu
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akbar Tanjung Komentari Sikap Politik Gerindra dan Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi
Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
Polda Gelar Doa Bersama untuk Situasi Kamtibmas di Gorontalo
Polda Gorontalo Gelar Apel Kesiapsiagaan Jelang Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden
RUU Ketahanan Keamanan Siber dan RUU Perlindungan Data Pribadi Harus Direalisasikan
Hasanuddin Mas'ud Menjadi Ketua Komisi III DPRD Kaltim
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]