Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Miss Angola Rebut Gelar Miss Universe 2011
Wednesday 14 Sep 2011 01:08:48

Leila Lopes menangi ajang pemilihan Miss Universe 2011 (Foto: AP Photo)
SAO PAULO (BeritaHUKUM.com) Miss Angola, Leila Lopes (25) terpilih sebagai Miss Universe 2011. Mahkota pun resmi berpindah dari Ximena Navarrete, Miss Universe 2010 kepada Leila Lopes pada Grand Final Miss Universe, Senin (12/9) malam waktu Sao Paulo, Brasil atau Selasa (13/9) pagi WIB.

Seperti diberitakan Associated Press, Lopes berkompetisi dengan Miss Ukraina Olesia Stefanko (24) dan Miss Brasil Priscila Machado (25) untuk meraih mahkota Miss Universe 2011. Sementara dua kontestan Asia di barisan Top 5 Miss Universe 2011 yang tersisihkan adalah Shamcey Supsup (24) dari Filipina dan Luo ZiLin (24) dari China.

Sementara kontestan dari Indonesia, Nadine Alexandra Dewi Ames (20), gagal lolos ke babak semifinal meskipun sebelumnya Nadine mengaku optimistis masuk dalam 16 besar.

Kecantikan fisik dan kepribadian Lopes, membuktikan ajang pemilihan ini bukan sekadar memilih perempuan cantik dari luar. Miss Universe harus mampu menginspirasi perempuan muda, menjadi sosok yang layak dibanggakan. Bukan hanya dibanggakan negara asalnya, namun juga menjadi panutan dunia.

Miss Universe 2011 asal Angola, Leila Lopes, menunjukkan kharismanya. Dalam sesi wawancara di babak lima besar, Lopes mengutarakan pendapatnya, sekaligus kebanggaan menjadi dirinya sendiri.

Lahir dengan nama lengkap Leila Luliana da Costa Vieira Lopes, perempuan yang lahir di Benguela, Angola, 26 Februari 1986 ini, mensyukuri kecantikan alami yang dimilikinya, dan tak ingin mengubah apa pun yang dianugerahkan kepadanya.

Meski diburu waktu saat memberikan jawaban atas pertanyaan juri di babak lima besar, Leila Lopes dengan lugas menyatakan, "Saya melihat diri saya sebagai perempuan yang diberkati dengan inner beauty. Saya juga dibesarkan dengan prinsip hidup yang hebat dari keluarga saya. Dan yang terpenting adalah sikap saling menghargai satu sama lain," tutur Lopes.

Dengan senyum menawan yang diakui Lopes sebagai senjatanya memenangkan kompetisi, mahasiswi manajemen bisnis di Inggris ini mempertahankan kecantikan alami. Menjawab pertanyaan mengenai rahasia cantiknya, Lopes mengaku tak pernah sekali pun menjalani operasi plastik. Resep cantiknya lahir dari kebiasaan baik seperti cukup tidur, minum banyak air, dan menggunakan tabir surya kapan saja dan di mana saja.

Pribadi yang matang
Mengikuti pemilihan bergengsi dengan total 89 kontestan dari berbagai negara, bukan pekerjaan mudah. Hanya perempuan cantik dengan pribadi matang yang bisa melewati berbagai tahapan kompetisi ini. Perempuan bukan sekadar dinilai dari kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya. Kepribadian yang matang juga penting dan patut menjadi perhatian utama.

Miss Universe 2011, Leila Lopes berharap, kemenangannya mampu mengangkat negaranya dari sejarah kelam sebagai salah satu negara dengan perang berkepanjangan dan kemiskinan. Perang di Angola pecah pada tahun 1960-an, diikuti perang saudara setelah memperoleh kemerdekaan dari Portugal pada tahun 1975. Perang berakhir pada 2002. "Saya juga ingin fokus melawan HIV di seluruh dunia," tuturnya.

Leila Lopes dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Perempuan yang selalu tampil memesona di berbagai sesi preliminary Miss Universe 2011 ini, juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial bersama anak-anak dari keluarga miskin, dan melawan HIV. "Dengan menjadi Miss Universe, saya yakin bisa berbuat sesuatu yang lebih banyak lagi nantinya," tambahnya.

Memiliki warna kulit yang berbeda dari kebanyakan kontestan, Leila juga dihadapkan pada pertanyaan seputar rasisme. Dengan tegas Lopes menjawab, "Setiap orang yang masih bersikap rasis membutuhkan bantuan. Adalah hal yang tidak normal, pada abad 21 seperti ini, jika masih memiliki cara berpikir seperti itu (rasisme-red)."(kmc/sya)

Share : |

 
Berita Terkait
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tafsir 6A dan Tekanan Politik
Dr Jan Maringka: Penegakan Hukum Tidak Sama dengan Industri
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
Kejari Gunung Mas Tangkap Kontraktor Terduga Korupsi Dana Desa
Hakim Kayat Didakwa Jaksa KPK Menerima Suap Rp 99 Juta
Presiden Jokowi Ditantang Keluarkan Perppu Mengoreksi Revisi UU KPK seperti SBY
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]