Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Bumi
Panggilan Cinta untuk Bumi Bersama Gerakan Love & O2: Lovetacular
2019-02-14 23:15:47

Kayla von Rueti, Co Founder Love & O2 dan pembawa acara saat pemaparan gerakan Lovetacular.(Foto: BH /na)
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia. Oleh sebab itu, Indonesia juga dikenal sebagai paru-paru dunia. Namun pada kenyataannya, hutan di Indonesia semakin lama semakin berkurang luasnya. Bukan menjadi rahasia umum lagi jika hutan di Indonesia banyak yang gundul akibat kebakaran hutan (sengaja atau tidak) hingga penebangan liar.

Padahal keberadaan hutan memiliki banyak sekali manfaat untuk kelangsungan makhluk hidup. Salah satunya adalah hutan merupakan penyumbang oksigen (O2) terbesar bagi bumi. Jadi sudah seharusnya dijaga dan dicintai sepenuh hati.

Oleh karenanya gerakan Love & O2 kembali menyebarkan pesan cinta bumi melalui acara 'Lovetacular' yang diselenggarakan oleh The FoodHall Supermarket, Plaza Indonesia.

Love & O2 merupakan gerakan peduli pada pelestarian alam dan lingkungan secara berkelanjutan yang digagas oleh seorang desainer perhiasan, Delia von Rueti.

Melalui gerakan Love & O2, Delia telah mewujudkan mimpi besarnya dengan mendonasikan 2.500 hektar lahan pribadi di Muara Teweh, Kalimantan Tengah untuk konservasi taman hutan hujan tropis pertama di Indonesia yang kelak akan dinikmati oleh generasi berikutnya.

"Lovetacular, kolaborasi antara Love & O2 dan The FoodHall. Pesan kami adalah apa yang kami butuhkan cinta. Spa yang kami butuhkan adalah oksigen," kata Kayla von Rueti, Co-Founder Love & O2, di The FoodHall, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk mengajak masyarakat menyebarkan cinta, untuk lebih mencintai diri sendiri sehingga kemudian dapat mencintai orang lain dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, di hari yang sama, Love & O2 juga meluncurkan produk Snack sehat berupa keripik kelapa dan granola, yang dibuat dengan memberdayakan masyarakat yang tinggal di Desa Tabanan, Bali. Senilai 15% dari setiap hasil penjualan akan didonasikan untuk program pelestarian hutan yang dikelola oleh Love & O2.

"Kita mulai dengan melakukan langkah yang baik dengan memberikan Snack sehat kepada masyarakat. Langkah ini tak hanya ditujukan untuk membantu pelestarian hutan, namun juga membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," ungkap Kayla.(bh/na)



 
Berita Terkait Bumi
 
• Panggilan Cinta untuk Bumi Bersama Gerakan Love & O2: Lovetacular
 
• Dalam 11 Ribu Tahun Terakhir, Bumi Alami Suhu Tertinggi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]