Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kekerasan terhadap Wartawan
Oknum Ajudan Bupati Kaur, Aniaya Wartawan Online Hingga Matanya Bengkak Berdarah
2019-05-15 19:26:27

Wartawan Aprin T Yanto, korban kekerasan terhadap wartawan saat di Polsek Kaur Selatan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HKUM - Saat puasa Ramadhan, salah satu wartawan Online BeritaHUKUM.com wilayah kerja di Kabupaten Kaur Aprin T Yanto, SE (36) kemaren pada, Selasa (14/5) sekira pukul 12:02 WIB dibugem sebanyak 2 kalo oleh oknum ajudan Bupati Kaur Gusril Pausi yang berinisial HD, kejadian tepatnya di kantor Pemda lantai 3 ruang tunggu Bupati Kaur. Keterangan ini diperoleh dari korban pada, Rabu, (15/5) di Polsek Kaur Selatan usai melaporkan kasus penganiayaan tersebut.

Aprin menceritakan kronologis kejadian berawal, pada hari Selasa (14/5) kemarin Sekira pukul 12: 02 Wib siang, saya bertamu ke Pemda Kaur ingin menemui Bupati Kaur, provinsi Bengkulu. Tepatnya di gedung Pemda Kaur Lantai 3 diruang tunggu Bupati. Saya ketemu dengan ajudan Bupati inisial HD. Pada saat itu, saya mohon izin dengan HD bahwa saya ingin ketemu dengan bupati. Namun, HD bilang gak bisa ditemui.

"Saat itu juga saya mau keluar permisi meninggalkan ruangan, dengan mengatakan 'ya sudah saya pulang'. Tiba-tiba HD menyerang dengan mendaratkan tinju atau bogem sebanyak 2 kali tepatnya di pelipis mata kiri hingga saya terjatuh dan mengeluarkan darah," ujar Aprin.

Aprin menambahkan, pemukulan oleh pelaku HD yang kini matanya menjadi bengkak dan menyebabkan dirinya muntah tersebut, diduga dampak dari pemberitaan yang di tayangkan oleh media tempatnya bekerja mengenai (Bangunan Rumdin Bupati Kaur Baru Sekitar Rp20 Milyar Sudah Mulai Rusak). Dari penutuaran Aprin pada saat berita sudah di tayangkan dahulu tersebut pelaku HD pernah menghubunginya menindak lanjuti berita tersebut.

"Hari ini saya sudah melakukan Visum, di Puskesmas Bintuhan sekaligus melaporkan kasus penganiayaan ini kepenegak hukum yakni Polsek Kaur Selatan. Saya mohon kepada penegak hukum untuk menindak tegas oknum Ajudan Bupati Kaur yang melakukan penganiaan terhadap saya selaku Jurnalis. Agar kiranya oknum HD ditahan dan diadili sesuai proses hukum yang berlaku", tegas Aprin.

Menanggapai hal ini, Kapolsek Kaur Selatan Surya R Purnama, SH menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari korban terkait penganiayaan tersebut. Dirinya berjanji akan segera memproses hukum pelaku penganiayaan tersebut.

"Kami sudah menerima laporan saudara Aprin Taskan Yanto, terkait penganiayaan yang dilakukan oleh oknum ajudan Bupati kaur inisial HD tentunya dalam waktu dekat kita akan proses dan akan memanggil saksi-saksi yang melihat di Tempat Kejadian Perkara (TKP)", jelas Surya.

Surya menambahkan, korban Aprin tadi pagi sudah melakukan visum di Puskesmas Bintuhan, untuk hasinya maka sama-sama kita tunggu. Dalam kasus ini, pelaku akan dijerat dengan UU Pasal 351 KUHP : ayat (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.(rmolbengkulu/Sulaiman/klikwarta/bh/aty)


 
Berita Terkait Kekerasan terhadap Wartawan
 
Penembakan Jurnalis Indonesia di Hong Kong: Wartawan Tolak Klaim Pengawas Polisi atas Penembakan Veby Mega Indah
 
Polisi Usir dan Intimidasi Wartawan Saat Liput Kericuhan Demo
 
IJTI Sulsel Kecam Kekerasan Polisi Terhadap 3 Jurnalis
 
PPWI Kecam Keras Upaya Pendzaliman terhadap Wartawan
 
Suami Ria Panjatangi Terdakwa Kasus Penipuan Ancam Wartawan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Data Jutaan WNI Diduga Dibobol Peretas dari KPU, 'Bisa Disalahgunakan untuk Kejahatan Siber'
PKB: Semua Melemah, Sumber Nafkah Sulit Dan Kebijakan Terkesan Colong-colongan
Pandemi Covid-19 Timbulkan Dilema Ekonomi
Dikaitkan HUT PKI, Konser Iwan Fals pada Malam Takbiran Ditunda
Berupaya Selamatkan Bangsa, KMPK Terus Bergerak Galang Dukungan Gugat UU Corona No 2/2020
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Covid-19
Netty Prasetiyani: 'Indonesia Terserah' Muncul karena Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]