Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Proxy War
Panglima TNI Ajak Seluruh Anak Bangsa Berjuang Demi NKRI
2016-12-28 20:05:22

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah kepada Forum Keluarga Alumni IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Rabu (28/12).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh anak bangsa berjuang dan bergotong-royong demi NKRI, agar tidak terpecah belah dan Indonesia bisa terus membangun. Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah kepada Forum Keluarga Alumni IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Rabu (28/12).

Dalam ceramahnya yang mengangkat tema "Berjuang Dan Bergotong Royong Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang", Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa dalam menghadapi perkembangan ancaman global yang mengarah pada konflik energi dan sumber daya hayati, diperlukan sikap waspada terkait kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

"Presiden RI pertama Bung Karno pernah mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia nanti akan membuat iri bangsa-bangsa di dunia, dan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo pada saat disumpah, dalam amanatnya menyampaikan bahwa kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka buat kita," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, persatuan bangsa harus terus dipelihara dan dijaga dengan baik, dengan menghilangkan egosentris pribadi dan kelompok, sehingga dapat menghadirkan nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika yang hakiki.

"Bhinneka Tunggal Ika adalah Centre Of Gravity yang harus dipegang jangan sampai lepas sebagai pemersatu bangsa dan Bung Karno pernah mengatakan,pekerjaanku lebih mudah karena mengusir penjajah dan perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa berbagai pola proxy war dalam bentuk aksi terorisme berpotensi tumbuh subur di Indonesia,dikarenakan landasan hukum yang menjeratnya masih berbentuk pidana dan penindakan baru dapat dilakukan setelah aksi teorisme terjadi.

"Saya tegaskan bahwa terorisme itu merupakan suatu ancaman, karena terorisme itu adalah kejahatan suatu negara. Di Indonesia, Undang-Undang terorisnya memanjakan teroris, karena disini teroris adalah kejahatan pidana, sehingga menjadikan tempat yang paling indah dan nyaman bagi terorisme, seharusnya definisi teroris adalah kejahatan Negara bukan pelanggaran pidana," ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa yang memerdekakan bangsa Indonesia bukanlah TNI, namun rakyat bersama komponen lainnya termasuk Muhammadiyah didalamnya. "Muhammadiyah adalah Organisasi Islam yang besar, karena sejak sebelum merdeka bangsa ini, Muhammadiyah yang berjuang bersama-sama komponen lain. Oleh karenanya, Muhammadiyah tidak boleh hilang dan harus tetap tumbuh, harus berdiri paling depan, demi bangsa dan negara," jelasnya.

Mengakhiri ceramahnya, Panglima TNI mengharapkan para pemuda dapat berdiri paling depan untuk menjaga kedaulatan bangsa dengan cara berjuang dan bergotong royong, untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang. "TNI tidak bisa berjuang sendiri untuk menjaga NKRI, harus bersama-sama rakyat dan saya ingin Muhammadiyah adalah tonggak Islam yang selalu bersama-sama sejak sebelum berdirinya negara ini untuk menjaga persatuan dan kesatuan bersama TNI," pungkasnya.(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait Proxy War
 
Cengkraman Proxy War Selimuti Konfigurasi Pilres 2019
 
Ancaman Nyata Ke Depan Bersifat Asimetris, Proxy dan Hibrida
 
Panglima TNI: Proxy War Bisa Hancurkan Negara Tanpa Peluru
 
Panglima TNI Ajak Seluruh Anak Bangsa Berjuang Demi NKRI
 
Panglima TNI Ajak Komponen Bangsa Doa Bersama untuk Nusantara Bersatu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Adhan Dambea Menilai Perayaan HUT Provinsi Gorontalo ke 19 Hanya Seremonial Belaka dan Sangat 'Lombo'
Pentingnya Peran DPRD Provinsi untuk Dilibatkan dalam Musrembang Desa
Siapkan Sumber Daya Manusia Menyambut Ibukota
Satukan Persepsi, Sigit Wibowo Hadiri Rakoor Hibah dan Bansos
Soal Tapal Batas, Bontang Minta Bantuan Komisi
Adhan Dambea: Ketua Dewan Itu Harus Mampu Menjadi Pengayom
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Pentingnya Peran DPRD Provinsi untuk Dilibatkan dalam Musrembang Desa
Polda Metro Jaya bersama Stakeholder Luncurkan Layanan Digital E-TLE Development Program
Jaksa KPK Tuntut Hakim Kayat 10 Tahun Penjara
Pengedar Sabu di Jakarta Timur Didor, PMJ: Pelaku Sempat Rebut Senjata Polisi
BTN Terindikasi Pemalsuan Dokumen PKB, SP BTN Dikawal ACTA Lapor ke Bareskrim
Legislator Minta Ombudsman Pro Aktif Awasi Perilaku Penyelenggara Negara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]