Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Pelecehan Seksual
Menangkan Kasus Penggerayangan, Mengapa Taylor Swift Hanya Dapatkan Ganti Rugi Rp13 Ribu?
2017-08-16 08:27:54

Taylor Swift menggugat penyiar radio David Mueller atas kasus pelecehan seksual yang dilakukan pada tahun 2013 silam..(Foto: Istimewa)
COLORADO, Berita HUKUM - Bintang pop Taylor Swift memenangkan kasus penyerangan seksual yang dilakukan mantan penyiar radio David Mueller, yang ia sebut telah menggerayanginya dalam sebuah konser di tahun 2013.

Ia melecehkan sang penyanyi dengan cara meraba bokongnya dalam sebuah sesi pemotretan, demikian temuan juri dalam sidang yang digelar di Denver, Colorado.

Swift lalu mendapat uang ganti rugi secara simbolis sebesar $1 atau Rp13 ribu atas kasus itu, sesuai tuntutannya sendiri.

Mueller awalnya berupaya untuk menuntut bintang pop tersebut, dengan anggapan bahwa tudingan itu telah merugikan karirnya karena jadi kehilangan pekerjaannya. Tapi pekan lalu gugatan itu ditolak oleh hakim.

Pada hari Senin (14/8), juri juga menolak gugatan serupa yang dilontarkan Mueller terhadap ibu penyanyi tersebut, Andrea Swift, dan seorang stafnya, Frank Bell.

Taylor SwiftHak atas fotoREUTERS
Image captionTaylor Swift (kiri) hadir dalam persidangan bersama ibunya Andrea (kedua dari kanan)

Dalam sebuah pernyataan usai putusan tersebut, Swift mengatakan: "Saya mensyukuri semua kemudahan yang saya dapatkan dari kehidupan, di masyarakat dan kemampuan saya untuk menanggung biaya yang sangat besar untuk membela diri dalam persidangan seperti ini."

"Harapan saya adalah bisa membantu orang-orang yang suaranya juga harus didengar. Oleh karena itu, saya akan terus memberikan sumbangan ke sejumlah organisasi yang membantu korban kekerasan seksual yang membela diri mereka sendiri."

Kasus pelecehan tersebut berlangsung saat Swift rehat dari tur yang bertajuk Red di Denver.

Mueller, yang waktu itu menjadi pembawa acara di stasiun radio KYGO, diundang untuk menemuinya sebelum pertunjukan dimulai.

Sang penyanyi lantas mengadukan kasus itu kepada pihak KYGO, dan stasiun radio tersebut akhirnya memecat Mueller dua hari kemudian.

Jumat lalu, mantan pengawal Swift memberi kesaksian bahwa ia melihat Mueller memegang bagian bawah rok Swift.

Dalam kesaksiannya di sidang pengadilan di Colorado , Greg Dent mengatakan bahwa ia "tidak melihat tangannya menyentuhnya secara fisik," namun "melihat tangannya berada di bawah roknya."(BBC/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Pelecehan Seksual
Dua Dugaan Pelecehan Seks, Mantan Presiden George Bush Sr Minta Maaf
Menangkan Kasus Penggerayangan, Mengapa Taylor Swift Hanya Dapatkan Ganti Rugi Rp13 Ribu?
Diduga Lakukan Asusila, Ustad Mundur Jadi Imam Masjid di Sunggal
Oknum Guru Diamankan, Diduga Lecehkan Siswi
Terkait Tindakan Asusila Oknum TU SMKN 9, Kadis Turunkan Tim Investigasi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SBY: Pemerintah Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama
Ribuan Warga ke Monas Ajukan Paspor Kilat di Acara Festival Keimigrasian 2018
Berikut Tanggapan Ketum 'Aisyiyah Mengenai Dinamika Politik Pilkada 2018
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
PBB Riau Resmi Mendukung Pasangan Firdaus-Rusli Menjadi Gubernur
Hasil Munaslub Tunjuk Daryatmo Sebagai Ketum Hanura
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing
Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar
Komisi II DPR Soroti Keputusan MK terkait Verifikasi Faktual
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]