Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Demo
Mencekam, Tembakan Gas Airmata dan Bunyi Letusan Senjata Aparat Membuat Kocar Kacir Mahasiswa
2019-10-01 20:02:46

Aksi demo mahasiswa di depan kantor DPRD kaltim Senin (30/9).(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA - Berita HUKUM - Mencekam!, tembakan gas airmata dan letusan senjata aparat yang saling bersahut membuat konsentrasi ribuan massa aksi demontrasi dari Aliansi Kaltim Bersatu yang berada di deoan gedung DPRD Kaltim di Jalan Tengku Umar pada, Senin (30/9) membuat massa koca kacir menyelamatkan diri.

Pantauan pewarta BeritaHUKUM.com di lokasi yang sore itu tepat berada didepan plang nama gedung dewan yang telah tercopot semuanya, sekitar pukul 17.50 Wita, aparat juga mulai menembakan water cannon ke arah kerumunan massa disertai tembakan gas air mata kepada kerumunan mahasiswa yang diperkirakan ribuan massa yang berada di depan gerbang utama DPRD Kaltim.

Sebelumnya melalui pengeras suara beberapa kali aparat telah mengeluarkan peringatan agar massa aksi membubarkan diri, karena telah hampir memasuki pukul 18.00 Wita, batas waktu demonstrasi yang diperkenankan, namun ribuan massa mahasiswa dan juga para pelajar dari kota Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) tak bergeming, massa aksi tetap berupaya untuk masuk ke dalam DPRD Kaltim yang berusaha menjatuhkan pagar gerbang.

"Diharapkan agar massa aksi dapat membubarkan diri, karena waktu telah mendekati pukul 18.00 Wita," ucap anggota Kepolisian yang terdengar melalui pengeras suara, Senin (30/9).

Sejurus kemudian mobil Water cannon memuntakan airnya ke massa aksi yang tetap bertahan, tembakan gas air mata juga ditembakan ke arah kerumunan massa, membuat massa aksi berlarian menyelamatkan diri. Pewarta BeritaHUKUM.com juga tak luput terkena gas air mata hingga berlari bersama mahasiswa menyelamatkan diri.

Berkali-kali bunyi letusan tembakan terdengar senjata yang berasal dari gas air mata juga peluru karet terdengar hingga pukul 19.00 Wita.

Puluhan massa aksi baik laki-laki dan wanita terjatuh lemas terkena gas air mata, dilarikan ke Rumah Sakit dengan Ambulans dari PMI yang telah dipersiapkan dari siang. Ambulance silih berganti membawa korban ke rumah sakit

Massa aksi tidak mudah menyerah, membalas tembakan dan gas air mata petugas dengan lemparan batu dan lainya hingga pukul 18.50 Wita membuat suasana semakin mencekam.

Dengan tembakan gas air mata aparat berhasil memukul mundur massa aksi hingga simpang 4 Tengkawang hingga pukul 20.50 Wita akhirnya massa aksi mundur ke Islamic Center.

Humas Aliansi Kaltim Bersatu, Yohanes Richardo kepada Wartawan, Senin (39/9) malam mengatakan, "berdasarkan konsolidasi, kami sepakat bertahan dengan melakukan pemblokiran jalan, sampai teman-teman kami yang belum kami dapati ketemu semua, termasuk mendata jumlah korban," ujar Yohabes.

Terkait korban Yohanes mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan, namun diperkirakan terdapat ratusan korban yang menjalani perawatan di RS.

"Untuk kepastian jumlah korban, masih kita himpun datanya. Tapi, kami perkirakan jumlahnya capai ratusan," ujar Yohanes.

Aliansi Kaltim Bersatu dalam aksi jilid III melakukan aksi dengan ribuan massa dengan 8 poin tuntutan :

1. Mendesak Presiden untuk secepatnya mengeluarkan Perpu terkait UU KPK

2. Tolak segala UU yang melemahkan demokrasi

3. Tolak TNI dan Polri menempati jabatan sipil

4. Bebaskan aktivis Pro demokrasi

5. Hentikan militerisme di tanah Papua

6. Tuntaskan pelanggaran HAM, adili penjahat HAM, termasuk yang duduk di lingkaran kekuasaan (Prabowo, Wiranto, Hendropriono dan kroni-kroninya)

7. Hentikan Represivitas TNI, POLRI dan Ormas Reaksioner Terhadap Gerakan Rakyat

8. Tangkap, adili, denda, penjarakan, dan cabut ijin korporasi pembakar lahan.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Demo
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Putusan Nama Ketum Lebih Cepat, Ridwan Hisjam Nilai Munas ke-X Seperti Pasar Malam
Capaian Kinerja 60 Hari Jaksa Agung dan Rakernas Kejaksaan
Yang Diharapkan Dari Platform Indonesiana
Polemik UU KPK, BEM Trisakti Dukung Penyelesaian Secara Konstitusional
NATO: Pertengkaran Trump dan Trudeau, 'Kamu Bermuka 2' Warnai Pertempuan Puncak 70 Tahun Pakta Pertahanan
Anton Tabah: Hendropriyono Konyol Kalau Samakan FPI dengan DI/TII
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya bersama Stakeholder Luncurkan Layanan Digital E-TLE Development Program
Jaksa KPK Tuntut Hakim Kayat 10 Tahun Penjara
Pengedar Sabu di Jakarta Timur Didor, PMJ: Pelaku Sempat Rebut Senjata Polisi
BTN Terindikasi Pemalsuan Dokumen PKB, SP BTN Dikawal ACTA Lapor ke Bareskrim
Legislator Minta Ombudsman Pro Aktif Awasi Perilaku Penyelenggara Negara
Bamsoet Resmi Mendaftarkan Diri untuk Golkar 1
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]