Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Lapas
Menteri Kehakiman Jepang Terkesan Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Cipinang
2017-09-11 00:25:44

Menteri Kehakiman Jepang Yoko Kamikawa didampingi Plt. Dirjen Pemasyarakatan Makmun memberikan keterangan Pers di Lapas II Narkotika Cipinang Jakarta Timur, Sabtu (9/9).(Foto: BH /yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Kehakiman Jepang Yoko Kamikawa mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (9/9). Dalam agenda kunjungan kenegaraan itu, pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan juga memamerkan sejumlah industri produktif dan karya dari warga binaan lapas. para pejabat dari kedua negara itu berkeliling melihat suasana lapas. Mereka juga menuju lokasi produksi roti dan kerajinan tangan.

Kedatangan Menteri Yoko tersebut disambut hangat para tahanan narkotika yang memakai seragam pramuka lengkap. Mereka melambai-lambaikan bendera kecil lambang Indonesia dan Jepang. Kemudian Menteri Yoko disambut beberapa pejabat lapas, yaitu Kalapas Narkotika Robianto dan pejabat Humas Dirjen PAS Syarpani. Dia juga dihibur oleh pertunjukan musik dari grup band yang membawakan lagu berbahasa Jepang.

"Saya sangat terharu bisa mendengar musik Jepang dari narapidana narkotika dan musiknya profesional. Saya berharap mereka meneruskan di bidang musik dan terima kasih banyak," ujar Menteri Yoko, di Cipinang, Sabtu (9/9).

Kemudian Yoko beranjak ke tempat para narapidana narkotika mendapat pembinaan. Ada tempat pembuatan kue dan juga kerajinan tangan. Yoko, ditemani beberapa pejabat lapas, dia mengaku terkesan dan tampak antusias melihat-lihat kebolehan para narapidana narkotika ini yang dibina itu.

Setelah dari Lapas Narkotika, Yoko beranjak ke Rumah Tahanan Klas IA Cipinang di, yang letaknya berdekatan dengan lokasi pertama. Dalam momen yang berlangsung sekitar 20 menit itu, Yoko ngopi dengan ditemani musik Jepang dari para tahanan turut meramaikan acara ngopi sore.

"Dalam kunjungan saya kali ini, saya belajar di sini ada bermacam program, rehabilitasi khususnya, dan program penanggulangan kejahatan berulang. Di Jepang juga ada program seperti itu," kata Yoko.

"Untuk fasilitas di Lapas Cipinang, saya sangat terkesan, di sini sangat energetik narapidananya, seperti ada grup Pramuka, musik. Di sini sangat terbuka dan cerah kesannya," tutur Yoko.

Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pemasyarakatan Makmun menyampaikan, kunjungan kenegaraan itu merupakan bentuk pemberitahuan bahwa ada lapas di Indonesia yang sangat produktif memberdayakan warga binaan.

"Kami beserta rekan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kanwil Kemenkumham DKI ke depan kemungkinan ada kerjasama dengan Kementerian Kehakiman Jepang. Mungkin kami menawarkan kebetulan lagi mengembangkan lapas industri yang baru memulai," tutur Mukmin di Lapas Klas IIA Narkotika Cipinang, Jalan Raya Bekasi Timur, Jakarta Timur.

Menurut Makmun, kerjasama Indonesia dengan Negeri Sakura dalam hal pengembangan industri dalam lapas sudah tepat. Hal itu melihat bagaimana Jepang dapat menunjukkan kekayaan akan ilmu kreativitas dan bisnis.

"Mungkin pemerintah Jepang dapat membantu dari sisi manajemen. Mungkin di Jepang keterampilan lebih maju dan bisa dikembangkan di Indonesia," jelas Makmun.(bh/yun)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Lapas
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kapuspen TNI: TNI dan Dewan Pers Sepakati Perjanjian Kerja Sama
Panglima TNI: Orang-Orang Hebat Mengambil Pelajaran dari Kekalahan
Komputer Trouble, Layanan Samsat Gunung Sahari Sempat Terganggu
4 Pilar Kebangsaan Pondasi Kuat Menangkal Bahaya Laten Komunis
Kasus Penelantaran Pasien Terjadi Lagi, Kemenkes Tidak Belajar dari Kasus Sebelumnya
Surat Terbuka JATAM untuk Presiden Jokowi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Muhajir Mengapresiasi Putusan MK terkait Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
Terkait Pemutaran Film G30S PKI Berikut Tanggapan Ketum Muhammadiyah
Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuh Dini di Apartemen Laguna Pluit
Aktivis 98 Dukung Usul Panglima TNI Nobar Film G30S/PKI
Polri dan Ditjen Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Konteiner Miras Senilai 26,3 Miliar
Peredaran PCC, Pemerintah Kecolongan Lagi, Aktor Intelektual Pengedar PCC Harus Diungkap
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]