Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
HIV / AIDS
Menginfeksi 30 Perempuan, WN Italia Positif HIV Divonis Penjara 24 Tahun
2017-10-30 05:07:33

Valentino Talluto telah ditahan pada November 2015.(Foto: Istimewa)
ITALIA, Berita HUKUM - Seorang warga Italia yang berprofesi sebagai akuntan Valentino Talluto, dipenjara selama 24 tahun setelah terbukti dengan sengaja menginfeksi 30 perempuan dengan HIV.

Valentino Talluto disebutkan melakukan hubungan seksual tanpa pelindung dengan setidaknya 53 orang perempuan setelah dia diagnosa positif HIV pada 2006 lalu. Perempuan termuda yang pernah berhubungan seks dengan Talluto berusia 14 tahun.

Pria berusia 33 tahun itu menggunakan nama samaran "Hearty Style"di jejaring sosial dan situs kencan untuk mencari para korbannya.

Pada Jumat lalu, hakim memvonis Talluto dengan hukuman 24 tahun penjara.
Kuasa hukum Talluto menyatakan tindakan yang dilakukan kliennya itu "tidak bijaksana, tetapi tidak dengan kesengajaan".

Namun, menurut laporan kantor berita AFP, para korban menyatakan Talluto menolak ketika diminta menggunakan kondom dan berdalih dia memiliki alergi atau baru saja menjalani tes HIV.

Ketika sejumlah perempuan menemukan diri mereka terkena HIV dan mengungkapkan kepada Talluto, dia membantah membawa virus yang berpotensi menimbulkan kematian, yang menyebabkan Aids.

Akibat tindakannya, tiga laki-laki dan seorang bayi juga terinfeksi HIV dari perempuan yang tertular langsung dari Talluto.

Dalam persidangan Oktober lalu, Jaksa Elena Neri mengatakan: "Aksinya disengaja untuk menyebarkan kematian."

Bagaimanapun, Talluto mengatakan pada persidangan jika memang seperti itu akibatnya, dia tidak akan berupaya untuk menjalani hubungan yang sebenarnya dengan puluhan perempuan tersebut.

"Banyak dari perempuan itu mengenal teman dan keluarga saya," kata dia. "Mereka mengatakan saya ingin menginfeksi orang sebanyak mungkin. Jika itu memang tujuan saya, saya akan melakukan hubungan seks selintas di sejumlah bar, saya tidak akan membawa mereka masuk ke dalam kehidupan saya."

Ibu Talluto yang meninggal ketika dia masih berusia empat tahun, juga terinfeksi HIV dari penggunaan jarum suntik narkoba.

Hakim di Roma menghabiskan waktu lebih dari 10 jam untuk mempertimbangkan hukuman terhadap Talluto, sebelum mengumumkan vonisnya.

Menurut laporan media lokal, para korban menangis ketika vonis dibacakan. Bagaimanapun, hukuman itu lebih ringan dari tuntutan hukuman mati yang diminta jaksa.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait HIV / AIDS
Menginfeksi 30 Perempuan, WN Italia Positif HIV Divonis Penjara 24 Tahun
Cegah Penularan HIV/Aids, Perkuat Pendidikan Agama
KNPI DKI Jakarta Gelar Aksi Simpatik Memperingati Hari AIDS Sedunia
Kasihan, Bayi Pengidap HIV AIDS Ditelantarkan Orang Tuanya
Pengidap HIV/Aids di Gorontalo Bertambah 38 Penderita
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Presiden PKS Sohibul Iman Dijadwalkan Diperiksa Kembali terkait Laporan Fahri
Pemda Kaur Lakukan Kerjasama Masalah Sanitasi Lingkungan Perumahan
Dewan Pers Mangkir Sidang Ke-7 PMH, Wilson: Dewan Pers Tidak Beradab
Dampak Perang Dagang AS-China, Rupiah Makin Terdepresiasi
Fahri Hamzah Pertanyakan Data BPS Mengenai Angka Garis Kemiskinan
Mediasi Gagal, SPRI dan PPWI Meja-hijaukan Dewan Pers
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Presiden PKS Sohibul Iman Dijadwalkan Diperiksa Kembali terkait Laporan Fahri
Mediasi Gagal, SPRI dan PPWI Meja-hijaukan Dewan Pers
SMPN 35 Kaur Boarding School Jadi Rebutan Murid Baru
Tiba di Tanah Air, Juara Lari Muhammad Zohri Disambut Haru
Gerakan HMS Berikan Data BCA Milik Rakyat, Imbas BLBI, Namun Ditolak KPK
Kementerian Ketenagakerjaan Launching Permenaker No 5 Tahun 2018
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]