Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pilkada
Mengkaji Konten Kampanye Pilkada Sumsel 2018
2017-11-27 08:26:09

PALEMBANG, Berita HUKUM - Pemilihan Gubernur Sumsel akan berlangsung bulan Juni 2018 mendatang. Para bakal calon telah mulai mensosialisasikan visi misi, program unggulan dan rencana kerja masing-masing. Sebagian besar kandidat menyebarkan program mereka melalui media sosial dan media massa.

Secara umum ada dua tema yang berlawanan dalam berkampanye, yakni kubu status quo dan kubu perubahan. Kubu status quo diwakili oleh putera kandung gubernur menjabat dan wakil gubernur menjabat sementara kubu perubahan diwakili oleh pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya. Demikian kesimpulan diskusi bertema "Mengkaji Konten Kampanye Pilkada Sumsel 2018" yang digelar Forum Pemerhati Pilkada Sumsel yang digelar di Palembang, Minggu (26/11).

Husnul Chotimah dari Kelompok Diskusi Demokrasi Digital Sumatera Selatan menjelaskan temuan kelompoknya, ada dua kubu yang berhadapan secara konten, tetapi tidak terjadi perdebatan dialektis yang edukatif. Husnul menyatakan kubu status quo yaitu kubu yang ingin mempertahankan dan meneruskan keadaan sekarang, yang diwakili oleh putera gubernur dan wakil gubernur menjabat, sibuk menerangkan prestasi yang diraih pemerintahan Alex Noerdin selama satu dasawarsa terakhir. Mereka mengklaim bahwa Sumsel gemilang, pelopor banyak progam, terkenal ke seluruh dunia dan rakyatnya sejahtera.

"Karenanya kubu status quo berebut slogan meneruskan, melanjutkan dan sama-sama menuliskan kata gemilang dalam banyak produk kampanyenya," paparnya.

Husnul menambahkan, kubu status quo tak melakukan upaya membantah atau menyerang balik atas kritik dan rencana perbaikan kubu perubahan. Dalam kampanyenya, kubu yang diwakili pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya ini banyak menyerang soal ketimpangan, kemiskinan, prestasi olah raga, indeks kemudahan investasi dan persoalan-persoalan lain berbasis data resmi yang tak bisa dibantah. Secara halus mereka mengatakan, untuk apa membangun fasilitas yang menghabiskan dana banyak tetapi kemiskinan tinggi, ketimpangan lebar dan prestasi juga tidak bagus.

"Dalam salah satu kritiknya, calon Wagub Mawardi Yahya berujar untuk apa punya stadium mewah tetapi prestasi olahraganya jelek," ujarnya.

Sementara itu, Agusta Buana dari FPP Sumsel menjelaskan, para kandidat masing menghindari melalukan debat terbuka soal program. Bahkan di sosial media, para pendukung masing-masing sangat sibuk menyebar gambar dan nyaris tidak begitu ramah dengan data-data pembangunan. Agusta menambahkan, masih banyak pendukung para kandidat yang tidak begitu paham apa itu Indeks Pembangunan Manusia, apa itu indeks kemudahan investasi dan seterusnya. Padahal kalau diskusi dimulai dari data, semua akan terbelalak, apa iya Sumsel sudah hebat, sudah gemilang, sudah maju.

"Kubu perubahan memang mengumbar data buruknya prestasi Sumsel, kemudian menawarkan solusi. Kubu status quo acuh tak acuh dengan data itu dan cenderung menghindari perdebatan," pungkasnya.(bh/as)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Pilkada
Mengkaji Konten Kampanye Pilkada Sumsel 2018
Jelang Pilkada Serentak 2018, Polda Jatim Gelar Sispam
Budi Waseso Diminta Turun Gunung ke Pilkada Jateng, Relawan Pendukung Terbentuk
Soroti Pembinaan RTRW di Cianjur: Forum Pemerhati Pilkada Jabar Ingatkan ASN untuk Netral
Jelang Pilkada 2018, Polda Diminta Adil
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
#KamiIndonesia, Ketua MPR: Jangan Ada Lagi Yang Merasa Paling Pancasila!
DPR Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Damai
Haedar: Muhammadiyah Organisasi Tengahan yang Kokoh pada Prinsip
Puluhan Ribu Anak Dirundung-Seksual di Gereja, Sekolah dan Klub Olahraga Australia
Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM
MK Tolak Uji Aturan Iklan Rokok
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM
4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi
Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek
Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly
Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra
Uni Eropa dan Rusia Tolak Dukung Trump Mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]