Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PAN
PAN Siap Ikuti Langkah PKS sebagai Oposisi
2019-08-15 14:36:00

Ilustrasi.Wasekjen Partai PAN, Saleh Partaonan Daulay.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wasekjen partai PAN, Saleh Partaonan Daulay memastikan bahwa seluruh Parpol pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno pada Pilpres 2019 lalu tetap menjadi oposisi untuk menjadi penyeimbang dan pengkritik penerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Ya, tentu saja kita apresiasi dengan sikap politik yang ditawakan PKS yah. Kepada partai eks pendukung Prabowo-Sandi, tentu keyakinan PKS tetap berada di oposisi diharapkan akan memberikan dampak positif bagi nasional," ujar Saleh kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (15/8).

Hal ini menurut Saleh, diperlukan pengkajian di internal sehinga dalam mengambil keputusannya tidak terkesan Parpol ikut-ikutan.

"Nantinya bisa menjadi landasan yang kuat untuk ditentukan sikap politik ke depan tanpa harus 'ikut-ikutan' dengan partai lain. PAN dan partai pendukung Pak Prabowo akan mengambil satu keputusan politik terbaik," tuturnya.

Pada Prinsipnya, PAN akan merumuskan sendiri dalam menentukan sikap politik ke depan.

"Sekali lagi kita apreasi aja, tapi kita punya sikap sendiri yang nanti kita akan rumuskan sendiri," tutupnya.

Sebelumnya, partai PKS mengajak partai PAN agar tidak bergabung dengan koalisi pemerintah melainkan melainkan berada di jalur oposisi.(bh/frn)

Share : |

 
Berita Terkait PAN
Sandi Paling Berpeluang Jadi Penerus Zulkfli Hasan di PAN
PAN Siap Ikuti Langkah PKS sebagai Oposisi
Jangan Percaya Rumor, PAN Masih Konsiten di Koalisi Adil dan Makmur
PAN: Pro-Jokowi di Sumsel Bukan Kader, Keterlaluan Bohongnya!, DPW Sumsel Tempuh Jalur Hukum
H-1 Pilkada Serentak 2018, Ketum PAN Sampaikan Beberapa Imbauan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Hakim Kayat Didakwa Jaksa KPK Menerima Suap Rp 99 Juta
Presiden Jokowi Ditantang Keluarkan Perppu Mengoreksi Revisi UU KPK seperti SBY
KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi dan Asistennya sebagai Tersangka
Ridwan Hisjam: Golkar Perlu Reformasi Jilid II
Badiklat Kejaksaan Gembleng Ratusan CPNS Menuju SDM Unggul
Korupsi Berkomplot Anggota DPRD Kaltim, KPADK Minta Jaksa Agung Periksa Kembali 6 Tersangka
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]