Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI
Panglima TNI: Industri Strategis Sangat Diperlukan Dalam Pertahanan Negara
2017-08-24 04:47:22

JAKARTA, Berita HUKUM - Industri Strategis Nasional sangat diperlukan kedepan dalam pertahanan negara, bila industri strategis sudah mandiri tentunya kita punya kepercayaan diri yang luar biasa dalam mengawal dan menjaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena tidak akan diembargo lagi.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gaot Nurmantyo kepada awak media usai acara Peluncuran dan Bedah Buku Kebijakan KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Ketua KKIP Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, bertempat di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kemenhan RI, Jl. Merdeka Barat Jakarta Pusat, Rabu (23/8).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa Alutsista yang dimiliki TNI dari produksi industri dalam negeri masih memiliki banyak kekurangan, tapi disisi lain juga masih banyak kelebihannya. "TNI sebagai pengguna Alutsista selalu memberikan masukan dan evaluasi terhadap industri pertahanan dalam negeri kepada Kementerian Pertahanan RI" jelasnya.

Selanjutnya, Panglima TNI mengatakan bahwa pengembangan industri strategis dilakukan secara bertahap, tidak bisa kita langsung ke alih teknologi dan sebagainya. Namun demikian, kemajuan-kemajuan industri strategis juga berkembang pesat. Contohnya, kita sudah mulai membuat Kapal Selam dan Pesawat Tempur, termasuk Radar dan Tank Model Rantai.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, untuk pengembangan industri pertahanan dalam negeri perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Disamping itu perlu dicarikan lokasi baru yang lebih strategis untuk pengembangan industri pertahanan seperti Pindad yang berlokasi di Bandung sudah tidak visioner lagi. "Pindad mungkin perlu direlokasi di suatu tempat yang lebih luas, dan dekat Pelabuhan, Bandara dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, terkait insiden tabrakan Kapal Perang USS John S McCain dengan Kapal Tanker Alnic MC di perairan Singapura, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantya mengatakan bahwa sampai saat ini, Indonesia melalui TNI AL bersama-sama dengan Angkatan Laut Malaysia dan Singapura masih melakukan pencarian 10 Pelaut asal Amerika Serikat yang hilang.

Panglima TNI mengatakan bahwa pencarian tersebut harus berdasarkan arus air laut pada saat kejadian, arusnya kemana itu yang kita kejar. "Kita juga mengerahkan kapal-kapal kecil, termasuk nelayan juga kita mobilisasi di tempat yang aman dari jalur," ucapnya.

Panglima TNI membenarkan bahwa perairan Singapura sangat berpotensi terjadinya kecelakaan tabrakan kapal, karena Perairan Singapura merupakan wilayah lalu lintas yang paling padat di dunia.(TNI/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait TNI
Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Milik Anak Buah, Kegagalan Tanggung Jawab Komandan
TNI dan ADF Gelar Latihan Bersama Garuda Kookaburra 2017
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Kasum TNI: Siswa Seskoad Harus Ikuti Perkembangan Ancaman Global
Kapuspen TNI Pimpin Sertijab 3 Kepala Bidang Penerangan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi
Program KUBE Butuh Penasihat Usaha
MKD DPR Tetap Akan Memproses Setya Novanto
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur
Aparat Hukum Harus Buktikan Kasus Transfer Standard Chartered Rp19 Triliun
Yocie Gusman Plt Direktur Utama BJB Syariah Ditetapkan Tersangka
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur
Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda
Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]