Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
PN Samarinda Heboh, Ditemukan Sabu dalam Bungkus Rokok Titipan Barang Buat Terdakwa
2019-10-07 20:33:18

Terdakwa Juliandi (gemuk) dan terdakwa Faisal (kecil) beserta barang bukti ketika diamankan Kejaksaan Negeri Samarinda.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Ruang tahanan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda pada, Senin (7/10) sekitar pukul 15.00 Wita sore tiba-tiba heboh, dengan diamankannya 3 bungkus rokok sempurna mild merah yang didalamnya berisi narkotika jenis Sabu dan diperkirakan berisi puluhan gram.

Kejadian tersebut membuat pengunjung sidang maupun pengacara dan hakim terperangah dengan pertiwa tersebut, semuanya mengarah ke depan ruang tahanan dimana para terdakwa di tahan menunggu giliran sidang.

Informasi yang sempat dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com bahwa pertiwa tersebut terjadi saat seorang laki-laki paru baya mengantarkan satu kantong berisi nasi bungkus dan 3 bungkus rokok sempurna mild merah dan langsung meninggalkan tempat tersebut.

Setelah diperiksa ternyata dalam bungkus rokok tersebut berisi sabu dengan jumlah yang cukub banyak, anggota Brimob Polri yang bertugas mengawal tahanan langsung mengejar pelaku yang mengantar barang tersebut, namun pelaku yang menitip barang berisi sabu tersebut langsung kabur hilang menggunakan sepeda motor.

Komandan Regu pengawalan tahanan, Brigadir Polisi Ginting dari Brimob Samarinda Seberang ketika dikonfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com membenarkan akan kejadian tersebut.

"Saya nggak tahu siapa orangnya, cuma tadi antar makanan katanya titipan itu untuk terdakwa Juliandi, karena ngantar makanan ya kita terima. Saya serahkan ke saudara Hanif untuk melakukan pemeriksaan, setelah diperiksa ternyata ada BB Sabu yang ada di dalam bungkus rokok, kami langsung melakukan pengejaran tersangkanya kabur dibonceng orang," ujar Ginting, Senin (7/10).

Yang antar barang sendirian namun setelah dilakukan pengejaran menurut saksi yang melihat bahwa pelaku kabur bersama temannya yang sudah menunggu dimotor, jelas Brigadir Polisi Ginting

Sementara, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Samarinda Windro Tumpa kepada wartawan di ruang kerjanya pada, Senin (7/10) sore mengatakan bahwa, saat kejadian tersebut kedua terdakwa Juliandi alias Bindie anak dari Melur Sucipto dan terdakwa Faisal Pabungkaran alias Toti Bin Dakka bersama Barang Bukti Sabu langsung kita amankan dan bawah ke Kejaksaan untuk diminta keterangan.

"Dari mereka yang tidak mengakui bahwa mereka tidak tahu bahwa barang yang dititipkan untuk mereka," ujar Kasi Pidum.

Namun, keterangan saksi dari pengawal tahanan baik dari Kejaksaan maupun dari Brimob yang menyatakan bahwa yang menitip barang mengatakan barang tersebut untuk Juliandi. Hal tersebut juga sebelumnya terdakwa Juliandi dan terdakwa Faisal kepada Yosep pengawal tahanan dari Kejaksaan mengatakan bahwa, nanti ada titipan barang saya, ada titipan barang saya, jelas Windro menirukan keterangan saksi Yosep dan saksi Ginting.

"Kedua terdakwa Juliandi dan Faisal beserta barang bukti setelah kita timbang sabu 47 gram bruto yang disimpan dalam bungkus rokok sampurna merah sudah dibawa ke Polres Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan untuk penitip barang terlihat jelas di CCTV," ujar Windro.

Untuk diketahui bahwa terdakwa Juliandi sebelumnya juga sudah merupakan terpidana yang sama, jadi kalau untuk hari ini adalah perkara yang ketiga kalinya, yang pertama di tahun 2015 di vonis 12 tahun penjara, kedua awal tahun 2019 dengan barang bukti 700 gram ditangkap dilapas bayur saat diantar oleh rekannya yang saat ini dalam proses sidang, kasus hari ini yang ketiga kalinya, pungkas Kasi Pidum.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Bareskrim Polri Dukung Yayasan GONG Indonesia Bangun Standarisasi Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba
 
Polisi: Artis Sinetron Aulia Farhan Ngaku Sudah 6 Bulan Gunakan Sabu dan Pelaku DK Masih Didalami
 
Resmi Berdiri, Yayasan GONG Indonesia Siap Selamatkan Bangsa dari Ancaman Penyalahgunaan Narkoba
 
BNN Tangkap 4 Tersangka Jaringan Narkoba Internasional di Dumai
 
Indoneaia Darurat Narkoba, Bandar Narkoba Cuma Dihukum 5,6 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim Polri Dukung Yayasan GONG Indonesia Bangun Standarisasi Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba
Kunjungan Jokowi ke Riau, Syahrul Aidi Minta Bukan Jalan Tol Saja Dibangun, Tapi Juga Jalan Umum
Tangkal Hate Speech di Medsos, Ini Imbauan Divhumas Polri
Kelompok Curanmor Asal Lampung Ini Ngaku Sudah 40 Kali Beraksi Sejak 2013
RUU Dibahas DPR Bersama Pemerintah
Polisi: Artis Sinetron Aulia Farhan Ngaku Sudah 6 Bulan Gunakan Sabu dan Pelaku DK Masih Didalami
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi: Artis Sinetron Aulia Farhan Ngaku Sudah 6 Bulan Gunakan Sabu dan Pelaku DK Masih Didalami
Uighur China: Ditahan karena Memelihara Janggut, Berjilbab, dan Menjelajah Internet
Polda Metro Jaya Musnahkan Barbuk Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba Senilai Total 1,5 Triliun
Mahfud MD Anggap Keliru Sudah Biasa dalam Susun Rancangan UU, PKS: Bahaya
BNN Temukan 1 Ton Ganja Siap Edar di Pool Mobil Truck
MUI Desak Aparat Segera Tangkap Perusak Rumah Ketua PA 212
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]