Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Ormas
Milad 1 Bang Japar: Meneguhkan Konsistensi dan Komitmen untuk Kemaslahatan Umat
2018-02-25 17:58:22

Tampak suasana acara Milad ke 1 Bang Japar di RJA, Komplek DPR, Kalibata Jakarta Selatan pada, Minggu (25/2).(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ormas dan LBH Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang JAPAR) menggelar acara perayaan Milad ke 1 yang dilangsungkan di aula Rumah Jabatan Anggota (RJA), Komplek DPR, Kalibata Jakarta Selatan pada, Minggu (25/2).

Setahun sudah Ormas Bang Jafar didirikan, semenjak tanggal 25 Februari 2017. "Bang Japar adalah kesatuan pengacara dan jawara yang menjadi pengawal dan pemotivasi pembangunan DKI Jakarta agar transparan dan berkualitas," papar Hj. Fahira Idris, SE, MH, selaku Ketua Umum dan pelopor Ormas Bang Japar, Minggu (25/2).

Pada acara hari ulang tahun ke-1 Bang Japar, pantauan pewarta BeritaHUKUM.com tampak turut hadir beberapa tokoh para politisi, pengacara, ulama seperti; Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Wakil Gubernur Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan, Fadli Zon, Oesman Sapta Odang, Hanafi Rais, ustadz Bachtiar Nasir, KH Abdul Rosyid, Buni Yani serta Fahmi Idris orang tua Fahira Idris ini dikenal sebagai politikus senior, Ia pernah menjabat 2 kali sebagai Menteri, ketua fraksi Golkar di DPR dan kini ia menjadi Dewan Penasehat Bang Japar.

Tampak juga hadir para Aparatur Pemerintah setempat diantaranya Wakil Walikota Jakarta Selatan Arifin, Camat Pancoran Herry Gunara, Lurah Pengadegan Muhammad Mursid, Lurah Rawajati Rudi Budijanto, SE, dan Lurah Duren Tiga Bambang Suhada, S.Sos serta lainnya.

Fahira Idris sebagai Dewan Penasehat sekaligus Ketua Umum Ormas Bang Japar menyampaikan bahwa, tugas utama Bang Japar menjaga kampung dari 5 hal, diantaranya; Kampung harus bebas Narkoba, Miras, Judi, Tawuran serta Kekerasan Perempuan dan Anak.

Fahira menambahkan, "Harus bela Ulama, warga sekitar kita harus terus maju. Kini suasana kebatinan Jakarta lebih tenang, warga tidak menjadi objek pembangunan, sudah menjadi subjek pembangunan," ungkap Fahira, yang juga sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), senator dari DKI Jakarta.

Pada acara milad Bang Japar ini juga memberikan anugerah ke banyak tokoh yang diangap mempunyai kepedulian, "Akan memberikan award pada para tokoh yang peduli pada umat. Semoga yang memperoleh award berupa torehan prestasi dan sumbangsihnya."

Kemudian, Bang Japar hadir bukan untuk menjaga ruko, menjaga Tanah, menjaga parkir, "namun hadir untuk membela umat dan bermanfaat agar kampung aman, kampung kita bisa sadar akan hukum dan kampung kita jauh dari musibah dari Allah SWT," ujarnya.

"Jadi adanya Bang Japar bukan jadi kacau, malah menjadikan aman dan nyaman, tutur Fahira Idris.

Acara milad ini juga untuk mengangkat kembali budaya lokal dan seni budaya betawi. "Acara ini bertujuan untuk menyemarakkan kembali budaya lokal, seni budaya Betawi, hingga program pelayanan gratis," jelas Fahira.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang berkesempatan hadir turut mengapresiasi dan datang di momen acara Milad ini. Sebelum masuk ke ruang acara, Anies sempat disambut dengan tradisi palang pintu.

Anies ingat bahwa sepuluh hari dimasa Pilkada DKI Bang Japar didirikan. "Bahwa pilkada Jakarta harus jujur, adil, tertib. karena itu pengacara dan jawara bergabung menjadi satu," ulasnya.

"Persatuan itu penting, persatuan bukan latar belakang, namun merupakan suatu yang diusahakan. Persatuan menjaga kebhinekaan," urainya.

"Bang Japar hadir untuk menjaga persatuan dan kebhinekaan, guna mencapai keadilan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul di Ibukota Jakarta, baik dari masalah air (banjir) hingga narkoba," pungkas Anies.(bh/mnd)

Share : |

 
Berita Terkait Ormas
Ormas Jangan Ragu Berikan Kritik Bagi Pemerintah dan DPR
Ketua DPR Minta Semua Ormas Aktif Jaga Stabilitas Politik
Ahli: Pembubaran Ormas Tanpa Proses Pengadilan Bertentangan Asas Due Process of Law
Ahli: Larangan dalam UU Ormas Bertentangan dengan Hukum Pidana
Milad 1 Bang Japar: Meneguhkan Konsistensi dan Komitmen untuk Kemaslahatan Umat
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Soal Tarif Integrasi Tol JORR Rp 15.000, Ini Penjelasan Kementerian PUPR
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
Rachmawati Soekarnoputri: Jokowi Jauh dari Trisakti, 2019 Harus Ganti Presiden!
TNI Miliki Peran Penting Dalam Sukseskan Program Nasional
Indonesia Kondusif, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
APMI: Rizal Ramli Mampu Bawa Indonesia sebagai Kejayaan Negara Maritim
Polda Metro Segera Terapkan Tes Psikologi dalam Penerbitan SIM
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta
Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]