Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PKS
PKS 'Ngemis' Posisi Wapres ke Jokowi dan Akan Tinggalkan Gerindra?
2018-02-18 09:07:22

Ilustrasi. Presiden PKS Sohibul bertemu Presiden Jokowi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman (MSI) menyebutkan bahwa partainya akan mengajukan bakal calon wakil Presiden untuk petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pemilihan Presiden 2019 mendatang. Hal ini disampaikan dalam agenda Rembuk Nasional dan Ngaji Budaya Fraksi PKS Se - Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 13 - 16 Februari 2018.

Seperti yang diunggah oleh akun Fanpage Facebook Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Sohibul Iman mengatakan bahwa, dalam gelaran pilpres 2019 ini, minimal PKS, mengambil peran sebagai Cawapres berkoalisi dengan Jokowi sebagai Capres.

"Sekarang walaupun malu - malu, PDIP sesungguhnya, sedang menyiapkan siapa cawapres yang tepat untuk Pak Jokowi, jadi sekarang sudah ngantri yang menjadi cawapresnya pak Jokowi, menurut harian terbit, ada 17 orang yang sudah ngantri menjadi calon wakil presidennya Jokowi, dan kalau kita kemudian masuk menjadi wakil presidennya Pak Jokowi, kita berarti di urutan yang ke 18." Ujar Muhammad Sohibul Iman.

Muhammad Sohibul Iman mengatakan kepada kader PKS agar jangan pesimis, menurutnya bisa jadi Jokowi melihat PKS potensial sehingga menjadikan PKS sebagai cawapres urutan pertama.

"Tapi antum jangan pesimis, siapa tau pak Jokowi melihat ini PKS potensial paling atas," kata Muhammad Sohibul Iman.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sebagai politisi senior dari fraksi PKS menyayangkan pernyataan Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman. Menurutnya, Presiden Partai PKS pandangannya terlalu matrealistis.

"Saya pagi2 beristigfar kepada Allah, malu mendengar pidato presiden partai yang saya banggakan seperti ini. Nampak sekali pandangannya materialistis. Politik tidak dilihat dengan Bashirah, mata batin yang tenang dan berwibawa. Astagfirullah.... #KaderSedih," kata Fahri Hamzah, melalui akun twitter resminya pada, Sabtu (17/2).

"TRUST ME...
Yg memakai mimbar resmi partai ini tidaklah bersatu jiwa dengan kader yang ikhlas berjuang membesarkan partai..." tulis @Fahrihamzah.

Selain itu, Mardani Ali Sera juga klarifikasi dalam akun twitternya, menurutnya PKS hingga saat ini masih dalam posisi bersama Gerindra dan bersama partai lain berusaha menghadirkan figur yang dapat mengalahkan Jokowi.

"Saya jawab: Tentu pak Jokowi sedang mencari pendampingnya utk 2019, PKS hingga saat ini masih dlm posisi bersama Gerindra, dan bersama partai lain berusaha menghadirkan figur yg dapat mengalahkan Jokowi," kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera pada, Kamis (15/2).

Mardani juga mengakui bahwa Mulai banyak bermunculan nama-nama potensial capres yang ia terima, namun semua akan di musyawarahkan dengan sekutunya partai Gerindra & beberapa yang mulai jalin komunikasi serta sikap PKS belum berubah dan ingin mengganti kepemimpinan negeri ini.

"Sikap kami belum berubah sama sekali, yaitu ingin mengganti kepemimpinan negeri lewat proses demokrasi secara sehat & konstitusional. #PemimpinBaru" kata Mardani.

Sebelumnya Musyawarah Majelis Syuro VI PKS menetapkan sembilan nama sebagai bakal calon presiden dan atau bakal calon wakil presiden hasil penjaringan internal. Sembilan bakal calon presiden dan wakil presiden dari PKS itu antara lain, Gubernur Jawa Barat dari PKS, Ahmad Heryawan; Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid; Mantan Presiden PKS, Anis Matta; Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

Kemudian Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al'Jufrie; Mantan Presiden PKS? Tifatul Sembiring; Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

Salah satu dari bakal calon presiden tersebut yaitu Anis Matta belakangan mendapat dukungan dari Keluarga Alumni (KA) KAMMI sebagai Calon Presiden alternatif. Dukungan ini dideklarasikan pada tanggal 4 Februari 2018 di Royal Kuningan Jakarta.

Selain Anis Matta, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga diajukan sebagai Calon Presiden alternatif oleh organisasi alumni KAMMI tersebut.

Berikut cuplikan pernyataan Muhammad Sohibul Iman didepan para kader PKS :



Berikut Video Lengkapnya :



(ak/jurnalpublik/abadikini/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait PKS
PKS 'Ngemis' Posisi Wapres ke Jokowi dan Akan Tinggalkan Gerindra?
PKS: Penduduk Miskin Meningkat, Warning untuk Pemerintah
PKS Prediksi Indonesia akan Alami Tiga Krisis
Aburizal Bakrie: Selamat Munas PKS!
Perempuan PKS Dorong Pengentasan Kemiskinan di Forum Internasional ICAPP Azerbaijan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Soal Tarif Integrasi Tol JORR Rp 15.000, Ini Penjelasan Kementerian PUPR
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
Rachmawati Soekarnoputri: Jokowi Jauh dari Trisakti, 2019 Harus Ganti Presiden!
TNI Miliki Peran Penting Dalam Sukseskan Program Nasional
Indonesia Kondusif, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
APMI: Rizal Ramli Mampu Bawa Indonesia sebagai Kejayaan Negara Maritim
Polda Metro Segera Terapkan Tes Psikologi dalam Penerbitan SIM
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta
Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]